Tuesday, April 19, 2011

Mengenang dan Mengetahui Sejarah Istana Hiroshima di Jepang


Hiroshima Castle (広島城, Hiroshima-jō?) atau sering disebut istana ikan Koi (鯉城, rijō?) adalah istana yang terletak di kota Hiroshima, Prefektur Hiroshima, Jepang.

Pertama kali dibangun pada tahun 1589, Istana Hiroshima merupakan pusat kekuasaan daimyo wilayah han Hiroshima. Bom atom yang dijatuhkan di kota Hiroshima pada tanggal 6 Agustus 1945 menghancurkan seluruh bangunan istana. Istana yang ada sekarang merupakan replika yang dibangun pada tahun 1958 dan berfungsi sebagai museum sejarah Hiroshima periode sebelum Perang Dunia II.

Menara utama yang berwarna hitam seperti warna ikan koi atau parit di sekeliling istana yang banyak terdapat ikan koi menjadi alasan Istana Hiroshima dikenal sebagai istana ikan koi.

Tim bisbol kebanggaan Hiroshima bernama Hiroshima Tōyō Carp karena Carp dalam bahasa Inggris berarti ikan Koi .

Konstruksi

Istana Hiroshima dibangun di atas tanah delta yang lembek, distribusi bobot tembok batu yang harus merata memerlukan teknik khusus. Bangunan istana yang asli dibangun dari kayu dan selesai sekitar tahun 1592 atau tahun 1599.


Lantai atas tembok batu bangunan Honmaru yang terdiri dari dua tingkat menjadi runtuh akibat perbaikan yang dilakukan oleh Fukushima Masanori. Hasil perbaikan yang gagal oleh Fukushima Masanori masih bisa dilihat sekarang ini.


Sejarah
Zaman Sengoku

Pembangunan istana dimulai pada tahun 1589 oleh pemimpin klan Mōri yang bernama Mōri Terumoto. Istana dibangun di lokasi yang bernama Gokamura di delta sungai Ōta. Lokasi istana dianggap strategis karena sungai dapat dijadikan sebagai sarana transportasi.

Istana Yoshidakōriyama di kota Akitakata yang pernah menjadi pusat kekuasaan klan Mōri merupakan istana di atas gunung (yamajiro) dengan pertahanan yang tidak dapat ditembus walaupun berkali-kali pernah diserang musuh. Di zaman Sengoku yang diwarnai perang perebutan wilayah, Istana Yoshidakōriyama terletak di lokasi yang strategis bagi klan Mōri karena letaknya di tengah-tengah daerah San-in dan Sanyō.

Keadaan politik dalam negeri Jepang menjadi stabil di tahun terakhir era Tenshō dan klan Mōri telah menjadi penguasa (taishu) 9 provinsi di wilayah Chugoku senilai 1.200.000 koku, tapi pekerjaan mengurus pemerintahan mulai berkurang. Istana Yoshidakōriyama berada di gunung di lokasi terpencil yang tidak cocok sebagai pusat perdagangan sehingga klan Mōri berniat untuk pindah. Klan Mōri memilih lokasi dataran rendah di pinggir laut untuk membangun kota istana sebagai pusat transportasi di Laut Pedalaman Seto yang merupakan jalur perdagangan. Pendapat lain mengatakan rencana pembangunan istana di dataran rendah sudah dipikirkan oleh kakek Mōri Terumoto yang bernama Mōri Motonari.

Pembangunan istana merupakan proyek besar dengan tahap pertama berupa pengurukan busung pasir di sungai dan pengerukan bagian tanah yang berair untuk membuat parit. Konstruksi istana menggunakan model istana abad pertengahan dengan mencontoh Istana Osaka. Susunan bangunan mengikuti model rumah kediaman resmi Toyotomi Hideyoshi di Kyoto yang bernama Jurakudai.

Ketika istana dibangun, Toyotomi Hideyoshi sedang melancarkan perang penaklukan Joseon yang disebut Perang Tujuh Tahun. Toyotomi Hideyoshi ingin menjadikan Istana Hiroshima sebagai garis belakang invasi ke Joseon dan membantu dalam soal teknik pembangunan istana. Penasehat pribadi Hideyoshi yang bernama Kuroda Josui diutus untuk membantu pembangunan istana. Ada cerita yang mengatakan Hideyoshi sendiri datang menginap di Hiroshima untuk mengawasi pembangunan istana. Dua menara kecil kabarnya dibangun di sebelah selatan dan timur menara utama.

Pembangunan istana berhasil diselesaikan pada tahun 1599. Sewaktu baru saja selesai, kemegahan istana kabarnya bisa menjadi saingan Istana Osaka, tapi sayangnya bentuk bangunan sebelum dirombak oleh Fukushima Masanori tidak diketahui secara pasti.


Zaman Edo

Istana Hiroshima pindah tangan ke Fukushima Masanori setelah wilayah kekuasaan klan Mōri dirampas oleh Tokugawa Ieyasu akibat kalah dalam Pertempuran Sekigahara. Klan Mōri dipindahkan ke dua provinsi Bōchō (provinsi Suō dan Nagato) (wilayah han Chōshū).

Pada tahun 1619, Fukushima Masanori menerima hukuman pemecatan karena melakukan perbaikan istana yang rusak akibat banjir tanpa seizin Keshogunan Tokugawa. Fukushima Masanori dipindahkan ke Kawanakajima di provinsi Shinano dan Asano Nagaakira dari provinsi Kii Wakayama ditunjuk sebagai penguasa istana yang baru. Dimulai dari Asano Nagaakira, klan Asano menjadi penguasa Hiroshima selama 12 generasi atau sekitar 250 tahun. Penguasa wilayah han Akō bernama Asano Takumi no kami yang menjadi latar belakang peristiwa Chūshingura merupakan percabangan dari klan Asano.

Istana Hiroshima dulunya merupakan istana yang sangat luas di masa pemerintahan han Hiroshima. Parit dalam, parit tengah dan parit luar berada dalam radius 1 kilometer dari bangunan istana. Istana yang terlihat sekarang ini luasnya sudah sangat berkurang setelah parit luar diuruk pada tahun 1911 dan parit tengah teruruk dengan puing-puing bangunan setelah ledakan bom atom.

Di dalam kota Hiroshima sekarang ini masih bisa ditemui nama tempat dengan akhiran hori (堀?, parit) seperti Hatchōbori dan Yagenbori. Hatchōbori terletak sekitar hachi (八?, delapan) chō (sekitar 880 meter) di bagian timur parit luar. Taman Jepang bernama Shukkeien yang terletak disebelah timur Istana Hiroshima, dulunya masih berada di dalam lingkungan istana.

Bagian selatan parit luar sekarang menjadi jalan raya Aioi-dōri yang membujur dari timur ke barat. Persimpangan Kamiya-chō nishi (depan Sogō Hiroshima) dulunya merupakan lokasi pintu gerbang utama istana. Jalan raya Shirokita-dōri dulunya merupakan ujung sebelah utara istana. Air untuk mengaliri parit luar diambil dari sungai Hongawa (sungai Kyū-ōtagawa) dekat jembatan Misasabashi.



Daftar daimyō penguasa Istana Hiroshima

1. Mori Terumoto (1591-1600)*menerima 1.120.000 koku
2. Fukushima Masanori (1600-1619), menerima 498.223 koku
3. Asano Nagaakira (1619-1632), menerima 426.500 koku**
4. Asano Mitsuakira (1632-1672)
5. Asano Tsunaakira (1672-1673)
6. Asano Tsunanaga (1673-1708)
7. Asano Yoshinaga (1708-1752)
8. Asano Munetsune (1752-1763)
9. Asano Shigeakira (1763-1799)
10. Asano Narikata (1799-1830)
11. Asano Naritaka (1831-1858)
12. Asano Yoshiteru (1858-1858)
13. Asano Nagamichi (1858-1869)
14. Asano Nagakoto (1869-1869)

*Tahun di dalam tanda kurung adalah tahun berkuasa di Istana Hiroshima dan bukan tahun masa hidup
**Daimyo setelah Asano Nagaakira semuanya menerima 426.500 koku







Zaman Meiji hingga berakhirnya Perang Dunia II

Pada tahun 1871, Garnisun Kyushū yang merupakan satu dari enam garnisun yang dibentuk militer Jepang ditempatkan di dalam istana. Peran Hiroshima semakin penting sebagai kota militer setelah Garnisun Kyushū ditingkatkan menjadi Garnisun Hiroshima di tahun 1873. Fasilitas militer seperti resimen ke-11 pasukan infantri dan sekolah taruna angkatan darat Hiroshima juga berada di dalam lingkungan istana.

Di masa Peperangan Jiawu, markas besar angkatan perang kekaisaran Jepang (Daihonei) pindah untuk sementara ke dalam lingkungan istana karena letak Tokyo yang terlalu jauh dari medan pertempuran. Dari tanggal 15 September 1894 hingga 27 April 1895, Kaisar Meiji tinggal untuk sementara di Hiroshima. Parlemen kekaisaran Jepang juga pindah untuk sementara ke dalam lingkungan istana. Sampai berakhirnya Peperangan Jiawu, Hiroshima sebenarnya sempat menjadi ibu kota Jepang walaupun hanya beberapa bulan.

Di dalam lingkungan istana masih bisa dilihat situs bersejarah bekas markas besar angkatan perang kekaisaran Jepang. Letak Hiroshima dianggap strategis untuk relokasi markas komando karena jalur kereta api Sanyō sudah sampai ke Hiroshima pada bulan Juni 1894 dan kapal perang ukuran besar dapat merapat di pelabuhan Ujina (sekarang Pelabuhan Hiroshima).

Pada tahun 1931, menara utama istana ditetapkan pemerintah sebagai pusaka nasional Jepang. Pada tanggal 6 Agustus 1945 pukul 08:15 pagi, bangunan istana terbakar habis akibat bom atom. Sisa-sisa bangunan istana tidak dapat dikenali, walaupun ada kesaksian yang mengatakan bahan bangunan dari istana dipakai oleh warga kota yang mengalami kesulitan hidup. Lokasi istana ditetapkan sebagai situs bersejarah pada tanggal 31 Maret 1953.


Bangunan yang ada sekarang

Di dalam lingkungan Istana Hiroshima hanya terdapat beberapa bangunan:

* Menara utama

Replika menara utama terbuat beton yang meniru tampak luar bangunan menara utama yang asli. Menara dibangun sehubungan dengan penyelenggaraan pameran pemulihan kota Hiroshima di tahun 1958. Bangunan terdiri dari 5 lantai dengan ketinggian 26,6 meter diatas batu fondasi yang berketinggian 12,4 meter di atas permukaan tanah.

* Menara pengawas (Ninomaru Hirayagura, Tamon yagura, Taiko yagura) dan pintu gerbang Omotegomon

Semuanya merupakan replika bangunan dari kayu yang selesai dibangun pada tahun 1994.

* Kuil Hiroshima Gokokujinja

Kuil Shinto yang menempati bekas Honmaru dan banyak dikunjungi orang yang melakukan Hatsumode di awal tahun baru.

* Bangunan lain:
stasiun televisi Chūgoku Hōsō (RCC) yang merupakan bagian jaringan televisi TBS, patung Ikeda Hayato (politisi kelahiran Hiroshima di zaman Meiji), lapangan bola voli dan air mancur.



Wednesday, April 13, 2011

OHKA Bom Jepang Berisi Manusia


Ohka (桜花, ōka?, bunga sakura) adalah salah satu pesawat yang digunakan dalam misi bunuh diri Angkatan Laut Kekaisaran Jepang (Kaigun) menjelang berakhirnya Perang Dunia II di medan Pasifik atau Perang Asia Timur Raya (Dai Toa Senso).
Gambar Ohka
Kamikaze yang resmi dibentuk Laksdya Takijiro Ohnishi pada 20 Oktober 1944, dalam kenyataannya bukanlah hanya terdiri dari pesawat terbang bermuatan bom yang ditabrakkan pilotnya ke kapal perang musuh. AL Jepang juga menyiapkan bom terbang, berupa roket bermuatan peledak. bom terbang ini dijatuhkan dari sebuah pesawat pengebom. Begitu lepas dari pesawat induknya, mesin roket akan menyala dan melesatkan roket ke arah sasaran. Pengendalinya seorang pilot, karena sistem kendali radio waktu itu masih dalam pengembangan




Seorang letnan muda AL bernama Shohichi Ota dikenal sebagai pencetus gagasan bom terbang ini. Ia berpikir, basil serangan bunuh diri dengan senjata ini akan jauh lebih besar dibanding pesawat terbang bermuatan bom. Sebab kecepatan roket lebih tinggi dan muatan peledaknya pun lebih besar. Ota diketahui berusaha keras `menjual’ gagasannya kepada atasannya. Pada suatu hari pertengahan 1944, ia datang ke Laboratorium Riset Aeronautik AL dan menemui pimpinan bagian perancangan “Pesawat Masa Depan”, Letkol Tadano Mild, seorang perwira teknik yang andal.

Profil Ohka yang merupakan bom terbang bertenaga roket yang dikendalikan seorang pilot. Sejumlah pesawat pengebom Jepang, Mitsubishi G4M2, yang bisa berfungsi sebagai penggendong Ohka sebelum diluncurkan ke target musuh.

Dalam pertemuan yang dihadiri pimpinan laboratorium Laksamana Misao Wada dan beberapa perwira peneliti lainnya, Letda Oka menjelaskan konsep bom roketnya yang dapat dilepaskan dari sebuah pengebom serang Betty dari Mitsubishi. Propelan roket ini adalah kondensasi hydrogen peroxide dan hydrated hydrogen. Bahan bakar cair yang dikembangkan Mitsubishi ini telah dimanfaatkan AD Jepang guna mengembangkan roketnya. Ota mengatakan propelan ini pun dipakai Jerman untuk roket Komet. Tetapi Mild tak terkesan. “Ini orang pasti tolol. Beginikah yang ia sebut sebagai senjata baru?” pikir Mild.

Dikendalikan pilot

Mild lalu bertanya mengenai sistem pengendaliannya, namun Letnan Ota tidak segera menjawab dan malah tampak agak gelisah. Mild pun mengulang pertanyaannya, dengan menerangkan bahwa yang ia maksud adalah peralatan untuk memastikan bahwa roket akan tepat mengenai sasarannya. Ota lalu mengangguk dan menyahut. “Seseorang yang berada di dalamnya.” Mild tak percaya dengan apa yang ia dengar. “Apa,” teriaknya bercampur antara tidak percaya dan marah. “Kamu benarbenar idiot. Kita tidak akan pernah membuat barang semacam itu,” tambah Mild.


Sejumlah tentara Jepang sedang mengerumuni Ohka Glide Bomb di suatu tempat yang kemudian tidak jadi diterbangkan.

Wajah Ota memerah, tetapi berusaha tenang. Dia lalu mengingatkan betapa posisi Jepang dalam perang ini semakin mencemaskan. Musuh menguasai udara, dan Jepang tidak mungkin menghentikan kekuatan invasi musuh hanya dengan cara konvensional. “Rencana saya adalah menghancurkan armada kapal induk musuh dengan menabrakkan diri guna membalikkan situasi. Ini vital buat kelangsungan hidup negara kita. Karena itu kita harus membuat senjata ini”.

Perdebatan sengit itu berakhir ketika Letkol Mild bertanya kepada Ota. “Kamu menyarankan senjata ini ditabrakkan ke sasaran, tetapi siapa yang akan memilotinya.” Langsung Letnan Ota menjawab, “Tentu saja saya yang akan melakukan.” Seusai pertemuan, Mild curiga bahwa Laksmana Wada selaku pimpinan laboratorium riset AL diam-diam telah mendukung gagasan Ota, dan bahkan akan merekomendasikannya kepada jajaran lebih tinggi di Mabes AL.


Profil Ohka dalam kondisi utuh dan ditempatkan di museum Smithsonian, AS. Ohka Model 22 ini dibawa dari Jepang pada Desember 1945 dan baru masuk Smithsonian tahun 1948.

Ternyata benar. Wada meneruskan gagasan Ota kepada Departemen Aeronautik AL, yang langsung menindaklanjutinya. Akhirnya hal ini sampai ke kalangan pimpinan Staf Umum Mabes AL. Mereka tertarik karena senjata ini mungkin memang berguna dalam Operasi Sho yang akan dilancarkan untuk menahan invasi Amerika. Pertengahan Agustus 1944 keluar instruksi kepada Laboratorium Riset Aeronautik AL agar memulai produksi percobaan bom roket yang diberi nama sandi Maru Dai. Maru artinya lingkaran, dan Dai yang juga bisa dibaca sebagai “0″, adalah untuk menghormati penemunya, Shoichi Ota. Mild pun menyerah.

Bunga ceri yang meledak

Bom terbang ini dirancang memiliki panjang 6,07 m, tinggi 1,16 m, dan rentang sayap 5,12 m. Roket sayap beratnya 140 kg, roket pada badan 360 kg, dan badan pesawat sendiri 440 kg. Bahan peledaknya mencapai 1.200 kg, sehingga berat seluruh bom terbang ini 2.140 kg. Berbagai uji coba secara intensif dilakukan, termasuk oleh Tadano Mild, perwira teknik yang semula menentang keras roket untuk serangan bunuh diri tersebut.

Situasi dan peta Kanoya Air Base di Kyushu yang merupakan pangkalan bagi grup kamikaze Korps Dewa Guntur.

Satu-satunya soal pada Maru Dai adalah jarak jelajahnya, paling banter hanya mencapai 60 km. Padahal jarak terbang pesawat Amerika untuk melindungi kapal perangnya mencapai 90 km. Ini berarti sebelum cukup mendekati sasaran, pesawat pengebom pembawa Maru Dai dapat diserang oleh pesawat patroli musuh. Karena itu tak ada jalan lain, pesawat pengebom Jepang harus mampu menembus patroli pesawat Amerika, serta mencapai jarak hanya 25-30 km dari sasaran untuk melepaskan bom terbangnya. Untuk itu diperlukan pesawat pemburu guna melindungi. Awal September, dari fasilitas laboratorium AL yang dijaga keras kerahasiaannya, muncul dua pesawat bom roket yang telah selesai dibuat.

Keduanya khusus untuk uji coba terbang, dan diberi nama resmi Ohka atau “Bunga Ceri yang Meledak”. Pada kedua sisi hidungnya, digambari bunga ceri berwana merah muda atau pink. Uji terbang dengan dilepas dari pengebom Betty dinyatakan berhasil, termasuk sebuah Ohka yang mampu didaratkan kembali oleh pilotnya. Namun ada juga pilot yang tewas ketika gagal melakukan pendaratan. Setelah rangkaian uji coba, bulan November mulai dilakukan latihan bagi para calon penerbangnya.

Korps Dewa Guntur

Para pilot yang tergabung dalam Korps Dewa Guntur (Thunder Gods Corps) ini dipimpin Kolonel Motoharu Okamura, yang sejak awal terlibat dalam program pengembangan Ohka serta pembentukan korps penerbangnya. Okamura sejak pertengahan 1944 selalu mengusulkan cara serangan khusus terhadap armada Amerika. Istilah ‘serangan khusus’ ini adalah sekadar untuk menghaluskan kata `serangan bunuh dire. Januari 1945 datang utusan Kaisar ke pangkalan korps, menyatakan penghargaan atas semangat para pilotnya yang ketika itu sudah lebih dari 150 orang.


Dua pesawat pengebom Mitsubishi G4 M2.

Selanjutnya korps disebar, antara lain ke Jepang bagian selatan juga ke pangkalan di Taiwan dan Shanghai. Markas besar korps ini di pangkalan udara Konoya di Kyushu, Jepang bagian selatan. Korps saat itu selain sudah memiliki 162 Ohka dan 72 pesawat induknya, juga mendapat 108 pesawat Zero tipe Z-Serang khusus untuk serangan bunuh diri. Sementara itu persiapan invasi musuh semakin terasa. Pesawat Amerika terus melakukan pengintaaian dan serangan terhadap berbagai sasaran di Jepang, termasuk mulai memakai pengebom strategis B-29.

Tanggal 17 Maret, Laksdya Matome Ugaki selaku Panglima Armada Udara Kelima AL menerima laporan adanya armada musuh yang mendekati Kyushu. Ugaki terus memantau. Pada dinihari 18 Maret is memerintahkan menyiapkan serangan all-out. Tetapi hari itu tak kurang dari 1.460 pesawat Amerika mendahului menyerang. Seusai serangan itu, Ugaki meminta Korps Dewa Guntur melakukan aksi pertamanya. Namun gempuran hebat Amerika datang lagi, sehingga rencana Jepang berkamikaze dengan mengoperasikan Ohta pun gagal.

Tugas yang Gagal

Baru pada 21 Maret datang perintah resmi untuk misi pertama Korps Dewa Guntur. Persiapan segera dilakukan, dan Letnan Kentaro Mitsuhashi beserta 14 pitnya tugas pertama menyerang dengan bom terbang. Mereka memotong kuku dan rambut, menaruhnya dalam kotak kayu bersama surat perpisahan 7agi orangtua masing-masing.

Sejumlah pilot andalan dari Korps Dewa Guntur sedang berpose di depan pesawat Zero sambil mengembangkan tawa (hawah). Tugas sebagai pilot kamikaze yang diyakini sebagai wahana untuk menjaga kehormatan bangsa dan nasionalisme tidak menyebakan mereka takut mati tapi justru dilaksanakan dengan penuh kebanggaan.

Upacara pelepasan dilakukan, dihadiri Laksamana Ugaki, sementara komandan korps Kolonel Dkamura terbata-bata mengucapan selamat jalan kepada 15 anak buahnya. Pada giliran Mitsuhashi untuk berbicara, ia hanya mengatakan, “Saya tidak punya kata-kata lain untuk disampaikan. Marilah kita mati bersama-sama.”

Serangan bunuh diri pertama dengan “ledakan bunga ceri” ternyata gagal. Pilot pesawat Zero pengawal yang berhasil kembali dengan pesawatnya penuh lubang peluru menuturkan, bahwa mereka disergap oleh sekitar 50 pesawat Amerika. Sehingga dalam tempo 10 menit, sembilan pesawat induk Betty dan dua pengebom lain khusus untuk tugas serangan bunuh diri, rontok dari udara. Pesawat Zero pengawal berusaha melawan, tetapi kalah dan harus berpencar. Beberapa Betty terpaksa membuang Ohta mereka sebelum waktunya, agar lebih lincah menghindari serangan pesawat musuh. Pilot Zero tadi melaporkan pada akhirnya tersisa empat Betty, yang kemudian terlihat terbang rapat sayap ke sayap dan bersama-sama menukik ke laut.

Meskipun pada debutnya gagal total, tetapi serangan dengan Ohka terus berlangsung. Hasilnya pada umumnya kurang sesuai seperti yang diharapkan. Sehingg Amerika pun bahkan mengejek senjata Jepang itu dengan sebutan Baka atau ‘Gila’, Akhirnya pada 22 Agustus atau satu minggu setelah takluknya Jepang, Korps Dewa Guntur dibubarkan atas perintah Armada Udara Kelima AL yang telah ditinggalkan oleh panglimanya Laksamana Ugaki. Dia telah melakukan serangan bunuh diri terakhir ke arah Okinawa dengan pesawat pengebom-tukik pada 15 Agustus. Komandan korps Kolonel Okamura sibuk membakari dokumen korpsnya. “Segala apa yang pernah kita buat dan jalankan, kini tinggallah jadi sejarah,” ujarnya.

Nasib Shoichi Ota, penemu Ohka, sesudah perang berubah misterius. Ada yang menyebutkan ia sebetulnya bukanlah penemu senjata bom terbang tersebut, melainkan hanya boneka yang diperalat oleh sementara tokoh AL. Mereka ini malu dan takut apabila diketahui sebagai penggagas serangan bunuh diri dengan bom terbang. Laporan lain menyebutkan Ota bersembunyi dan menyamar menjadi penduduk desa dengan berganti nama. Ada pula yang mengatakan ia pernah pinjam uang dari para mantan anggota Korps Dewa Guntur, tetapi lalu menghilang. Usaha melacaknya untuk keperluan sebagai sumber sejarah tidak pernah berhasil hingga sekarang.

Monday, April 11, 2011

kabar bahagia setelah tsunami jepang

cerita pertama

Akiko Kosaka, gadis pelajar asal Jepang yang tengah kuliah di University of California di Riverside, Amerika Serikat, sudah kehilangan harapan akan keselamatan keluarganya di Minami Sanriku. Apalagi, desa yang dihuni sekitar 17.000 kepala keluarga tersebut diberitakan telah hancur dan menyisakan banyak korban jiwa akibat terjangan gelombang laut setinggi lebih dari 3 meter.

Tiga hari lamanya Kosaka berusaha mencari tahu keadaan keluarganya. Baru pada hari ke-4 pascabencana ia menerima e-mail adiknya, Yukiko, telah diselamatkan dan mengungsi di sebuah sekolah. Akan tetapi, apa yang terjadi pada kedua orangtuanya, kakek dan nenek, serta kakaknya yang sebelumnya tinggal satu atap, ia belum tahu.

Hingga akhirnya ia mendapatkan kabar dari salah satu teman yang menghubunginya tentang keberadaan sebuah video berdurasi sekitar 45 menit di situs YouTube yang menunjukkan bahwa rumah keluarga Kosaka adalah satu-satunya rumah yang masih berdiri di antara puing-puing desa. Video tersebut dikabarkan menunjukkan kakaknya sedang melambai-lambaikan tangan ke kamera wartawan sambil mengatakan, "Kami semua selamat."

Kosaka panik ketika seharian mencari di internet, tapi tidak menemukan video yang dimaksud. Pertolongan akhirnya datang melalui sebuah e-mail yang melampirkan link dari video tersebut kepadanya.

"Saya kira mereka tidak selamat. Saya menangis selama tiga hari ini, Jumat, Sabtu dan Minggu," katanya sambil terisak-isak saat diwawancarai CNN.

Ketika menyaksikan video itu untuk pertama kalinya di rumah kontrakannya di Riverside, California, reaksi Kosaka mengejutkan semua penghuni rumah. "Saya berteriak, membuat penjaga rumah terbangun dan membuat mereka mengira sesuatu yang buruk telah terjadi. Mereka bertanya apa yang terjadi, saya berkata, mereka selamat!" teriaknya.

Dalam video tersebut, kakak Kosaka, Shoko yang berusia 24 tahun, sedang berdiri di beranda lantai dua rumahnya, tepat di luar kamar Kosaka. Ia berusaha menarik perhatian media yang membawa kamera video dan berpesan tolong sampaikan kepada saudaranya di California bahwa keluarganya baik-baik saja.

Saat diwawancarai, Kosaka masih berusaha mengirimkan pesan melalui video dan media lainnya dengan tujuan menyampaikan pesan ke Jepang bahwa ia sudah menerima pesan yang dikirim keluarganya. Kosaka masih harus melihat video yang menampilkan keadaan ayahnya, Natsumi, ibunya, Noriko, serta kakek dan neneknya.

Rumah keluarga Kosaka menjadi satu-satunya yang bertahan di desa Minami karena sekitar 5 tahun lalu ayahnya membangun rekonstruksi baru yang membagi rumah menjadi dua bagian lengkap dengan ruang bawah tanah. Rumah-rumah lain di desa itu sudah dimakan usia dan tidak diperbarui.

Dalam video YouTube yang melegakan tersebut tampak kakak Kosaka memegang papan bertuliskan "KELUARGA KOSAKA" lalu berteriak "Karena adik kami sedang berada di Amerika, tolong sampaikan bahwa kami semua selamat."

Dikatakannya, video tersebut ditontonnya berulang kali dan selama menonton itu dia terus menangis haru. Dia memperkirakan, telah menonton video tersebut setidaknya 50 kali dalam 24 jam.

Tak berhenti disini, Akiko masih mengkhawatirkan kondisi kesehatan keluarganya dan berharap segera mendapatkan pesan balasan dari mereka.


cerita kedua


Seorang lelaki ditemukan masih hidup Sabtu (19/3/2011) pagi ini di bawah reruntuhan rumahnya, delapan hari setelah tsunami menerjang bangunan itu, yang membuat pria itu sama sekali tidak mungkin untuk melarikan diri.

Semua harapan untuk menemukan korban yang bertahan hidup semula telah pupus akibat lamanya waktu berlalu dan suhu yang membeku. Pasukan dari departemen pertahanan sipil terkesima mendapati pria muda itu, yang dalam keadaan syok berat dan tak mampu bicara, dalam puing-puing rumah di kota Kesennuma di Prefektur Miyagi yang rusak parah.

Dia tidak tampak menderita luka berat. Namun, apa yang dialaminya telah mengakibatkan ia syok berat, kata para pejabat. Pria itu, namanya belum diketahui, tidak mampu bercerita kepada para petugas penyelamatnya apa yang terjadi dan apa yang dialaminya selama delapan hari tersebut.

"Rasanya menakjubkan bahwa kami dapat menemukan seorang korban yang bertahan hidup setelah melewati waktu selama ini," ujar seorang petugas pertahanan sipil.

Mungkin ada beberapa korban lain yang bertahan dapat ditemukan. "Kami berupaya sebaik mungkin mendatangi gedung-gedung yang sulit dijangkau dan setelah penemuan yang memberi harapan hari ini mungkin kami bisa menemukan beberapa korban lain yang masih bertahan," tuturnya.

Televisi Jepang menunjukkan lelaki itu berusia sekitar 20-an, diangkat dengan tandu dari reruntuhan rumahnya. Dia dibawa ke rumah sakit untuk pemulihan akibat syok, hipotermia, kelaparan, dan keletihan.

Friday, April 8, 2011

Etika bisnis negeri matahari terbit


Bapak Joko tampak bingung ketika memasuki ruang rapat di salah satu gedung perusahaan ternama di Jepang. Ia menemukan banyak muka masam yang melihat ke arahnya. Ketika ia duduk dan mulai berbicara, ekspresi masam tersebut tidaklah juga hilang, tapi malah bertambah. Ada apa gerangan? Apa yang salah? Ternyata Pak Joko terlambat 15 menit memasuki ruang rapat. Tak hanya itu, ia langsung memulai percakapan, dengan anggapan hal tersebut bisa menghemat waktu semua orang yang hadir.

Banyak pebisnis, terutama mereka yang sering bepergian, akan menemukan berbagai kebiasaan atau adat yang tidak mereka pahami. Perilaku dan tata cara dalam berbisnis bisa jadi berbeda-beda. Banyak yang bisa kita pelajari dari budaya luar tersebut, walau memang terkadang mengundang kebingungan sekaligus kekaguman. Bagi Pak Joko, terlambat 15 menit di negara asalnya sudah dianggap lumrah. Ketika ia langsung berbicara untuk menghemat waktu, di negaranya mungkin dianggap sebagai tindakan yang praktis dan to the point. Tetapi, di Negara Jepang, ternyata hal itu dianggap sebagai tindakan yang kurang sopan.
Di balik kebiasaan di setiap negara, tersimpan suatu tata krama dan tata cara khas yang menyiratkan budaya mereka. Pastinya, tidak semua bisa cocok jika diterapkan di tempat lain. Tetapi, kita harus memahami budaya suatu negara jika ingin berbisnis dan berinteraksi di negara tersebut. “Lain padang, lain belalang”.
Ibarat kata, di mana tanah dipijak, di situlah langit dijunjung. Kita harus menghormati budaya orang lain jika kita memang berniat untuk menjalin kerja sama. Hal ini berlaku untuk kedua belah pihak. Tak hanya untuk pihak yang berkunjung, pihak tuan rumah pun sebaiknya menghormati budaya pihak yang berkunjung. Tetapi biasanya, pihak yang berkunjunglah yang harus lebih menghormati pihak tuan rumah.
Coba kita amati sejenak bagaimana kebiasaan para pebisnis di negara matahari terbit. Orang-orang Jepang cenderung formal dan resmi dalam mengadakan suatu perjanjian atau pertemuan bisnis. Bagi kita, orang asing (atau “Gaijin”, sebutan orang Jepang untuk orang asing), kebiasaan berbisnis Jepang nampak sangat kental dengan budaya dan tradisinya, yang kemungkinan terasa kaku atau tidak terlalu cocok untuk diterapkan begitu saja di negara kita, dan bahkan di negara barat sekalipun.
Namun, jika kita perhatikan lebih dalam, ternyata banyak hal yang memang patut ditiru, seperti kebiasaan untuk lebih menghormati orang yang lebih tua, teliti dalam memperhatikan setiap detail, dan bahkan komitmen untuk bersenang-senang setelah menyelesaikan pekerjaan. Berikut adalah beberapa tradisi atau kebiasaan yang bisa kita amati dan bagaimana kita bisa mengadaptasinya untuk lebih memperkaya tata cara berbisnis kita.

Hormati Kartu Nama Orang Lain
Sebuah meeting di Jepang selalu dimulai dengan ritual pertukaran kartu nama yang dilakukan secara formal dan resmi. Ritual ini dinamakan Meishi Kokan. Dalam proses pertukaran kartu nama, orang yang diberi kartu menerimanya dengan kedua tangan, membaca kartu nama tersebut dengan teliti, membaca tulisan yang ada hingga terdengar oleh semua orang, lalu meletakkannya dalam tempat kartu nama, atau di atas meja di depannya (sehingga bisa langsung dibaca kembali apabila diperlukan). Kartu nama tidak pernah ditaruh di dalam kantong, karena dianggap tak sopan.
Pelajaran yang bisa diambil: Pertukaran kartu nama adalah cara untuk mengekspresikan rasa hormat dan menganggap penting orang lain dalam suatu pertemuan. Ini menunjukkan Anda menghargai pertemuan tersebut, sama dengan halnya Anda akan menghargai pertemuan-pertemuan selanjutnya.
Bagaimana kita mengadaptasinya: Mungkin akan terlihat konyol apabila Anda benar-benar melakukan tradisi Meishi Kokan di tempat lain. Tetapi, jika Anda menerima kartu nama dari orang lain, usahakanlah untuk membaca dan menyerap semua informasi yang ada di dalamnya. Tidak ada ruginya berusaha untuk mengingat nama lengkap orang tersebut. Sebaliknya, Anda akan terlihat kasar dan tidak sopan jika Anda langsung menjejalkan kartu nama tersebut ke dalam kantong terdekat.
Mengalah pada yang Lebih Tua
Sudah merupakan kebiasaan dalam meeting di Jepang untuk selalu memberi kesempatan pada orang yang lebih tua dan mempunyai jabatan tertinggi untuk memberikan pendapat atau komentar terlebih dahulu. Orang yang lebih tua juga selalu paling diperhatikan pendapat dan nasihatnya. Ketika membungkuk—tradisi menyapa Jepang—kita harus selalu membungkuk lebih dalam kepada orang-orang yang lebih senior.
Pelajaran yang bisa diambil: Budaya bisnis Jepang menghargai mereka yang lebih senior untuk kebijaksanaan dan pengalaman yang mereka bagikan ke perusahaan. Di Jepang, umur adalah sama dengan pangkat. Jadi, semakin tua seseorang, semakin dianggap penting pulalah dia.
Bagaimana kita mengadaptasinya: Kita bisa berusaha untuk sedikit mengalah kepada orang-orang yang lebih senior atau mereka yang berpangkat lebih tinggi. Jika Anda tidak setuju/berselisih pendapat dengan seorang manajer, keluarkan keluhan Anda secara pribadi di ruangan tertutup. Jangan pernah mempertanyakan otoritas dan kekuasaannya di depan orang lain. Ketahuilah bahwa mereka yang berada di atas Anda itu adalah memang orang-orang yang layak dipromosikan karena keahlian dan pengalaman mereka. Lain halnya jika mereka yang berada di atas Anda itu mencapai jabatannya lewat KKN, nepotisme dan suap. Anda lebih baik keluar dari perusahaan tersebut.
Tanamkan Motivasi Melalui Slogan
Banyak perusahaan Jepang memulai hari mereka dengan meeting pagi, dimana para pekerja berbaris dan menyanyikan slogan perusahaan sebagai salah satu cara untuk menanamkan motivasi dan kesetiaan terhadap perusahaan. Hal ini juga penting untuk menjaga agar semua karyawan tetap ingat akan maksud dan tujuan perusahaan.
Pelajaran yang bisa diambil: Sekilas, tradisi ini mungkin terlihat seperti aktivitas untuk “cuci otak” atau indoktrinasi. Tetapi, hal ini merupakan cara Jepang untuk menanamkan semangat kerja bagi seluruh karyawannya. Acara pagi ini berfungsi untuk terus mengingatkan misi dan visi perusahaan yang perlahan bisa menjadi kabur seiring dengan sibuknya hari-hari kerja.
Bagaimana kita mengadaptasinya: Ingatkan diri Anda setiap kali duduk di tempat kerja—apa yang sebenarnya Anda kerjakan. Refresh kembali visi, misi dan tujuan jangka panjang dalam benak Anda. Tetaplah sadar akan betapa pentingnya kerja sama tim dan seluruh perusahaan untuk mencapai tujuan tersebut. Buat daftar dari slogan Anda sendiri supaya bisa dibaca dan diingat lagi jika Anda sedang hilang atau patah semangat.
Muka Serius Tanpa Ekspresi
Anda tidak akan pernah melihat muka-muka datar tanpa ekspresi, seperti yang Anda lihat di kantor-kantor Jepang. Sesekali mungkin ada karyawan yang tertawa, tetapi para pekerja pada umumnya akan menunjukkan ekspresi muka yang datar dan serius, khususnya saat meeting. Mereka berbicara dengan nada yang rendah dan teratur. Mereka bahkan kerap menutup mata ketika mendengar dan memperhatikan pembicara—kebiasaan ini sering disalahartikan oleh orang asing yang tidak mengerti, sebagai tanda kebosanan.
Pelajaran yang bisa diambil: Orang Jepang menganggap tempat kerja sebagai tempat yang harus dihormati. Mereka jarang bercanda kecuali pada waktu luang atau istirahat. Jarang sekali ada kontak fisik antarpekerja, apalagi menepuk punggung atau kepala.
Bagaimana kita mengadaptasinya: Bagi kita, suasana kerja yang terlalu kaku dan formal mungkin terkesan menyiksa. Anda tidak perlu memperlakukan lingkungan kantor seperti tempat yang sakral, tetapi juga jangan berlaku seenaknya seperti di rumah sendiri. Sikap profesional tetap diperlukan untuk meningkatkan produktivitas. Hormati pekerjaan dan hormati orang lain. Jaga volume suara dan tertawa, karena Anda tidak bekerja sendirian di kantor.
Getol Kerja, Getol Hiburan Juga
Setelah melalui waktu kerja, para pekerja Jepang siap untuk bersantai—sangat santai bahkan. Mengunjungi bar demi bar setelah jam kerja adalah hal yang umum—bahkan sudah menjadi tradisi. Jika lingkungan kerja merupakan tempat yang formal dan resmi, bar adalah tempat para pekerja Jepang berhura-hura. Salah satu tempat favorit adalah karaoke bar, dimana semua orang diharapkan untuk ikut bernyanyi—walaupun ada dari mereka yang tidak bisa menyanyi. Selain itu, klub-klub malam juga menjadi tempat favorit, tidak hanya untuk menyeimbangkan pekerjaan dengan hiburan, tetapi juga untuk saling berbagi informasi dan memperkuat tali persaudaraan dalam suatu tim

Friday, March 25, 2011

Cara Miliarder Jepang Membantu Korban Bencana

Sudah dua minggu berlalu, sejak gempa dan tsunami menghancurkan Jepang, negara dengan ekonomi terbesar ketiga dunia. Sektor ekonomi sudah pasti terganggu, termasuk pelaku bisnis di negeri itu. Bisnis mereka langsung terpuruk.

Tetapi seperti yang diberitakan Forbes, para miliarder Jepang tetap bersemangat memberikan bantuan terhadap korban gempa dan tsunami.

Berikut ini adalah kumpulan konglomerat Jepang yang terkena bencana dan upaya mereka membantu untuk sesama.

Tadashi Yanai, kekayaan US$6,3 miliar

Saham perusahaannya, Fast Retailing jatuh 20 persen setelah gempa bumi, dan mengurangi US$1,3 miliar dari kekayaannya. Meski mengalami kerugian, ia secara pribadi memberikan US$12 juta yang tampaknya menjadi sumbangan perorangan terbesar bagi upaya pemulihan Jepang. Group ritelnya telah mendonasikn US$8,6 juta berupa pakaian kepada korban dan uang tunai US$5 juta. Pengecer pakaian ini berencana mengumpulkan donasi dalam kotak sumbangan pada 2.200 perusahaan Uniqlo, Theory, dan toko lainnya di seluruh dunia. Tadashi Yanai dan keluarganya memiliki kekayaan US$7,6 miliar. Di Jepang ia menjadi orang terkaya nomor dua versi majalah Forbes, sedangkan di dunia ia menempati peringkat 122.


Masayoshi Son, kekayaan US$8,2 miliar

Perusahaannya menciptakan aplikasi iPhone yang memungkinkan pelanggan untuk memberikan donasi. Ia juga memberikan 12 ribu ponsel dengan layanan tak terbatas untuk daerah yang terkena bencana. Ponsel ini diberikan secara gratis untuk membantu lembaga, tokoh masyarakat dan keluarga korban. Ia juga menawarkan pesan darurat untuk smart phones. Beberapa tokonya Softbank tutup, terutama daerah timur laut yang terkena pemadaman bergilir.
Ia merupakan orang terkaya di Jepang, dan untuk peringkat dunia CEO SoftBank itu menempati rangking 113 versi Forbes.


Yoshikazu Tanaka, kekayaan US$2,3 miliar

Penyelenggara game mobile ini mengatur situs donasi dengan cara membeli original avatar "Gree Volunteer" dengan100 hingga 10 ribu emas (mata uang Gree). Perusahaan jejaring sosial ini akan menyumbangkan 1 yen untuk setiap pembelian emas. Pada saat gempa, Gree telah digunakan untuk menkonfirmasi keselamatan banyak orang.

"Kami akan membuat setiap usaha dan tidak membiarkan layanan berhenti berjalan. Kami akan terus melihat kontribusi yang bisa kita buat" ujar Yoshikazu.

Pria berumur 34 ini menjadi orang terkaya di Jepang peringkat 14 dan urutan 540 orang kaya dunia.


Masatoshi Ito, kekayaan US$1,2 miliar

Menurut juru bicara perusahaan, gangguan logistik dan penimbunan pelanggan merupakan tantangan besar bagi raksasa ritel. Sekitar 350 dari 13.200 toko Seven Eleven tutup, paling banyak di timur laut. Beberapa tokonya yaitu Ito Yokado Supermarket menjual produk di luar ruangan, untuk digunakan sebagai tempat penampungan bagi pengungsi.

Perusahaan ini juga menyediakan 30 ribu botol air mineral 2 liter, 1.000 kue kering, 14 ton pisang, untuk Miyagi dan 1.728 botol mineral ukuran 2 liter air untuk Fukushima melalui transportasi darat dan helikopter serta 10 ribu selimut dan 4.800 kemasan beras (200 gram) untuk Miyagi dan Iwate, satu truk air untuk Miyagi, 4.225 roti untuk Fukushima. Semua tokonya juga digunakan untuk penggalangan dana.

Pria berumur 86 itu menempati urutan 12 orang terkaya di Jepang dan menduduki peringkat 488 orang kaya dunia. Ia merupakan pengusaha ritel Seven & I yang mengoperasikan 7 Eleven, supermarket yang dilengkapi dengan restoran.



Kentaro Ogaa, kekayaan US$530 juta

Awalnya tiga ratus lebih tokonya, Zensho, yang menyediakan lebih dari 3000 mangkuk daging sapi ini tutup, bahkan satu di Kesennuma tidak bisa dijangkau. Tim penanggulangan bencana datang ke lokasi tersebut untuk membantu menjaga restoran tetap buka. Zensho mematikan sebagian lampunya untuk menghemat energi. Ia menyediakan sup di Miyagi untuk 1.600 orang lebih banyak dari yang direncanakan.(umi)

Thursday, March 24, 2011

Di Jepang jalan TOL hancur diperbaiki dalam waktu 6 hari.

Sekarang Anda melihat itu ...: Ini bentangan jalan raya Kanto Agung hancur oleh jurang yang dalam di gempa bumi 11 Maret - tetapi diperbaiki hanya dalam waktu enam hari

Ini adalah perhatian besar bagi Jakarta jika mereka menemukan jalan tol rusak atau bahkan jalan raya karena konstruksi miskin sehingga mereka perlu diperbaiki lagi dan menggunakan pajak rakyat.

Sebuah pelajaran besar yang ditawarkan oleh Jepang untuk dunia adalah mereka bisa bertahan hidup dari bencana baru-baru ini karena mereka menyadari akan yang baik selalu dibutuhkan untuk mengembangkan orang-orang sebelum mereka mengembangkan negara mereka - sebuah pelajaran berharga bahwa Indonesia harus ambil untuk memerangi korupsi berderak dan menghambat nya pembangunan.

Gambar jurang menganga di jalan raya Jepang menunjukkan kekuatan gempa bumi 11 Maret. Sekarang kecepatan mengagumkan rekonstruksi sedang digunakan untuk menyoroti kemampuan bangsa untuk kembali pada kakinya.

Pekerjaan dimulai pada tanggal 17 dan enam hari kemudian bagian kawah di Great Kanto Highway di Naka itu seperti baru. Itu siap untuk membuka kembali lalu lintas tadi malam.

Banyak pekerja kembali ke pekerjaan mereka sehari setelah gempa dan tsunami berikutnya dan beberapa perusahaan di daerah terparah sudah dibuka kembali.

Pemulihan Jepang telah mendorong beberapa investor, termasuk Amerika Warren Buffett, salah satu orang terkaya di dunia, untuk menyatakan bahwa bencana yang telah meninggalkan 23.000 meninggal atau hilang merupakan 'kesempatan membeli' di pasar uang.

Sementara itu, ibu-ibu di Tokyo kemarin diperingatkan untuk tidak memberikan air keran untuk bayi mereka.

Mobil dengan pengeras suara berkeliling jalan-jalan ibukota setelah tingkat radiasi dari pembangkit nuklir yang rusak di Fukushima, hampir 150 mil jauhnya, mencapai lebih dari dua kali tingkat keselamatan untuk anak usia satu tahun atau kurang.

Supermarket dengan cepat dikosongkan air kemasan di banyak bagian kota. Orang tua juga diperintahkan untuk memastikan susu yang tidak berasal dari sapi di distrik Fukushima.

warga Tokyo mengatakan mereka telah tumbuh kekhawatiran tentang radiasi.

'Jika mereka mengatakan itu berbahaya bagi anak-anak karena tubuh mereka lebih kecil dan yodium berbahaya dapat terakumulasi dalam kelenjar tiroid mereka, kita dapat memahami bahwa,' kata department store 29 tahun pekerja Yasuke Harade.

"Tapi bisa kita benar-benar percaya ketika mereka mengatakan bahwa tidak apa-apa bagi orang dewasa untuk minum air? Dapatkah kita masak nasi kami di air keran, bisa kita minum teh, kopi? Mereka mengatakan bahwa kita bisa, tapi apa adalah kebenaran? "

Untuk menambah rasa takut, dua gempa kuat mengguncang pantai timur hancur kemarin, dan asap hitam mengepul sekali lagi dari pabrik lumpuh. The 'Fukushima Lima Puluh', tim karyawan yang berani bekerja di dalam pabrik, dan petugas pemadam kebakaran menyemprotkan air di kompleks itu diperintahkan untuk segera mengungsi.

Hal itu tidak diketahui ketika upaya-upaya untuk mengembalikan mekanisme pabrik pendingin akan restart. menakut-nakuti itu menyusul laporan bahwa sejumlah kecil radiasi telah melakukan perjalanan sejauh Islandia.


sumber : kompas

Ueno - Kebun Binatang Tertua Di Jepang


Dibuka: 1882
Lokasi: Tokyo, Jepang
Luas tanah: 14,3 hektare
Koordinat: 35°43′03″N 139°46′17″E
Total koleksi sekitar 2600
Total spesies 464
Koleksi utama harimau Sumatra, gorila Dataran Barat
Situs web : http://www.tokyo-zoo.net/indonesian/ueno/

Kebun Binatang Ueno (東京都恩賜上野動物園, Tōkyō-to Onshi Ueno Dōbutsuen?) adalah kebun binatang yang berada di dalam Taman Ueno, distrik Taitō, Tokyo, Jepang. Pertama kali dibuka untuk umum pada 20 Maret 1882, Kebun Binatang Ueno adalah kebun binatang tertua di Jepang. Kebun binatang ini memiliki sekitar 500 spesies hewan, dengan koleksi utama berupa hewan langka seperti harimau Sumatra dan gorila Dataran Barat.

Pemilik kebun binatang ini adalah Pemerintah Metropolitan Tokyo. Setelah sebelumnya dikelola Dinas Pekerjaan Umum Metropolitan Tokyo, pengelolaan kebun binatang ini dialihkan kepada Yayasan Asosiasi Kebun Binatang Tokyo sejak 1 April 2006. Selain Kebun Binatang Ueno, kebun binatang lain yang dikelola Yayasan Asosiasi Kebun Binatang Tokyo adalah Taman Zoologi Tama, Tokyo Sea Life Park, dan Kebun Binatang Inokashira
Monorel di Kebun Binatang Ueno

Dari Stasiun Ueno, Gerbang Depan Kebun Binatang Ueno ini dapat dicapai dengan berjalan kaki selama 5 menit. Bagian dalam kebun binatang dibagi menjadi dua kawasan: Kebun Binatang Barat dan Kebun Binatang Timur. Selain dapat berjalan kaki, pengunjung dapat naik monorel yang menghubungkan Kebun Binatang Barat dan Kebun Binatang Timur. Monorel di Kebun Binatang Ueno adalah monorel yang pertama di Jepang. Gerbang Depan berada di kawasan Kebun Binatang Timur, sementara kebun binatang anak dan Kolam Shinobazu berada di kawasan Kebun Binatang Barat. Di Kebun Binatang Timur terdapat pagoda berlantai lima yang pertama kali dibangun pada tahun 1631. Bangunan pagoda yang sekarang merupakan hadiah pemberian Kan'ei-ji untuk Pemerintah Metropolitan Tokyo pada tahun 1958.

Kebun Binatang Ueno adalah kebun binatang yang paling banyak dikunjungi orang di Jepang. Total pengunjung dalam sebulan kadang-kadang melebihi total pengunjung Kebun Binatang Asahiyama di Asahikawa, Hokkaido. Pada tahun 2006, Kebun Binatang Ueno dikunjungi sekitar 3,5 juta pengunjung, sementara Kebun Binatang Asahiyama sekitar 3 juta 40 ribu pengunjung. Pada tahun 2008, total pengunjung mengalami penurunan menjadi sekitar 2,9 juta pengunjung setelah matinya Ling Ling, satu-satunya panda milik Kebun Binatang Ueno. Pada tahun yang sama, Kebun Binatang Asahiyama juga mengalami penurunan jumlah pengunjung menjadi sekitar 2.770.000 orang.



Sejarah

Kebun binatang ini dibuka pada 20 Maret 1882 sebagai kebun binatang yang berada di bawah pengelolaan Kantor Museum Kementerian Pertanian dan Perdagangan Jepang. Dari tahun 1883 hingga 1901, koleksi bertambah dengan kedatangan gajah Asia, harimau, macan tutul, rusa Père David, ekidna, serigala Jepang, albatros ekor pendek, ushiuma, ibis Jepang, dan burung hantu ikan Blakiston. Singa, burung unta, dan beruang kutub didatangkan dari Tierpark Hagenbeck, Hamburg, Kekaisaran Jerman.

Penambahan koleksi dari 1903 hingga 1935 antara lain mencakup jerapah, kuda Nil, simpanse, tamarin singa emas, bekantan, Tarsius, panda merah, sloth, trenggiling, penyu sisik, Platalea minor, dan merpati hutan. Pengelolaan kebun binatang ini diserahkan kepada Kota Tokyo pada 1 Februari 1942 sebagai kenang-kenangan pernikahan Putra Mahkota Hirohito.

Seekor macan tutul dari Siam melarikan diri pada tahun 1936, namun dapat ditangkap 14 jam kemudian. Pada tahun berikutnya, Kebun Binatang Ueno menjadi kebun binatang pertama di Jepang yang berhasil menangkarkan jerapah, diikuti kesuksesan menangkarkan kuda Nil pada tahun 1938.

Semasa Perang Dunia II (1943-1945), gajah dan hewan-hewan buas milik kebun binatang dibunuh. Seusai perang, dua ekor gajah, Indira dan Hanako kembali hadir di Kebun Binatang Ueno pada tahun 1949.


Monyet capuchin berhasil dibiakkan pada tahun 1950, sekaligus merupakan usaha pembiakan pertama monyet capuchin di Jepang. Dua tahun berikutnya (1952), akuarium Kebun Binatang Ueno selesai dibangun. Dekade 1960-an ditandai dengan kesuksesan penangkaran orang utan dan singa laut California yang pertama di Jepang (1961), jaguar dan kuda Nil kerdil (1962).

Kedatangan dua ekor panda, Kang Kang dan Lan Lan pada tahun 1972 menyebabkan Jepang dilanda demam panda. Pada tahun yang sama, Kebun Binatang Ueno menjadi kebun binatang pertama di dunia yang sukses membiakkan buaya kerdil Afrika Barat. Burung jenjang leher putih (Grus vipio) untuk pertama kalinya sukses dibiakkan di Jepang dengan inseminasi buatan pada tahun 1977.






Dekade 1980-an ditandai kesuksesan inseminasi buatan simpanse pertama di Jepang pada tahun 1985, dan lahirnya panda bernama Ton Ton pada tahun 1986. Kebun Binatang Ueno mengumumkan suksesnya pembiakan kucing hutan dan Ceratophrys ornata yang pertama kali di Jepang pada tahun 1990. Pada tahun 1997, gorila bernama Bul Bul mati (jantan, 44 tahun), dan sekaligus merupakan gorila tertua di dunia waktu itu.[4]

Paviliun amfibia dan reptilia selesai dibangun pada tahun 1999. Tahun 2001 ditandai dengan kedatangan aye aye dan okapi. Penangkaran Columba janthina nitens dan tikus mondok telanjang sukses dilakukan di kebun binatang ini pada tahun 2002, diikuti kesuksesan pembiakan aye-aye dan Chrysocyon brachyurus (2003), serta burung jenjang leher hitam (Grus nigricollis) pada tahun 2003. Semuanya merupakan kesuksesan penangkaran untuk yang pertama kalinya di Jepang.
Panda Ling Ling (2007)





atu-satunya panda milik Kebun Binatang Ueno, Ling Ling (22 tahun 7 bulan) mati pada 30 April 2008. Ling Ling adalah panda jantan yang lahir di Kebun Binatang Beijing pada tahun 1985.[5] Kebun Binatang Ueno menerima Ling Ling pada tahun 1992 sebagai bagian dari peringatan 20 tahun normalisasi hubungan bilateral Jepang-Republik Rakyat Cina. Panda pertama dari RRC tiba pada tahun 1972, dan sejak itu pula panda merupakan maskot Kebun Binatang Ueno.

Entri Populer