Tuesday, May 3, 2011

Sindrom Aneh yang Hanya Dialami Orang Jepang

Hamamatsu, Ilmu psikiatri mengenal jenis sindrom atau gejala khas yang berhubungan dengan budaya, salah satunya bisa ditemukan di Jepang. Sedikitnya, orang Jepang punya 4 gangguan perilaku aneh yang jarang terjadi pada individu yang berasal dari kebudayaan lain.

Sindrom yang berhubungan dengan budaya tertentu disebut culture specific syndrome. Sebagian besar merupakan gangguan mental dan perilaku, meski ada juga yang berupa penyakit fisik misalnya sindrom Nakalanga di Uganda yang menyebabkan penderitanya muntah terus menerus.

Meski masih kontroversial karena belum banyak diteliti, culture specific syndrome diakui sebagai kategori tersendiri dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM) yang disusun oleh American Psychiatric Association. Di dalamnya terdapat sejumlah sindrom unik dari berbagai kebudayaan.

Salah satunya adalah sindrom unik dari Jepang yakni Taijin Kyofusho yang kurang lebihnya bisa diartikan sebagai gangguan (sho) rasa takut (kyofu) terhadap hubungan interpersonal (taijin). Dalam bahasa Inggris, sindrom ini disebut dengan istilah social anxiety disorder.

Meski demikian, gejala yang muncul dalam Taijin Kyofusho sangat khas dan tidak sama seperti social anxiety disorder pada orang barat. Gejalanya hanya dialami oleh orang yang hidup dengan kebudayaan Jepang atau beberapa kebudayaan lain di Asia Timur.

Dikutip dari Informahealthcare, Kamis (23/12/2010), keempat gejala yang termasuk sindrom Taijin Kyofusho adalah sebagai berikut.

1. Sekimen-kyofu, yakni takut melihat wajah yang bersemu kemerahan (ereuthophobia)
2. Shubo-kyofu, yakni takut pada cacat tubuh atau (body dysmorphic disorder)
3. Jikoshisen-kyofu, yakni takut untuk menatap lawan bicara
4. Jikoshu-kyofu, yakni takut pada bau badan sendiri (osmophobia)

Dr Katsuaki Suzuki dari Hamamatsu University membuktikan dalam sebuah penelitian terbaru, sindrom ini memang banyak dialami oleh penduduk Asia khususnya Jepang. Beberapa di antaranya bahkan tidak dapat ditemukan di masyarakat yang hidup dengan kebudayaan barat.

Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Psychiatry tersebut mengungkap, orang Jepang lebih rentan dibanding orang Barat untuk mengalami sindrom tersebut karena adanya konsep tentang rasa malu. Orang Jepang umumnya tak cuma takut merasa malu tapi juga tak ingin mempermalukan lawan bicara.

sumber : detikhealth.com

Produk Simulator Dari Jepang Yang Aneh

1. Pop-Pop
Inget plastik yang untuk membungkus alat elektronik kecil yang ada bintil-bintil udaranya gak ?? Itu loh yang suka dipencet-pencet trus meletus dan bikin ketagihan. Kalo anda ketagihan, dan perlu bintil udara yang gak pernah abis bisa beli produk ini, Soalnya setelah meletus bisa balik lagi kebentuk semula untuk dimeletusin lagi




2. Endless Can
Suka rasanya ngebuka kaleng minuman ??? Ini ada produk untuk anda yang ketagihan ngebuka kaleng, soalnya setelah dibuka bisa dikembalikan lagi kebentuk semula supaya bisa di buka lagi



3. Peri-Peri
Suka rasanya ngebuka amplop, ini adalah alat yang simulasiin ngebuka amplop


Meniru kebiasaan makan kedelai orang jepang

Setiap orang dianjurkan mengasup kedelai 50-90 mg per hari. Namun, orang Jepang mengasup kedelai jauh di atas rata-rata, 200 mg per hari. Kebiasaan sehat ini membuahkan hasil. Orang Jepang memiliki risiko lebih kecil dari sejumlah penyakit seperti kanker payudara dan kanker prostat. Bahkan perempuan Jepang memiliki kesehatan tulang lebih tinggi, sehingga risiko osteoporosis lebih rendah. Mereka juga mengalami berbagai gejala menopause lebih rendah dibandingkan perempuan di Amerika Serikat.

Kebiasaan makan kedelai dalam menu harian punya banyak manfaat. Kedelai kaya akan isoflavon. Peranan isoflavon kedelai di antaranya mengurangi risiko kanker payudara, kanker ovarium, dan kanker prostat, menurunkan kadar kolesterol total dan LDL (kolesterol jahat), serta menaikkan HDL (kolesterol baik), lalu menurunkan tekanan darah, mencegah mutasi gen, hingga mencegah osteoporosis pada perempuan pascamenopause.

Tak sulit bagi orang Indonesia untuk mengonsumsi kedelai. Pasalnya tempe dan tahu sudah menjadi menu harian favorit orang Indonesia. Artinya, rasa kedelai sudah akrab di lidah orang Indonesia. Hanya saja kadar isoflavon pada tahu dan tempe masih kecil, masing-masing 30 mg dan 50 mg. Karenanya, asupan isoflavon kedelai perlu ditambah dari berbagai pilihan makanan seperti kedelai mentah, tepung kedelai, konsentrat protein kedelai, miso, hingga susu kedelai.

Perempuan perlu makan kedelai
Prof Dr Ir Made Astawan, MS, dosen di Departemen Ilmu & Teknologi Pangan IPB, menjelaskan perempuan Jepang mengalami menopause di atas usia 57. Kebiasaan mengasup kedelai secara teratur oleh perempuan Jepang turut memengaruhi perlambatan usia menopause ini.

"Kedelai juga penting dikonsumsi anak perempuan saat masa puber, untuk mengurangi risiko kanker payudara," jelas Prof Made di sela peluncuran program Soyjoy Healthylicious 2 di Hotel Nikko, Jakarta, Selasa (12/4/2011) lalu.

Prof Made memaparkan, laju kematian akibat kanker payudara di Jepang lebih kecil dibandingkan di Amerika Serikat. Risiko kanker payudara di Amerika Serikat empat kali lebih besar daripada China dan Jepang. Sebagai perbandingan, laju kematian akibat kanker payudara di Amerika 21 orang per 100.000 populasi, di Inggris 27 dari 100.000 orang, dan di Jepang 7 dari 100.000 penduduk. Angka kematian akibat kanker payudara di negara Asia juga lebih rendah akibat kebiasaan mengonsumsi kedelai. Rata-rata orang Asia mengasup kedelai 20-200 mg per hari.

"Kebiasaan baik mengasup kedelai lebih kepada pola makan. Jadi, jika orang Jepang tinggal di Amerika, misalnya, tak lantas ia punya risiko kanker lebih rendah. Jika pola makan orang Jepang berubah saat tinggal di Amerika, ia bisa saja mengalami risiko kanker sama dengan orang Amerika," jelas Prof Made.

Sebanyak 18 studi dari John Hopkins School of Medicine menemukan bahwa perempuan sehat yang mengonsumsi kedelai dapat menurunkan risiko kanker payudara sebesar 14 persen. Risiko ini bisa diperkecil jika orangtua memberikan asupan gizi lengkap seimbang, termasuk kedelai, pada anak di masa pubertas.

sumber : kompas.com

Inilah Perbedaan Dari Jepang Tempo Dulu dan Sekarang !

perbedaan jepang jaman dulu ma sekarang

Mari kita lihat bagaimana arsitektur Jepang berubah dari akhir abad 19, awal abad ke-20 sampai hari ini. Foto-foto ini menggmbarkannya.
yang bagian atas hampir 100 tahun yang lalu, di bagian bawah, bagaimana ini tempat yang sama tampak hari ini.
Lalu bagaimana seratus tahun kedepannya ya?




















French Kiss Remote Robot Di Jepang

Siswa di Laboratorium Kajimoto (Jepang) bekerja pada teknologi sentuhan baru yang akan memungkinkan remote French Kiss.

Ini bisa disebut sebagai penciptaan kembali dari "French Kiss". Untuk saat ini ketika siswa berubah lidahnya pada sedotan, gerakannya masih setia direplikasi secara real time pada perangkat lain terhubung ke pertama. selanjutnya menghubungkan kedua gadget yang berikutnya, tetapi masih memungkinkan mereka berada di tempat lain.

Peneliti Laboratorium Kajimoto tidak hanya akan puas dengan gerakan berputar lidah. Bahkan itu adalah awal yang baik, mereka juga bekerja untuk menambah sensasi kelembaban dalam napas, mulut dan rasa. Dan tentu saja gadget ini bisa menjadi bi-directional kiss.

Penemu sudah berbicara bahwa aplikasi ini mungkin bisa digunakan oleh bintang yang akan merangkul para penggemarnya. Misalnya, Justin Bieber menyampaikan Perancis ciuman untuk ribuan wanita muda bersemangat.



Android wanita dari jepang yang mirip manusia!!

Perkenalkan namanya adalah Actroid-F.

Dengan berat hanya 30 kg dan tinggi 140 cm, wanita android ini telah membuat banyak orang di dunia terkagum-kagum. Kokoro, perusahaan robot berbasis di Tokyo ini tampaknya terinspirasi oleh Geminoid, robot android ciptaan Hiroshi Ishiguro yang mirip banget sama manusia.

Rencananya Actroid bakal dipake untuk menjaga kondisi para pasien di rumah sakit.




Jika kamu lihat seberapa mulus gerakan Actroid di video berikut ini, mungkin kamu akan berpikir kalau Jepang kayaknya sedikit terlalu maju ke masa depan...



Tunggu aja 10 tahun lagi, dijamin kamu udah gak bisa bedain yang mana Actroid, yang mana wanita asli.

Monday, May 2, 2011

aduhhhhhh ternyata begini toh kelakuan mahasiswa indonesia di jepang?

inilah dia kelakuan mahasiswa indonesia di jepang ternyata mereka berprestasi menangkan kompetisi internasional yg diadakan desember 2010,dan diberi penghargaan january lalu, yang satu menang dlm bidang Laser-Induced Breakdown Spectroscopy yg satu menang dlm bidang sosial politik

Dua orang mahasiswa Indonesia yang sedang studi di Jepang memenangkan kompetisi internasional pada tahun 2010 ini. Satu orang memenangkan kompetisi dalam bidang sosial sciences dan seorang lagi dalam bidang applied sciences. Penghargaan dalam bidang sosial sciences disabet Sdr. Shofwan Al Banna Choirruzad sementara untuk bidang applied sciences di peroleh Sdr. Ali Khumaeni.

Sdr. Shofwan Al Banna Choiruzzad saat ini melanjutkan studi Doktornya di Ritsumeikan University, Kyoto dengan beasiswa DIKTI. Shofwan merebut juara kedua (2nd place) pada Youth Assay Competition 2010 dalam bidang Democracy that Delivers, yang diselenggarakan oleh CIPE (Center for International Private Enterprise) yang berafiliasi dengan US Chambers of Commerce,bersamadengan NED (National Endowment for Democracy). Artikel Shofwan berjudul “Making politics fun – why youth empowerment is important and how to make that happen”.

Penghargaan dalam bidang applied sciences diraih oleh Sdr. Ali Khumaeni, mahasiswa Indonesia yang studi di Fukui University Jepang dengan beasiswa MEXT dalam bidang Laser-Induced Breakdown Spectroscopy (LIBS) untuk aplikasi keamanan melalui analisis serbuk. Penghargan itu didapatnya dari 6th International Chemical Congress of Pacific Basin Societies (Pacifichem 2010) yang diselenggarakan di Honolulu, Hawaii, Amerika Serikat, 15-20 Desember 2010.

Makalah Khumaeni dengan judul “A Unique Technique for Rapid Analysis of Tiny Amount of Powder Sample Using Transversely Excited Atmospheric CO2 Laser-induced He Gas Plasma at 1 atm”, meraih penghargaan untuk bidang kategori keamanan. Mahasiswa program Master tahun kedua ini menawarkan metoda baru untuk menganalisis serbuk yang tersedia dalam jumlah sedikit (sekitar 2-5 mg). Serbuk dalam jumlah runut terkadang ditemukan di laboratorium kimia tanpa disertai dengan label (karena hilang, dll) sehingga sering kali muncul kesulitan untuk membedakan dengan serbuk lain. Hal ini karena adanya kesamaan warna dan ukuran partikelnya.Khumaeni berencana melanjutkan studinya ke program Doktor di laboratorium yang sama mulai April 2011.

ini OKNUMNYA

Shofwan Al Banna Choiruzzad


Ali Khumaeni

Entri Populer