Showing posts with label Resep. Show all posts
Showing posts with label Resep. Show all posts

Wednesday, May 6, 2015

Ekiben khas Mori Town

Ekiben khas Mori Town

Hujan-hujan begini paling enak ngemil yang hangat-hangat ya Sahabat KDJ...

Heeeemmm jadi ingat waktu ke Hokkaido musim panas tahun lalu, waktu hujan-hujan ngemil ekiben khas Mori Town.

 *Ekiben (Eki Bento) adalah nasi bekal/nasi kotak yang dijual (biasanya) untuk para penumpang kereta api.

Habis beli dua kotak ekiben di Mori Eki (stasiun KA di Mori Town) lalu dengan hati senang saya bawa ke luar dan saya makan di mobil bersama suami saya, kesannya biar lebih romantis begitu, ehem eheemm... Ya iyalah, wong lagi hujan masa mau dimakan diluar mobil.???

Pelan-pelan saya buka bungkus obento-nya, obento-nya mini, kira-kira di dalamnya apa ya.??? Dan... Taraaaaa di sana tergeletak dua ekor cumi-cumi gendut dan warnanya coklat.

Aroma cumi-cuminya pun langsung tercium. Saya sempat komplain waktu itu "Loh kok cuma dua saja, mana bisa kenyang??? Mana coklat lagi warnanya, masa mau sarapan cumi-cumi gendut rasa coklat.???"

Lalu suami saya tertawa sambil bilang "Sudah, maem saja, enak kok" Dengan penuh tanda tanya, tanda seru dan tanda baca yang lain, saya mulai mencabut tusuk gigi yang diselipkan di cumi-cumi gendut tadi, dan ooohhh... Ternyata di dalam perut cumi-cuminya ada nasinya!!!

Wah saya langsung sumringah... Lalu saya mulai makan cumi-cumi berisi nasi tadi, nyaaaamm...

Ternyata enak banget dimakan hangat-hangat, rasanya ga manis tapi lezat, cumi-cumi-nya berasa banget.
Dan dua cumi-cumi gendut berisi nasi tadi ternyata bisa membuat saya kenyang. Hehee...

Sahabat KDJ, kira-kira ada yang tahu nama ekiben apa yang saya maksud ini.???

Atau mungkin ada yang sudah pernah makan.???

Karena ekiben khas Mori Town ini ternyata dijual juga di Honshu.


Cara memasaknya kurang lebih seperti ini:

  • Cumi-cumi dibersihkan dalamnya, dan juga tentakel-nya dipotong.
  • Setelah dicuci bersih, perut cumi-cumi yang kosong tadi diisi dengan beras ketan secukupnya (beras ketannya sudah dicuci bersih).
  • Lalu dibagian tubuh cumi-cumi yang dipotong tadi, ditutup dengan menggunakan tusuk gigi, supaya berasnya tidak keluar waktu cumi-cuminya dimasak nanti.
  • Cumi-cumi yang berisi beras ketan tadi direbus/dikukus dengan menggunakan soup dashi.
  • Lama memasaknya kurang-lebih 45 menit, tapi kalau belum begitu matang, bisa ditambah lagi waktunya.


Bagaimana, apakah Sahabat KDJ di Indonesia ada yang tertarik ingin mencoba membuatnya.???

Karena di Indonesia tidak ada dashi, untuk soup dashi-nya bisa diganti dengan soup yang lain kok, di Indonesia ada lebih banyak berbagai macam bumbu dan bahan makanan, jadi bisa sambil berkreasi juga, pasti sensasi rasanya berbeda-beda.

Enak, mudah dan sehat. Selamat mencoba.


8 September 2013
Penulis adalah admin page KdJ
 ~Widi Yokohama-Kanagawa~


Tuesday, May 5, 2015

Takoyaki たこ焼き







こんにちは sahabat KdJ

Takoyaki たこ焼き adalah jajanan khas jepang yg biasa di jual di acara2 matsuri juga mudah sekali di temukan di tempat2 perbelanjaan di sini.

Rasanya yg gurih juga khas cocok dengan lidah orang indonesia pada umumnya walaupun masih ada yg tidak suka.

Takoyaki terbuat dari tepung yg sudah di mix atau di campur, seperti tepung untuk membuat ホットケーキ Hotto keeki juga お好み焼き okonomiyaki, takoyaki biasanya di isi tako(gurita) yg telah di potong kecil2, cincangan kol, irisan daun bawang, jahe yg telah di potong kecil2, juga bahan seperti bubuk gorengan yg entah apa namanya hehe setelah matang di beri saus takoyaki, bubuk nori, ikan yg di sayat sangat tipis & di keringkan saya juga tidak tahu namanya & mayonaise biasanya, dalam prakteknya tako/gurita bisa di ganti atau di campur dengan udang, chikuwa, cumi, bahkan sosis ikan, jadi lebih tergantung dengan selera masing2.kalau saya sendiri lebih suka yg isinya udang & gurita.

Saya pernah di ajarkan cara membuat takoyaki oleh sensei di tempat belajar bahasa jepang, membuat takoyaki sendiri sangat menyenangkan & saya bisa makan takoyaki sampai puas.. hehehe

Shiga, 5 Maret 2014
Penulis adalah admin page Kehidupan di Jepang
-Nia Shiga-


Saturday, May 2, 2015

Waktu yang tepat berbelanja di Jepang




Hey sobat Kdj, Konbanwa.

Hidup di Jepang itu harus pintar-pintar, terutama dalam hal berbelanja.

Karena biaya hidup yang tinggi, kita di tuntut untuk hemat!.

Kali ini saya ingin mengajak sobat sekalian berbelanja.

Ayo.... siapa yang suka belanja..!!???

Tunjuk tangannya! hihihi

Pasti sudah banyak yang tau di jam-jam tertentu sebelum toko makanan tutup, ada diskon.

Khususnya untuk makanan sekali pakai (tidak tahan lama).

Diskonnya bisa sampai 70% lhoo...

Seperti sebelumnya, saya akan selalu menyematkan video di setiap cerita saya..

Ayo belanja...!!


Oleh Admin Page KdJ
Helmi Gunma


Sunday, April 12, 2015

Buku resep masakan Indonesia


Ketika saya sedang asyik membaca buku tentang masakan Indonesia yang ditulis oleh Enomoto Naoko dan Murakami Yuri (dalam rangka kangen masakan Indonesia neh), entah mengapa saya terperanjat melihat foto yang ada di buku.Lha ini kan admin KdJ wilayah Tokyo mbak Belda, kok bisa tiba2 nongol di buku ini? hehe
Setelah saya konfirmasi dengan yang bersangkutan memang benar itu dia.

Ternyata dari cerita admin Belda, dulu ada acara kumpul2 sama penulis dan guru masak yaitu Enomoto sensei, ternyata tinggal dekat rumah admin Belda. Enomoto sensei tiap bulan mengadakan kelas mengajar masakan Indonesia, yang namanya Selera Klub.
Hebat ya, Enomoto sensei, orang Jepang lho, tapi mengajar masakan Indonesia. Membuat buku tentang masakan Indonesia dalam bahasa Jepang lagi.


Buku ini sangat membantu saya untuk menterjemahkan nama bumbu dalam bahasa indonesia ke jepang.


Terima kasih Enomoto Sensei..

Yuk masak dulu yuk.. hehe

Cup Noodles rasa Mie Goreng

Cup Noodles Jepang Rasa Baru: Mie Goreng Indonesia
Baru baru ini Nissin Group memproduksi Cup Noodles rasa baru yaitu rasa Mie Goreng Indonesia 「インドネシア風甘辛焼そば」. 
Saya menemukan produk ini ketika saya mengunjungi konbini di dekat daerah saya kerja.

Cukup kaget ketika saya melihat tulisan "Indonesia" dan Bendera Merah Putih pada kemasan cup noodles keluaran Nissin ini, apalagi tertulis nama "Mie Goreng" dalam huruf katakana jepang 「ミーゴレン」. 


Namun ada rasa bangga karena ternyata Mie Goreng Indonesia telah dikenal dan dikonsumsi di jepang, meski rasanya disesuaikan dengan lidah orang jepang. 
Biasanya di dalam konbini telah disediakan air panas untuk menyeduh mie jika langsung ingin dimakan. Tetapi karena ini mie goreng, maka cara membuatnya sedikit berbeda dengan mie rebus pada umumnya.

Pertama buka segel dan tutup cup noodlenya kurang lebih sepertiga bagian sampai batas yang tertulis di atas tutupnya. lalu seduh air panas, tutup kembali hingga kurang lebih 3 menit. 


Jika sudah tarik dan buka penutup mie pada bagian pojok atas (lihat gambar no.1), maka akan tampak lubang untuk membuang air panas di dalamnya. 

Buang air panasnya, dan masukan bumbunya.
Terdapat 2 bumbu yakni kecap manis dan bawang goreng ala Indonesia (lihat gambar no.2). Kemudian aduk dengan sumpit.

Dekiagari!! rasanya enak sekali! 

Ditambah sayuran kol dan wortel di dalamnya menambah lezat mie goreng Indonesia ini. Pedasnya juga pas bagi lidah orang jepang. 

Harganya cukup murah hanya sekitar ¥170 per cup. Dan bahan-bahannya pun aman karena tak ada kontaminasi bahan yang tidak boleh untuk dimakan. Bagi para muslim yang tinggal di Jepangpun akan merasa aman karena tidak menggunakan bahan-bahan yang diharamkan.  

Wah, bangga nih rasa Mie Goreng Indonesia sudah diakui kelezatannya di sini. 


Penulis adalah admin Page KdJ ~Aditya Ehime~

Wednesday, March 20, 2013

Tsukushi si rumput liar

Makino Tsukushi (Hana Yori Dango)
Mungkin para pembaca mengenal pemeran utama dorama Hana Yori Dango yang bernama Makino Tsukushi. Dia sering disebut si "rumput liar", karena keberaniannya dan semangat hidupnya dalam menghadapi segala tekanan baik dari F4 maupun dari segi perekonomian keluarganya.

Tapi tahukah anda, bahwa Tsukushi itu sebenarnya adalah nama jenis rumput liar yang tumbuh di Jepang hanya pada musim semi saja?
Tsukushi (土筆)
Equisetum arvense adalah nama latinnya, bisa tumbuh dengan panjang sekitar 10 cm dengan diameter 3-5 mm ini bisa dimakan lho. Karena hari ini libur SHUNBUN (hari nasional awal musim semi) saya dengan istri ketika jalan-jalan di taman, secara kebetulan melihat Tsukushi yang tumbuh dengan lebat. Karena istri saya berkata rumput Tsukushi bisa dimakan, kami mencoba memetik Tsukushi yang tumbuh di sepanjang jalan dan memasaknya.
Tsukushi yang kami petik
Bersihkan batang yang menempel 
Siap untuk dimakan
Kegiatan memetik dan memasak Tsukushi hanya ojiisan dan obaasan (kakek dan nenek), yang melakukannya. Anak muda sangat jarang sekali melakukannya. Tetapi karena Tsukushi hanya tumbuh pada musim semi saja saya dengan semangat memetiknya dan tentu saja istri saya yang memasaknya.

Cara membuatnya hanya dengan merebus, kemudian ditiriskan lalu ditumis dengan minyak goreng dan diberi souyu. Rasanya sangat enak, benar-benar sangat enak. Meskipun yang kami petik cukup banyak, tetapi setelah dimasak menjadi mengecil dan kelihatan sedikit.

Hanya saja membersihkan batang Tsukushi satu-persatu cukup memakan waktu dan merepotkan, bagaikan membersihkan kepala kecambah yang berwarna hijau.

Saturday, February 9, 2013

Gyuudon

Gyuudon 牛丼
Kalau ditanya orang Jepang, makanan Jepang apa yang saya sukai? Pada awal saya datang ke Jepang jawaban saya Sukiyaki. Tetapi setelah makan gyuudon, jawaban saya berubah menjadi Gyuudon.

牛丼(gyuudon) yang kalau diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia secara langsung berarti, gyuu (sapi) don (mangkok) kalau digabungkan menjadi mangkok sapi. Lucu juga bukan.

Pertama kali saya makan gyuudon bukan di restoran, bukan juga buatan istri. Melainkan beli gyuudon instant di supermarket berupa sachetan (seperti indomie), sehingga bisa dimakan sewaktu-waktu bila perut lapar. Hanya tinggal masukkan ke dalam microwave, setelah beberapa menit pun bisa langsung dilahap.

Setelah gyuudon instant habis, istri saya membuatkan gyuudon untuk saya. Yang ternyata sangat mudah sekali membuatnya. Dan tentu saja rasanya jauh lebih enak dari yang instant (kalau bilang tidak enak, tidak dibuatin lagi soalnya. hehehe..)

Saya akan membagikan resep gyuudon yang saya terima dari istri saya, kepada pembaca setia blog KdJ.


Resep Gyuudon

Bahan Gyuudon :
  • Daging sapi
  • Bawang bombay
  • Shouyu (kecap asin jepang), bisa dibeli di supermarket Papaya yang ada di Indonesia.
  • Gula
  • Merica
  • Air
  • Nasi
Cara membuat :
  • Potong daging sapi, menjadi lembaran besarnya sesuai selera
  • Bawang bombay dikupas dan dipotong membentuk irisan segi empat.
  • Panaskan wajan yang telah diisi minyak secukupnya, setelah panas masukkan bawang bombay dan tumis sampai warna berubah menjadi kecoklatan.
  • Setelah itu masukkan daging sapi dan tumis sampai berwarna kecoklatan.
  • Masukkan merica, souyu, dan gula secukupnya.
  • Masukkan sedikit air, setelah mendidih coba cicipi rasanya.
  • Bila ada yang kurang bisa masukkan gula, souyu atau merica sesuai selera.
  • Siapkan nasi, taruh nasi di mangkok, kemudian tuangkan Gyuudon di atas nasi.

Sebagai penyedap, diatasnya sering ditambahkan benishoga (asinan jahe), campuran rempah dan cabe yang disebut shichimi atau telur ayam mentah sesuai selera. Tidak pakai juga tidak apa-apa.

Silahkan menikmati dan semoga bermanfaat.

Entri Populer