Showing posts with label Gaya Hidup. Show all posts
Showing posts with label Gaya Hidup. Show all posts

Monday, July 4, 2016

Tata krama membunyikan klakson di Jepang

KLAKSON bisa disebut sebagai perlengkapan standar. Dengan maksud agar Anda lebih nyaman dalam berkendaraan. Tentu saja, penggunaan klakson amat berkait dengan sopan santun di jalan.

Di Jepang, Eropa, atau Amerika, jarang sekali orang menggunakan klakson.

Coba perhatikan saat Anda sedang berada di jalanan Jepang, pasti jarang terdengar klakson kendaraan. Padahal, jalanannya cukup macet.

Kenapa ya? 


Tingginya rasa solidaritas, disiplin berlalu lintas memang faktor utama, dan memang disebagian wilayah seperti rumah sakit, pemukiman penduduk, sekolah dll, klakson sangat dilarang dibunyikan.

Orang Jepang hanya menggunakan/membunyikan klakson bila :
  1. Di traffic light ketika lampu sudah hijau tetapi kendaraan di depan tidak menyadarinya, maka sebagai pengingat mereka membunyikan klakson.
  2. Saat di situasi yang dianggap membahayakan, seperti ada pengendara ugal-ugalan.
  3. Sebagai ucapan terima kasih ketika diberi jalan (hanya di sebagian wilayah di Jepang).
Jadi meskipun macet, sangat tidak dianjurkan membunyikan klakson di Jepang, harus sabar menunggu. Kalau terlanjur membunyikan klakson, siap-siap saja mendapat makian atau dianggap orang tak punya santun.

Semacet ini orang tetap sabat menunggu

Kota yang bersih dari sampah, jalanan yang tertib kendaraan dan jarang suara klakson terdengar, membuat Jepang begitu nyaman untuk dikunjungi.

Sunday, June 12, 2016

PENDIDIKAN ANAK ALA JEPANG

Rahasia Pendidikan TK, SD, dan Daycare di Jepang
[Bisa Langsung Ditiru dan Dipraktekkan]
Suatu hari, saya dan seorang kawan mengantri di sebuah stasiun di kota Nara-Jepang. Tiba-tiba, kawan saya tersebut berseru sambil mengarahkan jari telunjuknya ke arah deretan panjang warga Jepang yang sedang berdiri mengantri sambil membaca buku.
Kita masyarakat beragama. Kita memiliki ayat dalam kitab suci yang memerintahkan kita untuk membaca. Lalu, kenapa malah mereka (masyarakat Jepang) yang notabene tidak beragama, justru yang gemar membaca? Seharusnya kita bisa lebih baik dari mereka.
Pertanyaan itu terus menghantui saya. Benar juga apa yang ia katakan. Kita memiliki aturan dan perintah untuk membaca dalam kitab suci. Namun, justru kebanyakan dari kita jarang mengamalkannya. Sedangkan masyarakat Jepang yang bisa dikatakan tidak beragama, justru mengamalkan ajaran-ajaran dari kitab suci kita. 

 Tak hanya ajaran untuk membaca, namun juga ajaran dalam menjaga kebersihan, kedisiplinan, ketertiban, hingga menjaga kenyamanan orang lain. Orang Jepang lebih mengamalkan ajaran-ajaran itu ketimbang kita.... (dikutip dari halaman 84). 

Lalu, adakah yang kurang tepat pada pendidikan di negara kita? Khususnya pendidikan anak, di mana karakter manusia dewasa terbentuk sejak anak-anak. Temukan berbagai rahasia pendidikan anak di Jepang dalam buku ini. Rahasia yang sebenarnya sangat mudah kita tiru dan terapkan di sekolah, daycare, maupun di rumah kita. 

Testimoni: 

 "...Buku yang sangat luar biasa. Saya banyak belajar dari buku ini. Karena saya juga mengagumi sistem pendidikan di Jepang. Semoga bisa menjadi pencerahan bagi para orang tua dan pendidik di Indonesia…” (Kak Seto, Tokoh Pemerhati Anak) 

 Buku ini membeberkan nilai-nilai positif dari pendidikan masyarakat Jepang yang bisa kita tiru bersama. Memang tidak semua budaya mereka sempurna. Namun, apabila kita bisa mengambil nilai-nilai positif yang mereka miliki, bukanlah mustahil kita bisa menjadi bangsa yang jauh lebih besar dan berakhlak mulia. (Dr. Berry Juliandi - Alumnus NAIST Jepang, Dosen IPB dan Chief and Editor Hayati Journal) 

Penulis : Saleha Juliandi, M.Si & Juniar Putri, S.Si 
ISBN : 978-602- 1277-195 
Tebal Buku : 200 halaman

Bagi yang ingin pesan buku ini bisa contact ke alamat email
layanankdj@gmail.com

Monday, May 18, 2015

Sampah botol plastik di Jepang

Tempat sampah di Service Area (SA)
Aichi Prefektur
Membuang sampah di Jepang khusus untuk membuang botol plastik, tutup botol dan botol harus dibuka dan dibuang secara terpisah dan tentunya harus dibuang di tempat sampah bertuliskan petto botoru.

Mengapa?

Hal ini  karena bahan botol plastik dan tutup botol berbeda. Berbeda bahannya berbeda pula cara recycle atau daur ulangnya.

Pada umumnya botol plastik terbuat dari Polyethylene Terephthalate (PET, PETE atau polyester).

Sedangkan untuk tutup botol plastik terbuat dari Polypropylene atau Polyethylene.



Simbol Polythylene Terephthalate 
yang biasanya tercantum di botol plastik

Selain itu di Jepang ada program ECOCAP MOVEMENT yang dimana program itu bertujuan untuk membantu anak-anak yang kurang beruntung (kesehatan).


Untuk 800 buah tutup botol dihargai seharga ¥20 (Rp.2100an).

Uang itulah yang nantinya disumbangkan ke sebuah yayasan yang mengelola uang tersebut untuk pengobatan/pemberian vaksin kepada anak-anak yang kurang beruntung.





Marilah buang sampah pada tempatnya.


Baca juga artikel Peraturan buang sampah di Jepang


Sunday, May 17, 2015

Budaya membersihkan kelas

Anak kelas 1 SD membersihkan kelas
Sekolah di Jepang tidak memperkerjakan petugas kebersihan.

Yang membersihkan kelas, toilet dan ruangan sekolah yang lain adalah para murid sendiri setiap hari setelah istirahat makan siang atau setelah jam pulang sekolah berbunyi.

Pendidikan moral yang ditanamkan untuk murid menghargai, bertanggung jawab dan melayani kepentingan bersama.

Hal ini mengajarkan supaya murid tidak merendahkan pekerjaan bersih2, karena bersih2 itu adalah sebuah kewajiban.

Membersihkan kelas juga waktu untuk mengobrol bersama teman, bermain dan bersosialisasi sehingga otak tidak terlalu jenuh dan di forsir untuk pelajaran formal.




Budaya ini juga berlaku di luar sekolah.
Seperti di food court atau di fast food restoran, setelah makan kita wajib mengembalikan kotor kita ke counter tempat cuci piring,
membuang sampah makanan kita dan membersihkan sendiri meja tempat kita makan.

Bahkan di tempat kerja juga sama. Karyawan di sebuah perusahaan punya jadwal wajib untuk membersihkan kantor dan toilet.

Bersih-bersih bukan pekerjaan yang kotor, tapi sebuah budaya, tradisi dan gaya hidup yang melekat di Jepang.


Tuesday, May 5, 2015

Buang sampah minyak di Jepang

Bubuk pengeras minyak Katameru Tenpuru 

Beberapa hari ini saya selalu masak bermacam-macam gorengan, tentu saja menggunakan minyak goreng.

Masak goreng pakai air, ya enggaklah..

Nah setelah goreng menggoreng, tahukah sahabat KdJ kalau di Jepang minyak bekas gorengan atau yang biasa disebut minyak jelantah itu TIDAK BOLEH atau DILARANG dibuang di wastafel atau di selokan..

Mengapa??

Alasan pertama adalah karena air dan minyak tidak bisa menyatu.
Dan tentunya bila dibuang di sungai atau selokan akan menjadi limbah yang membuat air menjadi kotor dan bahkan ikan atau makhluk hidup lainnya bakalan mati.

Seperti kasus kapal minyak tangker yang mengalami kebocoran sehingga banyak ikan di laut mati dan ekosistem laut menjadi rusak.

Begitu juga bila dibuang di sungai atau selokan.

Bila musim panas di Jepang jangan kaget, bila melihat banyak ikan koi beraneka warna yang indah menari-nari di selokan, karena memang air selokan limbahnya sedikit atau bisa dibilang tidak ada.

Alasan kedua adalah supaya melindungi air tanah tetap bersih.
Bila air yang ada di atas tanah (selokan dan sungai) bersih, otomatis air tanah juga ikut bersih, bukan?

Itulah SALAH SATU sebabnya air kran di Jepang bisa diminum langsung, sedikit menggunakan obat-obatan yang membuat air bersih, sehingga rasa dari air kran itu enak.

JADI BAGAIMANA CARANYA BUANG MINYAK JELANTAH???

Cara pertama adalah menggunakan bubuk pengeras minyak (KATAMERU TENPURU).

Setelah menggoreng, masukkan bubuk Katameru Tenpuru ke dalam minyak dan aduk sampai rata.
Setelah mendingin minyak akan menjadi keras seperti Jelly.
Setelah keras itulah dibuang di tempat sampah.

Cara kedua adalah minyak goreng bekas sebelum dibuang dimasukkan ke dalam botol plastik, dan ditutup rapat supaya tidak merembes keluar.

Tempat dan lokasi pembuangan sampah sudah ditentukan, kita harus membawa dan membuangnya disana.

Nah, apakah sahabat KdJ peduli dengan kebersihan air selokan atau sungai di sekitar tempat tinggal.

Bila ingin merubah Indonesia, harus dimulai dari diri sendiri dari hal yang kecil.

Buanglah sampah pada tempatnya

Tidak membuang sampah sembarangan terutama di selokan atau sungai.
Apalagi membuang bangkai binatang ke sungai.

Mari kita peduli terhadap kebersihan lingkungan kita (terutama selokan dan sungai) yuk.


Baca juga artikel Peraturan buang sampah di Jepang


Sunday, May 3, 2015

Peraturan Buang Sampah di Jepang

Plamfet peraturan buang sampah
Beberapa hari yang lalu saya menerima plamfet mengenai peraturan detail membuang sampah di Jepang.

Berbeda jauh dengan Indonesia, dimana membuang sampah apapun jenisnya tidak diseleksi hanya buang saja di tempat sampah, bahkan (maaf) bangkai tikus ataupun kucing pun ada di tempat sampah, maka di Jepang untuk membuang sampah harus dibagi menurut jenis sampah.

Membuang sampah di Jepang memang ribet dan merepotkan sekali, tetapi itulah yang membuat jalan dan sungai di Jepang bersih dan bebas dari polusi. 

Saya akan menjelaskan aturan-aturan secara detail bagaimana cara membuang sampah di Jepang, sebagai contohnya di wilayah tempat tinggal saya (Gifu shi) berdasarkan dari plamfet yang saya terima.

Sampah Biasa
Sampah Biasa
Di tempat saya tinggal "sampah biasa" (sampah sisa bahan makanan, tisu, kertas dan bahan yang bisa dibakar), diangkut oleh petugas sampah tiap 2 kali seminggu (hari Selasa dan Jumat). 

Sampah dibuang di tempat yang telah ditentukan sebelum jam 8.30, supaya dapat diangkut oleh petugas sampah.

Sebelum dibuang, sampah harus dimasukkan ke dalam kantong plastik transparan kemudian diikat dengan rapat. Kantong sampah berwarna atau bertuliskan daerah lain di Jepang tidak boleh digunakan.

Untuk sampah popok bayi, kotoran bayi setelah dibuang di WC harap dimasukkan ke kantong sampah.

Untuk sampah dari kebun, ranting pohon sebelum dimasukkan ke kantong sampah harap dipotong kurang dari 30 cm.

Bagi yang tidak mentaati peraturan membuang sampah, kantong sampah tidak akan diangkut dan akan ditempel label berwarna kuning.


Sampah Botol kaca, Plastik dan Kaleng
Botol kaca, botol plastik dan kaleng
Di tempat saya tinggal sampah botol kaca, botol plastik dan kaleng diangkut oleh petugas sampah sekali seminggu (hari Rabu).

Sampah dibuang di tempat yang telah ditentukan sebelum jam 8.30, supaya dapat diangkut oleh petugas sampah.

Sebelum dibuang, sampah harus dimasukkan ke dalam kantong plastik transparan kemudian diikat dengan rapat. Kantong sampah berwarna atau bertuliskan daerah lain di Jepang tidak boleh digunakan.

Botol kaca dan botol plastik dimasukkan di kantong sampah yang sama, sedang kaleng dimasukkan di kantong sampah yang lain.

Untuk botol kaca dan botol plastik, tutup botol harus dibuka kemudian bagian dalam botol kaca dan botol plastik harap dibersihkan dengan air sampai bersih. Setelah bersih masukkan botol kaca dan plastik tanpa tutup ke kantong sampah yang sama.

Untuk tutup botol plastik akan dibuang bersama dengan sampah minyak dan stereofom di tempat yang berbeda. Sedangkan untuk tutup botol yang lain dibuang bersama dengan sampah biasa.

Untuk kaleng, sebelum dimasukkan ke kantong sampah bagian dalam kaleng harap dicuci dengan bersih.

Sama seperti sampah biasa, bagi yang tidak mentaati peraturan membuang sampah, kantong sampah tidak akan diangkut dan akan ditempel label berwarna kuning.


Sampah Besar
Sampah besar petugas masuk rumah ambil barang 

Sampah besar dikumpulkan ditaruh di depan rumah supaya diambil petugas

Biaya untuk membuang sampah besar
Sampah besar adalah sampah yang berukuran besar seperti meja, kursi, sofa, payung, sepeda, karpet, radio, kipas angin dan lain-lain.

Untuk membuang sampah ini kita harus membayar dengan cara membeli stiker khusus atau kantong sampah khusus untuk sampah besar yang biasa dijual di Convenience Store atau City Hall.

Cara membuangnya kita harus menelepon terlebih dahulu ke pusat pengambilan sampah besar, memberi informasi sampah yang akan dibuang serta meminta informasi biaya, membeli stiker khusus, kemudian menempelkan stiker khusus ke sampah yang akan dibuang.

Pengambilan sampah besar ada 2 jenis, yaitu 
  1. Petugas datang secara khusus masuk ke rumah sesuai dengan waktu yang disepakati bersama untuk mengambil sampah.
  2. Petugas tidak masuk rumah, tetapi sampah dikumpulkan di depan rumah supaya petugas bisa mengangkut sampah sesuai dengan jadwal petugas mengangkut sampah.


Karena barang seperti mangkok, gelas, mainan anak, sepatu, alat-alat memasak, seterika, termos, jam dinding termasuk golongan sampah besar, untuk membuangnya harus membeli kantong sampah khusus.

Barang yang tidak bisa diangkut adalah spare part dari kendaraan bermotor (roda, aki, dll), barang yang mengandung gas (LPG, tabung pemadam api dll), piano dan lain-lain.

Untuk membuang barang tersebut harus menghubungi tempat penjualan (toko) dari barang tersebut.


Sampah Daur Ulang (Recycle)
Sampah recycle barang elektronik kecil
Sampah barang elektronik kecil yang bisa di daur ulang seperti telepon genggam, tablet, digital kamera, video kamera, dan lain-lain bisa dibuang gratis di kotak recycle yang disediakan di tempat khusus di masing-masing daerah.

Karena ukuran lubang kotak sudah ditentukan, jadi kita tidak bisa memasukkan barang yang lebih besar dari ukuran lubang kotak recycle.

Sampah recycle barang elektronik besar
Barang elektronik besar seperti televisi, AC, kulkas, mesin cuci dan lain-lain untuk membuangnya kita harus menghubungi Recycle Center.

Bila kita membeli baru, sebagai contoh beli TV baru. 

Untuk membuang TV lama kita cukup berkonsultasi dengan tempat kita membeli TV baru.
Ada kemungkinan TV lama kita akan diangkut dan dibuang secara gratis tidak dipungut biaya.

Bola lampu, neon dan baterai
Untuk bola lampu, neon dan baterai bisa dibuang di tempat yang telah ditentukan di atas.


Sampah minyak, Stereofoam dan Tutup botol plastik
Minyak, Stereofoam dan Tutup botol plastik.
Minyak goreng bekas sebelum dibuang dimasukkan ke dalam botol plastik, dan ditutup rapat supaya tidak merembes keluar.

Minyak goreng bekas juga bisa dibuang dengan cara lain, yaitu membeli obat pengeras minyak, setelah minyak bekas menjadi keras bisa dibuang di tempat sampah biasa.

Tempat dan lokasi pembuangan sampah sudah ditentukan, kita harus membawa dan membuangnya disana.

Untuk koran bekas, majalah, karton, buku, komik ada tempat pembuangan khusus di sekitar tempat tinggal anda. Jadi kita harus membawa dan membuangnya di sana.

Untuk buku dan komik bisa juga dijual kembali di toko recycle seperti Hard Off dan lain-lain.
Merepotkan juga bukan?

Bagi saya sangat sangat merepotkan, tapi karena semua orang disini mentaati peraturan membuang sampah maka hasilnya bisa dilihat.

Jepang sangat bersih dan indah.


Baca juga artikel Buang sampah di Jepang


Sunday, April 12, 2015

Ngosek WC di Jepang

Foto toilet di rumah lansia
sumber Google
Selamat pagi menjelang siang para sahabat KDJ.

Saat ini di Jepang sudah siang hari , saya baru saja pulang kerja setelah dinas malam.

Saya ingin berbagi cerita dengan sahabat KDJ yang berada di Indonesia. Saat melaksanakan jaga malam, ada salah satu kewajiban yang harus saya lakukan, yakni membersihkan WC atau toilet. Yang dalam bahasa Jepang disebut 便所(べんじょ/benjyo) atau yang lebih sering digunakan kosakata dari bahasa asing トイレ/toire.

Saat melakukan pekerjaan itu saya teringat, video yang sempat menggegerkan dunia maya di Indonesia, tentang TKW yang membanggakan pekerjaan dan gajinya. Yang terlintas adalah saat TKW mengatakan "ora ngosek WC" tidak membersihkan toilet.

Yahh saya memang bekerja membersihkan toilet, bukan hanya membersihkan toilet, namun hampir semua yang berhubungan dengan kegiatan sehari-hari manusia. Mulai dari bangun hingga tidur, mulai dari makan hingga "maaf" berak, mulai dari suka hingga duka. Saya bekerja sebagai Perawat lansia, atau dalam bahasa Inggris disebut caregiver atau careworker, yang dalam bahasa Jepang sering disebut 介護士(かいごし/kaigosi).

Yang bekerja merawat lansia atau orang cacat untuk menjalani kehidupan sehari-hari. Beberapa bagian dari tugas saya memang bergelut dengan kotoran, baik kotoran sampah saat membersihkan ruangan maupun kotoran dari manusia saat membantu buang air besar. Termasuk juga membersihkan toilet. (Lain waktu saya ingin bercerita lebih banyak tentang pekerjaan saya).

Yahh mungkin, ada sebagian dari sahabat merasa bahwa pekerjaan ini adalah pekerjaan rendahan yang jorok atau kotor, namun saya melakukan pekerjaan ini dengan sadar atas pilihan saya sendiri. Bukan karna paksaan atau karena terpaksa, tp karena saya merasa disinilah rezeki saya.

Dan yang pasti ini bukan pekerjaan haram. Yang ingin saya sampaikan kepada sahabat semua, membersihkan toilet itu bukan pekerjaan hina.

Apalagi dijepang membersihkan toilet itu pekerjaan semua orang, baik itu pegawai bawahan sampai pegawai atasan. Apalagi dalam sebuah pabrik atau kantor, biasanya toilet dibersihkan secara bergiliran oleh semua karyawan.

Karna hampir tidak ada petugas kebersihan khusus (terkecuali tempat umum). Jadi hampir semua pekerja akan mendapat tugas membersihkan toilet. Dalam masyarakat Jepang sendiri, menganggap adanya トイレの神様(といれのかみさま/toirenokamisama) atau dewa toilet, yang berada di toilet, jadi kebersihan toilet harus selalu dijaga.

Bahkan dijaga agar tetap kering. Dan yang perlu dicatat toilet dijepang tidak seperti toilet di Indonesia apalagi toilet umum, jauh lebih bersih dibanding toilet umum diindonesia.

Dan yang perlu dicatat hampir tidak ada toilet umum yang bayar. (Ada beberapa toilet umum yang bayar salah satunya di Gunung fuji).

Jadi jangan mengira bahwa membersihkan toilet itu pekerjaan yang hina.

"Rumangsamu, ngosek WC ki hina?? Yoooo oraaaa"



Salam sahabat KDJ

Penulis adalah admin page KdJ -eCKoTokushima-

Thursday, April 9, 2015

Sano Ami 佐野あみ



Sano Ami wanita asal Aichi Prefektur Jepang ini dilahirkan dengan tidak mempunyai tangan dan hanya memiliki satu kaki kiri yang pendek dan 3 jari kaki.

Tapi dia dapat hidup mandiri tanpa bantuan orang lain.

Dengan 3 jari kaki kirinya dia bisa mengirim pesan singkat dengan cepat, makan dengan sumpit, bahkan make up pun dia lakukan sendiri dengan kakinya.

Meskipun cacat dari lahir, dia tidak pernah mengeluh akan keadaannya dan selalu TERSENYUM.



Sewaktu masih duduk di sekolah menengah atas, Sano Ami menjadi salah satu anggota cheerleader (pemandu sorak). Kini, ia bekerja sebagai pembicara motivasi dan asisten di stasiun radio FM setempat serta memberikan kuliah. 

Pada 2009, Sano menerbitkan sebuah buku memoar berjudul Teashi-no-nai Cheerleader (cheerleader tanpa tangan dan kaki) dan meluncurkan sebuah analogi puisi berjudul Akiramenaide (jangan menyerah) pada 2010.

"Saya ingin mendaki tangga masa dewasa, selangkah demi selangkah," kata Sano sembari tersenyum. Ibu Sano, Hatsumi, menambahkan, "Kami sudah melalui masa-masa sulit, tapi saya percaya semua kesulitan dan pengalaman itu membantu putri saya menjadi seorang berhati mulia.



Pada tahun 2011 silam, Sano merilis sebuah album dengan video musiknya. Silakan simak suara indah Sano dalam video musik di bawah ini




Pada video di atas, Sano Ami menyanyikan lagu berjudul "Aruki Tsuzukeyou" (tetaplah melangkah). Dalam video tersebut, terlihat jelas betapa seorang gadis kelahiran Aichi, Jepang, ini mampu menggenggam seluruh dunia, menjalani hidup tanpa berkeluh-kesah atau tanpa bersikap penuh penyesalan atas kondisi tubuhnya yang cacat. 

Jika ingin bernyanyi bersama Sano Ami, kita bisa menyanyikannya dengan lirik lagu itu dalam bahasa Inggris berikut ini:

I want to walk, I want to run with my two legs.
I want to hold your hand, I want to hug u with my both hands.
It is something so simple action, everyone can do it.
Nothing difficult things, but I cannot do it.
However can I believe that it is sure that those people
who struggle n striving would obtain happiness one day.

I'm keep walking with my pure mind, keep walking with my soul.
I strive, so you too, do not give it up.
Let's continue, keep walking.

I want to walk, I want to run with my two legs.
I want to hold your hand, I want to hug you with my both hands.
Once feel so sad n continue crying with my tears.
So sad about myself who cannot accept as it is.
However can I believe that.
The time will come one day you feel so happy while continue keep smiling.
I'm keep walking with my pure mind, keep walking with my soul.
I strive, so you too, do not give it up.
Let's continue, keep walking.

Gratitude gratitude just simply being alive.

I'm keep walking with my pure mind,
keep walking with my soul.
I strive, so you too, do not give it up.
Let's continue, keep walking, keep walking, keep walking.


Dipenuhi dengan rasa bahagia dan syukur karena tetap bisa hidup, Sano sangat menghargai betapa berharganya segala hal yang bisa dimilikinya dan semua orang di sekitarnya.

Semoga sahabat KdJ terinspirasi dengan sikap Sano dalam menjalani hidupnya ini

Sunday, April 5, 2015

Menikmati Sakura dan Wisata Kuliner di Taman 2015

Okazaki Park Aichi ken
Bertepatan pada hari sabtu, saya berkunjung ke Aichi ken dan pergi ke beberapa tempat termasuk Okazaki Park, salah satu taman terbesar yg ada di Okazaki. 

Karena menurut ramalan cuaca jepang, Hari Minggu di pastikan Hujan untuk daerah Aichi ken.

Akhirnya Masyarakat jepang menghabiskan waktu libur sabtu sore mereka bersama kerabat dan keluarga di taman Okazaki ini sambil menikmati Jajanan yang di jual di pinggiran jalan tepat di bawah pohon Sakura juga berfoto ria pasti nya.
Banyak juga pengunjung yang datang dari kota lain seperti Nishio, Anjo, Toyota dsb. juga ada beberapa wisatawan mancanegara yang berkunjung di tamat tersebut. Termasuk juga di gelarnya beberapa pentas kecil dan beberapa pertunjukan tepat di pinggiran danau taman tersebut. 

Menurut masyarakat sekitar, Mungkin ini sakura terakhir yang bisa di nikmati saat libur weekend, karna di ramalkan akan turun nya hujan dan angin beberapa hari kedepan yang menyebabkan sakura rontok dan sudah ada beberapa pohon sakura yang mulai tumbuh daun hijau kembali.


Berikut beberapa foto yang saya ambil. enjoy :)

by Gana KdJ - Ibaraki ken
instagram : ganaitou

Thanks for reading.. salam rindu tanah air ku :)

Saturday, December 20, 2014

Artis Jepang mengutamakan PRIVASI

Poster Glico di Osaka

Ayase Haruka sebenarnya bukanlah nama dia sebenarnya. Hanya merupakan nama panggung yang diberikan oleh fansnya melalui polling. 

Yah, mungkin bila kita mencari profil artis Jepang secara detail seperti,apakah sudah menikah, anak berapa, rumah dimana, sangat sulit dan memang karena itu privasi artis itu tidak untuk dipublikasikan.
Kalau sahabat KdJ cari informasi di internet tentang artis Jepang, Ayase Haruka contohnya, yang muncul pasti karya-karyanya.

Sangat sulit mencari lebih dari tanggal lahir, dan kehidupan pribadi Ayase Haruka, sudah menikah atau belum? Anak berapa? dan lain-lain.

Coba, ketik nama artis Indonesia dan search di Google..
Apa yang terjadi??

Artis menikah saja sampai ditayangin di seluruh TV nasional, artis mau melahirkan anak saja sampai mau ditayangkan di TV biar seluruh dunia tahu.

Admin tidak mengerti, mengapa di Indonesia privasi diperjual belikan sebagai berita??

Seolah-olah sang artis sepertinya tidak dikenal KARYA nya tetapi malah SENSASI yang tidak pernah dilakukan oleh artis lain.

Dan sepertinya mengatakan kepada dunia kalau INI LHO GUE.
Bukan INI LHO KARYA GUE.

Ya, bukannya membanding-bandingkan, admin agak prihatin saja, kenapa tidak memikirkan keamanan keluarga (anak-anak sang artis). Bagaimana nanti kalau anaknya diculik, di sekolahnya dikucilkan bahkan dibully karena orang tuanya artis, dan tentu saja perkembangan mental anak.

Daripada sang artis melahirkan anak disiarkan di TV Nasional, admin mungkin lebih tertarik nonton "sang artis bikin anak" disiarkan di TV Nasional.

Note: Keep your privacy guys....

-RGKdJ-
Follow my instagram @rgkdj

Friday, December 19, 2014

Natal di Jepang


Universal Studio Japan X-mas Tree


Natal di Jepang..

Sangat berbeda dengan Amerika, orang Jepang merayakan natal tidak religius. Alias tidak ada hubungannya dengan agama Kristen, banyak dekoran pohon natal dan santa claus dimana-mana, tapi tidak ada salib. Mereka tahu siapa itu Santa Claus tapi mereka tidak tahu siapa itu Yesus.

Ketika sahabat KdJ me-like page ini atau membaca blog ini, anda telah masuk teritorial Jepang..

WELCOME TO JAPAN GUYS...

Negara sekuler yang bisa dikatakan rakyatnya tidak mempunyai agama atau bahkan orang radikal dan fanatik bilang negara kafir yang sebagian besar rakyatnya makan daging babi.

Di Indonesia ribut mengucapkan Natal itu HARAM, well di Jepang tidak ada kata haram untuk mengucapkannya guys.



Jadi, bagaimana rakyat Jepang merayakan natal??

Sekali lagi saya tekankan di Jepang, Natal tidak ada sangkut pautnya dengan agama Kristen.

Natal di Jepang sangat komersial, semua mall dan sudut kota penuh dengan hiasan ornamen natal, pohon natal, santa claus dan lampu-lampu illumination.

Natal dirayakan lebih awal sebelum tanggal 25 (awal november sampai akhir desember), karena pada tanggal 25 Desember di Jepang bukan tanggal merah (bukan tanggal libur), jadi pada tanggal 25 mereka tetap masuk kerja dan sekolah.

Banyak orang Jepang pergi ke mall untuk membeli hadiah natal, bercosplay santa claus, dan menikmati lampu elimination.



Pada tanggal 24 dan 25, hidangan menu utama yang wajib adalah AYAM GORENG KFC. ya KFC adalah menu utama di hari natal.. Budaya ini terjadi sejak tahun 1974 ketika KFC promosi produk spesial natal, dan sejak saat itu bagi orang Jepang Hari Natal = KFC.




Tanggal 24 atau malam natal bagi orang Jepang sama seperti Valentine Day. Waktu untuk berkencan, dan menikmati natal bersama sang kekasih. Biasanya pergi ke restoran, beli kue dan hadiah natal buat sang kekasih, menikmati lampu illumination yang romantis yang mungkin berakhir di Love Hotel..

Bagaimanapun juga yang jones, biasanya ngumpul bareng sama teman-teman mereka berpesta natal sampai mabuk.

Natal bagi orang Jepang bukan waktu untuk keluarga, memang berbeda dengan Amerika. Dimana mereka berkumpul bersama keluarga di hari Natal.

Waktu untuk keluarga bagi orang Jepang adalah pada Tahun Baru, dimana mereka pulang ke kampung halaman untuk merayakan Tahun baru bersama keluarga.

Selamat menyambut Natal dan tahun baru guys


from Tokyo Disney Sea Japan
RGKdJ
Follow my instagram @rgkdj



Wednesday, November 26, 2014

Budaya Bersepeda di Jepang




Sepeda merupakan alat transportasi yang murah meriah di Jepang, bahkan jumlah sepeda lebih banyak dari jumlah mobil dan sepeda motor pribadi.

Selain berjalan kaki, siswa sekolah juga banyak yang ke sekolah menggunakan sepeda. TIDAK ADA siswa sekolah (SD, SMP dan SMA) yang bawa sepeda motor apalagi mobil.
Hal itu sangat dilarang keras oleh pihak sekolah, meskipun untuk membuat SIM sepeda motor 50 cc atau yang disebut Gentsuki persyaratannya minimal usia 17 tahun (Prefektur Gifu). 

Bahkan ada pihak sekolah yang mengeluarkan siswanya bila memiliki SIM sepeda motor 50cc sebelum lulus SMA (kebetulan teman kerja saya ada yang berumur 17 tahun yang dikeluarkan dari sekolah gara-gara ketahuan punya SIM sepeda motor).

Mengapa pihak sekolah disiplin sekali dilarang bawa sepeda motor bahkan SIM motor 50cc, padahal 17 tahun sudah bisa bikin SIM??


Pihak sekolah bertujuan mengajarkan moral kebersamaan, tidak ada perbedaan antara si kaya dan si miskin, disiplin fisik dan kerja keras untuk menuntut ilmu atau mimpi.

Sangat berbanding balik dengan negeri kita tercinta memang, dimana SMA sudah banyak yang bawa mobil dan sepeda motor. Bahkan anak masih SMP saja tidak punya SIM berani bawa mobil masuk jalan tol, nabrak, dan akhirnya kecelakaan membuat orang meninggal (if you know what I mean).
Saya tidak tahu apa itu salah orang tuanya, atau sekolah atau budayanya??

Yang jadi pertanyaan saya,
Mengapa orang Indonesia banyak sekali yang malas naik sepeda? Transportasi yang sangat sehat dan murah meriah..

Tapi kalau sepeda motor dan mobil wajib punya, maksain beli meskipun tidak punya uang cukup, kredit saja. kalau ga bisa ngelunasin kreditnya kan bisa dibalikkin mobil/sepeda motornya.

Begitu BBM naik, protes.. Nah lho, bisa beli mobil/sepeda motor tapi ga bisa beli BBM??
Balikin saja motornya ke dealer deh...

Ada alasan lagi yang populer, "Indonesia panas, ga kaya Jepang sejuk dan dingin".

Belum tahu ya? Atau ga mau tahu?

Kalau di Jepang musim panas lebih panas dari Indonesia (bisa mencapai 40 derajat Celsius) dan kalau musim dingin bisa minus..

Tapi mereka tetap saja tidak mengeluh karena panas dan dingin, yah itulah mental orang Jepang yang dibentuk sejak lahir disiplin, kerja keras, dan tidak pernah mengeluh.

Tahun 1945, Indonesia merdeka, disaat itu juga Jepang di bom atom. Sama-sama mulai dari 0.

69 tahun kemudian... Perbedaan antara kedua negara bagaikan bumi dan langit.. :(

Bukan karena pemerintahnya, tapi karena mental rakyatnya yang membuat Jepang menjadi bangsa maju.

Yuk belajar dari Jepang.
Budayakan bersepeda, selain hemat juga baik untuk kesehatan.. :))

BBM naik? 
No problem masih ada sepeda dan transportasi umum lainnya.

Bagi yang belum bekerja yuk naik sepeda supaya bisa hemat dan tidak membebani orang tua.

Semoga Indonesia menjadi lebih baik..




Tuesday, November 25, 2014

Di Jepang BBM tidak subsidi (Rp.16 ribu/liter)

Pom bensin Self Service
Setelah hampir 17 tahun tidak ada kenaikan pajak, sejak 1 April 2014, pajak konsumsi (pajak setiap membeli barang) di Jepang naik dari 5% menjadi 8%, demi menutupi kekurangan anggaran belanja pemerintah. Dan kabarnya akan naik lagi hingga mencapai 10%. 

Apakah ada demonstrasi?? 
TIDAK ADA.

Padahal UMR tidak naik, salut dengan mental orang Jepang.

Meanwhile in Indonesia, BBM baru naik Rp. 2000 saja demonstrasi ada dimana-mana, apalagi kalau subsidi BBM dihapus.. Apa yang terjadi?

Harga BBM di Jepang tergolong mahal karena tidak ada subsidi BBM sama sekali dari pemerintah, yaitu sekitar 155 yen/liter (Rp. 16.000/liter). Karena subsidi tidak dalam bentuk harga BBM yang murah. Karena subsidi dalam bentuk harga BBM murah akan mengakibatkan jumlah kendaraan pribadi membludak, kemacetan dimana-mana, dan polusi udara meningkat.


Akibat dari harga BBM yang tinggi (tidak disubsidi), didukung dengan mahal dan sulitnya memperoleh SIM (kurang lebih 300.000 yen, kalau dirupiahkan 30 juta), mahalnya pajak kendaraan pertahun (plat putih 3 juta rupiah/tahun), asuransi kendaraan (sekitar 1 juta rupiah/bulan) dan biaya shaken (uji emisi kendaraan per 2 atau 3 tahun plat putih sekitar 15 juta rupiah), orang Jepang lebih suka bepergian menggunakan transportasi umum (bus, kereta bahkan sepeda onthel) karena lebih hemat, nyaman, aman dan tepat waktu dan tidak capek.
Padahal harga kendaraan disini jauh lebih murah daripada Indonesia lho.

Bandingkan dengan kebiasaan orang Indonesia, ke warung dekat rumah aja lebih suka naik motor daripada jalan kaki. MANJA banget ya..

Dengan naiknya harga BBM saya yakin konsep transportasi umum di Indonesia dalam tahap LANGKAH AWAL menuju negara maju seperti Jepang.

Tergantung mental kita, mau MAJU atau mental SUBSIDI alias MINTA-MINTA...

Back to Japan...

Subsidi pemerintah Jepang tergolong tepat sasaran, lebih ke pendidikan dan jaminan sosial. SD sampai SMA gratis kalau sekolah di sekolah milik pemerintah (negeri). Fasilitas lengkap dari gedung, alat belajar, sarana olah raga (terkadang di sekolah ada juga yang memiliki kolam renang), semuanya GRATIS. Jika ada pengeluaran itu hanya untuk kegiatan tambahan dan makanan untuk para siswa.

Subsidi juga diberikan dalam bentuk asuransi kesehatan.
Orang dewasa hanya membayar 30% dari total biaya berobat, anak-anak gratis, manula hanya 10% dari biaya pengobatan.
Bahkan pemerintah Jepang memberi subsidi dan memberi dana untuk ibu melahirkan.
Bukan hanya itu pemerintah juga memberi subsidi untuk apartement murah (danchi/public housing) bagi keluarga yang kurang mampu.

Manula yang sudah tidak bisa bekerja pun mendapat jaminan pensiun (nenkin) tiap bulan yang cukup buat hidup sederhana di Jepang.

Di Jepang BBM mahal tapi TIDAK ada yang DEMO, karena ada yang jauh lebih penting daripada menuntut BBM murah. yaitu PENDIDIKAN, JAMINAN HIDUP dan KESEHATAN.

Mari kita bayangkan bersama negeri yang rakyatnya tidak ada orang sakit yang tidak mampu berobat, tidak ada anak yang tidak mampu sekolah karena biaya sekolah.

Negeri kita adalah negeri yang kaya, INDONESIA bisa jadi negara maju dan besar bila saja MENTAL kita tidak MANJA.

REVOLUSI MENTAL
Untuk Indonesia yang lebih baik...

Tuesday, November 18, 2014

Memiliki mobil pribadi di Jepang

Jakarta populasi 10.000.000 orang memiliki 5.300.000 mobil pribadi.
Tokyo populasi 13.000.000 orang hanya memiliki 3.100.000 mobil pribadi.

Saya akan share tentang pengeluaran memiliki mobil di Jepang.

Sebelum memiliki mobil kita harus memiliki SIM, di Jepang untuk memiliki SIM membutuhkan biaya 300.000 yen (untuk sekolah dan ujian mengemudi), biaya berbeda bagi orang asing yang mengambil sistem kirikae.

Biaya bulanan memiliki mobil.. (dalam hal ini pengalaman saya)
Asuransi mobil 10.000 yen/bulan
Parkir (karena saya tinggal di desa) 3500 yen/bulan, untuk yang tinggal di kota besar (Tokyo, Osaka), saya pernah dengar biaya parkir perbulan di Shinjuku sebesar 60.000 yen/bulan (ya, parkir dan apartment beda, dibayar terpisah dan harga parkir di kota besar hampir sama dengan biaya apartment).

Melanggar lampu merah saja, saya kena tilang dan denda sebesar 9000 yen plus point SIM saya diambil 2.

Tentu saja kalau punya mobil harus diisi dengan bensin, 155 yen/liter (sebulan saya habis 10.000 yen untuk bensin saja).

Bisa jumlahkan biaya perbulan memiliki mobil?

Ini belum Pajak mobil pertahun untuk plat putih sekitar 30.000 yen.
dan Shaken (Uji Emisi) per 2 atau 3 tahun untuk plat putih sekitar 150.000 yen.

Memang harga BBM hampir sama seperti membeli jus kaleng di vending machine, tapi biaya memiliki sebuah mobil di Jepang sangat mahal dan sebuah kemewahan tersendiri.

Mobil di Jepang lebih banyak digunakan di desa yang sangat minim transportasi publik. Tinggal di Tokyo beli mobil?? Pikir 2 kali deh..

Jakarta populasi 10.000.000 orang memiliki 5.300.000 mobil pribadi.
Tokyo populasi 13.000.000 orang hanya memiliki 3.100.000 mobil pribadi.

Mengapa di Jakarta yang penduduknya lebih sedikit dari Tokyo bisa mempunyai mobil lebih banyak daripada Tokyo??

Mungkin orang Jepang akan bilang, orang Jakarta lebih kaya daripada orang Tokyo tapi kok masih beli bensin bersubsidi ya?

Apakah di Jakarta mobil sama dengan gengsi??
Kalau ga punya mobil ga bisa kerja dan bergaul?

Di Tokyo orang kerja pakai jas rapi saja naik sepeda onthel.
Artis saja lebih banyak yang naik transportasi publik (taksi/kereta).

Harga BBM di Indonesia memang naik, tapi bersyukurlah masih di subsidi oleh pemerintah. Jangan mengeluh, tapi bersyukur masih bisa makan nasi dan diberi hidup oleh yang Maha Kuasa pada hari ini.

Berpalinglah ke transportasi publik atau sepeda untuk mengurangi kemacetan. GO GREEN

Untuk Indonesia menjadi lebih baik.

Saturday, September 21, 2013

Cara mencari pekerjaan di Jepang

Majalah Lowongan Kerja Town Work
Saya akan mencoba menjelaskan cara untuk mendapatkan pekerjaan di Jepang. Adapun cara-cara yang saya ketahui adalah sebagai berikut:

1. Lewat Hello Work (ハローワーク), lembaga milik pemerintah ini membantu warga Jepang maupun warga negara asing (gaikokujin) yang berdomisili tetap di Jepang. Cukup datang saja di kantor Hello Work bagian Gaikokujin corner yang ada di setiap kota, daftar dan konseling pekerjaan. Staff akan memperkenalkan ke perusahaan yang butuh tenaga kerja, dan staff hello work akan membuat janji untuk interview di tempat perusahaan yang butuh tenaga kerja tersebut. Istilahnya Hello Work itu perantara. Karena milik pemerintah, tidak dipungut biaya sepeser pun. Bila interview ditolak, berapa kali datang ke Hello Work untuk dicarikan pekerjaan lagi pun tidak ada masalah.

2. Cari sendiri lewat majalah Town Work, baitoru dot com dan sebangsanya, yang disediakan gratis di konbini, (tentu kalau tidak bisa baca kanji akan sangat kesulitan). Bagi yang bisa baca dan bahasa Jepang lancar, tinggal telpon saja lowongan yang ada dan minta janji untuk interview.

3. Lewat Haken kaisha (employment agency), karena ini milik swasta, gaji per jam dipotong berapa persen olehnya. Tapi tidak jadi masalah karena kebanyakan pekerjaan dari haken kaisha bergaji tinggi dan ditempatkan di pabrik2 besar. Banyak orang asing di jepang yang menggunakan jasa haken kaisha untuk bekerja.

Nah ini tips saya mencari kerja di Jepang. Yang jadi masalah adalah, bagaimana sahabat KdJ bisa mendapat visa dengan izin kerja di jepang?

Cara pertama adalah melamar di perusahaan Jepang yang ada di Indonesia dengan penempatan kerja di Jepang. Seperti yang dilakukan oleh salah satu admin KdJ yang bernama Gun domisili Mie ken yang berkerja di Toshiba.

Cara kedua jadi kenshusei/jishusei (maksimal 3 tahun) kerja magang.

Cara ketiga sekolah di jepang, sambil cari kerja sambilan. Setelah lulus, cari lowongan kerja di perusahaan sebagai karyawan tetap atau kontrak. Sehingga visa diurus sama perusahaan.

Cara terakhir adalah menikah dengan orang berwarga negara Jepang.

Bagian paling penting dan sangat penting adalah fasih bahasa Jepang dan bisa baca kanji. Seperti pepatah berkata, "Di mana bumi dipijak, disitu langit dijunjung".

Bahasa kerennya, "If you were on Rome, lives in the Roman way".


Semoga bermanfaat


Tuesday, September 17, 2013

Biaya hidup di Jepang


Berapakah biaya hidup yang diperlukan untuk tinggal di Jepang ? Pertanyaan yang menarik tentu saja untuk diketahui. Corat-coret ini berdasarkan biaya hidup saya di Gifu Jepang. 




BIAYA TEMPAT TINGGAL
Pintu depan apartment saya
Ini merupakan biaya terbesar yang saya keluarkan. Harga sewa kamar (apartement saya) sebesar 63.000 yen/bulan, bertype standard yaitu 1LDK (living dining kitchen) terdiri dari hanya satu kamar tidur berukuran sekitar 3 x 4 meter, satu living room, satu dapur dan kamar mandi merangkap toilet. Dengan perincian 55.000 yen (sewa kamar) + 5000 yen (sewa parkir mobil) + 3000 yen (administrasi maintanance apartement).
Umumnya harga sewa kamar sangat dipengaruhi oleh tiga hal yaitu lokasi (pusat kota atau daerah pinggiran), jarak stasiun (semakin dekat stasiun semakin mahal) dan umur bangunan. 
Perlu sedikit diketahui bahwa, untuk transaksi sewa awal, selain biaya sewa kamar itu sendiri, ada beberapa biaya tambahan yang harus kita bayar seperti uang kunci (key money), biaya jaminan asuransi kerusakan, biaya komisi agent dll yang umumnya kalau ditotal semuanya akan menjadi sekitar 3 bulan biaya sewa bulanan. Sebagian biaya tersebut ada yang dikembalikan saat kontrak berakhir namun ada juga yang tidak dikembalikan. Semuanya disebutkan secara jelas pada kontrak sewa yang kita tandatangani.



Untuk apartement yang hanya 1K (1kamar+kitchen+toilet) biasanya sekitar 30.000 yen/bulan.




BIAYA MAKAN DAN MINUM
IchiRan Ramen kesukaan saya
Merupakan pengeluaran terbesar saya kedua setelah biaya rumah. Harga rata rata makan di restoran termurah adalah sekitar 1.000 yen untuk makan siang dan 1.500 yen untuk makan malam. 

Kalau memilih waktu makan tepat pada saat jam makan siang, maka harga menjadi lebih murah 500 - 1.000 yen malah lengkap dengan dessert, ice cream, kopi atau minuman lain. 

Sedangkan kalau memesan secangkir kopi di luar jam makan siang, harganya adalah 350 yen/cangkir.

Untuk harga yang lebih ekonomis kebanyakan orang membeli bento di convenience store (konbini) dengan harga berkisar 350 - 600 yen. Minuman seperti kopi, teh, juice ataupun air mineral bisa dibeli di sembarang tempat seperti vending machine misalnya dengan harga berkisar 100 s/d 150 yen (ada juga vending machine yang 50 yen tapi sangat jarang). Harga rokok sekitar 400 - 500 yen tergantung merk rokoknya. 

Kemudian pilihan lain yang tidak kalah populernya adalah restoran cepat saji seperti Mc Donald atau Kentucky (tanpa nasi putih) serta Yoshinoya, Sukiya dan Matsuya (dengan nasi). Harganya adalah kurang lebih sama saja dengan harga bento 350 - 600 yen.


Untuk harga yang termurah sepertinya adalah dengan memasak sendiri dan membawa bekal untuk makan siang di sekolah atau tempat kerja seperti yang dilakukan oleh kebanyakan orang Jepang.



Harga beras Jepang kualitas termurah adalah sekitar 400 yen perkilo (beras impor lebih murah lagi), daging ayam 300 gram sekitar 200 - 300 yen. Harga lauk yang paling murah mungkin adalah telor yaitu sekitar 150 - 200 yen untuk satu pak isi 10 butir.



Bagi yang vegetarian sepertinya harus membayar sedikit lebih mahal karena umumnya harga buah dan sayur relatif mahal kalau dibandingkan dengan harga daging. Hampir semua sayur atau daging murah adalah produksi import sedangkan produksi dalam negeri umumnya berharga sedikit lebih mahal.


Pengeluaran saya sebulan untuk makan dan minum sekitar 45.000 yen (bikin sendiri+kadang makan di luar). Kalau tiap hari masak sendiri 30.000 yen perbulan cukup untuk 2 orang (saya dan istri).


BIAYA TRANSPORTASI
Stasiun Meitetsu Gifu
Kereta api, bus dan sepeda adalah alat transportasi paling umum digunakan di negara ini. 

Untuk bus kota di Nagoya (Nagoya bus) harga yang harus dibayar adalah jauh/dekat 200 yen, kalau busnya lewat tol jauh/dekat 210 yen, masuk lewat pintu depan, bayar langsung, turun lewat pintu tengah. Sedikit berbeda dengan Gifu bus, yang masuk dari tengah, ambil karcis, dan biaya bus bisa dilihat di layar depan di dekat sopir, ketika turun lewat pintu depan dan bayar. Paling dekat 200 yen, biaya bus semakin bertambah seiring semakin jauh kita pergi.
Sedangkan untuk kereta dan subway harga termurah adalah 180 yen (JR Nagamori eki - JR Gifu Eki), Untuk satu sampai tiga stasiun yang jarak masing masing stasiun berkisar antara 1-3 km biasanya sekitar 200 yen. Untuk pelajar dan karyawan yang umumnya memiliki rute perjalanan yang sama setiap hari biasanya akan membeli karcis freepass bulanan yang bisa dipakai sepuasnya selama satu bulan untuk rute yang sama. 
Disamping itu ada juga one day ticket, yaitu karcis yang bisa dipakai sepuasnya selama satu hari untuk jalur mana saja.



Transportasi yang paling murah dari yang paling murah mungkin sepeda adalah jawabannya. Sepertinya hampir kebanyakan orang Jepang memiliki kendaraan murah dan sehat ini. Situasi jalan di Jepang yang teratur dan cukup lebar sepertinya menjadi salah satu sebab kebanyakan orang menjadikan sepeda sebagai alat transportasi utama. 

Bukan pemandangan aneh melihat pria berpakaian kerja lengkap, jas dan dasi, berangkat kerja dengan mengendarai sepeda. Demikian juga ibu rumah tangga mengantar anaknya ke sekolah dengan menggunakan sepeda. Harga satu sepeda termurah sekitar 10.000 yen.

Sedangkan khusus untuk mobil umumnya termasuk kemewahan bukan karena harga mobilnya namun karena sewa parkir dan garasi yang cukup mahal. Untuk daerah perkotaan, biaya parkir per 15 menit adalah sekitar 100 yen (setiap lokasi berbeda2 tergantung lokasi) kemudian untuk parkir bulanan adalah adalah sekitar 20.000 yen (di kota besar seperti Nagoya, ada yang lebih mahal lagi, sekali lagi tergantung letak strategisnya parkiran).
Pernah saya dengar untuk parkir mobil di Shinjuku Tokyo 70.000 yen/bulan. Gila bukan?

Jadi wajar kalau mobil umumnya dimiliki oleh mereka yang tinggal di daerah pedesaan (karena biaya parkir murah bahkan ada yang gratis) atau mereka yang sudah berkeluarga dengan satu anak atau lebih.


BIAYA LISTRIK, AIR, GAS
Contoh tagihan gas
Biaya ini biasanya harus dibayar terpisah, jadi tidak termasuk harga kamar. Totalnya umumnya adalah sekitar 10.000 yen, dengan perincian sebagai berikut : listrik 3000-5000 yen, air 1000-2000 yen/bulan (khusus untuk air biasanya 2 bulan sekali bayarnya), gas 4000-8000 yen. Pemakaian gas dan listrik biasanya meningkat seiring datangnya musim dingin yaitu untuk pemanas, hot karpet, dan air panas. 

Pernah pada musim dingin tagihan gas saya mencapai 20.000 yen (belum termasuk listrik dan air), karena sering pakai air panas (air panas baik untuk kamar mandi dan wastafel menggunakan gas).


BIAYA TELEPON & INTERNET
Smartphone dan komputer saya
Untuk masalah komunikasi, baik telepon maupun internet umumnya semua rumah atau kamar apartemen di Jepang sudah dilengkapi dengan sambungan telepon dan internet. Biaya bulanannya untuk internet adalah sekitar 3.000 -8.000 yen per bulan dengan pemakaian tidak terbatas (tergantung paket internet). 

Sedangkan untuk telepon tentu saja kebanyakan orang lebih senang membicarakan handphone (Hp) daripada telepon rumah. Antara biaya Hp dengan telepon rumahan sebetulnya tidak banyak perbedaan. 

Umumnya kebanyakan orang rata rata membayar sekitar 4000 - 8000 perbulan. Kalau biaya HP saya 5200 yen/bulan (bayarnya langsung dipotong dari rekening bank), itu sudah termasuk paket internet sepuasnya. Biaya ini biaya dasar, kalau pakai untuk telepon provider lain dan sambungan internasional tentu akan lebih dari 5.200 yen per bulan. Biasanya saya menggunakan aplikasi LINE untuk telepon dan chat ke teman yang lain provider, sedangkan untuk telepon ke Indonesia saya menggunakan SKYPE. Jadi bisa hemat.

Alternatif lain menggunakan internet cafe (Manga Kisha) dengan harga sekitar 200-500 yen per 30 menit (bukan hanya internet saja, tapi bisa baca komik, minum sepuasnya, main game dll), ada paket khusus juga contohnya 1000yen/2jam dll (tergantung internet cafenya juga). Setahu saya, tempat kursus bahasa, sekolah privat dan universitas juga menyediakan internet gratis yang bisa dipakai selama sekitar 30 menit sampai 1 jam. Jadi untuk sekedar kirim atau baca email sepertinya sudah lebih dari cukup.


BIAYA HIBURAN

Nonton bioskop Iron Man 3 4DX
Hiburan yang paling murah dari yang termurah adalah siaran televisi. Harga televisi ukuran terkecil yaitu 14 inch adalah sekitar 10.000 yen untuk kondisi baru namun dengan model lama. Untuk harga yang lebih murah Anda bisa mendatangi toko yang menjual barang bekas (Recycle Store)

Bagi yang gemar menonton film , orang Jepang umumnya lebih memilih rental DVD seperti Tsutaya dll ketimbang mendatangi gedung bioskop yang memasang karcis masuk 1000-3000 yen/orang (waktu itu saya nonton bioskop Iron Man 3 4Dx tiketnya 3000 yen) sedangkan untuk rental DVD, dengan uang yang sama (1000 yen) kita bisa mendapatkan 3 judul film. Tentu saja, untuk film terbaru kita harus menunggu dengan lebih sabar karena untuk versi rentalnya biasanya keluar beberapa minggu setelah masa tayang di bioskop.

Tapi karena saya bukan orang Jepang saya tidak menyewa DVD. Salah satu alasannya adalah dengan koneksi internet super cepat bagai Shinkansen, sewa DVD adalah buang2 uang bagi saya. Lebih baik streaming langsung lihat di komputer, tidak usah download!! karena hanya menghabiskan kapasitas Hard Disk. Selain lihat film, komputer bisa dibuat main game, menulis sesuatu yang bermanfaat buat para blogger dan lain-lain.

Jadi saran saya lebih baik beli komputer lalu pasang internet . Itu adalah hiburan yang terbaik dan termurah!!


Biaya Asuransi dan Pajak Penghasilan

Kartu Asuransi
Tanpa memiliki asuransi kesehatan, berobat ataupun sakit saat berada di negara Jepang bisa jadi merupakan malapetaka besar karena biaya rumah sakit yang tergolong sangat mahal dan mencekik. Namun dengan memiliki asuransi kesehatan maka 70% dari biayanya akan ditanggung oleh pihak asuransi jadi kita cukup membayar sisanya saja sejumlah 30%. Jadi asuransi kesehatan mempunyai fungsi yang sangat vital dan wajib untuk dimiliki oleh setiap orang tidak terkecuali oleh orang asing yang berdomisili di negara tersebut.

Biaya minimal untuk berobat ringan seperti demam atau sakit gigi misalnya di klinik atau rumah sakit adalah sekitar 1000 yen. Harga tersebut sudah termasuk asuransi, jadi bisa dibayangkan betapa mahalnya biaya yang harus dikeluarkan bagi mereka yang tidak memiliki asuransi. 

Rata rata biaya asuransi yang harus dibayarkan adalah sekitar 5000-7800 yen perbulan. Untuk standar orang Jepang, biaya asuransi ini dianggap masih kurang sehingga umumnya memiliki lebih dari 1 asuransi kesehatan atau membayar asuransi yang lebih mahal.

Untuk besarnya pajak penghasilan (gensen) tergantung dari penghasilan setahun dan punya tanggungan istri dan anak apa tidaknya. Tiap orang pasti beda-beda, tidak adil donk orang yang penghasilannya 200ribu yen punya anak 10, pajaknya disamain dengan orang yang masih single dengan penghasilan yang sama. Nah pajak penghasilan ini dibayar setahun sekali. Karena saya belum setahun tinggal dan kerja di jepang saya masih belum ditagih pajak tinggal.

Bagi yang memiliki mobil di Jepang, pengeluaran dipastikan lebih banyak lagi. Selain setiap bulan harus bayar tempat parkir, harus bayar juga asuransi mobil, dan setiap tahun bayar pajak mobil (kalau di Indo SAMSAT), belum lagi inspeksi mobil berkala (shaken). Karena itu di Jepang memiliki mobil itu suatu kemewahan, bukan karena harga mobilnya, tapi ya yang disebutkan tadi di atas.




Kesimpulan
Dari semua biaya di atas, biaya hidup saya sebulan minimal sebagai berikut

1
Biaya tempat tinggal
63.000

2
Biaya makan dan minum
45.000

3
Biaya transportasi
(dengan catatan sehari-hari naik sepeda)
10.000

4
Biaya listrik air dan gas
10.000

5
Biaya telepon dan internet 
5.200

6
Biaya hiburan
5.000

7
Biaya asuransi
7.800

8
Biaya lain-lain
4.000




Total
150.000

Namun disamping itu, banyak juga teman-teman yang melaporkan bahwa mereka bisa hidup dengan jumlah uang yang jauh lebih kecil. Jadi biaya yang saya sebutkan dianggap cukup besar sehingga masih ada sisa untuk ditabung atau dikirim ke Indonesia. Beberapa biaya yang bisa dikurangi adapun penghematan yang bisa dilakukan umumnya terletak pada sewa rumah, misalnya sekamar untuk dua orang, mengurangi jatah biaya makan dengan memasak sendiri, mengurangi biaya hiburan, biaya jalan jalan dan masih banyak lagi.

Bagi pelajar dan tinggal di asrama mahasiswa tentunya jumlah biaya yang bisa dihemat akan jauh lebih besar lagi karena sewa kamar yang umumnya sangat murah. Demikian juga untuk golongan tenaga magang atau training sepertinya mempunyai living cost terkecil karena akomodasi dan transportasi serta sebagian biaya asuransi biasanya ditanggung oleh perusahaan.


Demikian sekilas tentang biaya hidup saya tinggal di Jepang

Semoga bermanfaat.

Entri Populer