Saturday, May 14, 2011

Mumi Mirip Setan Bermuka Tiga di Jepang


Melihat mumi-mumi ini bulu kuduk terasa merinding. Mumi-mumi ini bentuknya tidak seperti mumi yang pernah kita lihat. Bentuknya menyeramkan, seperti wujud setan dalam bentuknya yg paling mengerikan. Mumi-mumi ini kini disimpan di sejumlah museum dan kuil buddha di Jepang.

Salah satu yang paling mengerikan adalah wujud menyeramkan dari mumi berwajah tiga. Orang menyebutnya'demon mummies' atau mumi setan saking seramnya.Mumi setan ini kini disimpan di kuil Zengyōj, tempats embayang umat Buddha. Letaknya di kota Kanazawa, Jepang.

Macam-macam sebutan untuk mumi bermata tiga ini, wujud iblis, mermaids, kappa, tengu, raiju, dll.

Konon, mumi setan itu memang sengaja disimpan di kuil yang sejatinya tempat suci agar tidak gentayangan di luar dan mengganggu manusia.

Legenda yang hidup dimasyarakat menyebutkan, mumi kepala iblis ini ditemukan pada awal abad ke-18 di gudang kuil. Temuan ini membuat geger para pendeta juga masyarakat. Keberadaannya sangat misterius. Tidak ada yang tahu dari mana kepala iblis itu berasal, dan bagaimana bisa berada di sana.

Mumi kepala iblis ini memiliki dua kepala saling tumpang tindih pada bagian wajah, satu lagi berada di belakang (yang menyerupai sebuah Kappa). Pengelola kuil memajang kepala iblis ini setiap musim semi setiap tahun.

Mumi iblis lainnya juga ditemukan di kuil Daijōin yang terletak di kota Usa (Prefektur Oita). Konon mumi ini merupakan pusaka keluarga, namun musibah terus menerus menimpa keluarga ini yang diduga karena mereka menyimpan mumi iblis ini. Akhirnya mumi yg merupakan pusaka keluarga ini, diserahkan ke kuil Daijoin tahun 1925.

Konon pula, sebelum sampai ke kuil Daijoin, mumi ini telah berkali-kali ganti kepemilikan. Tapi malapetaka selalu menimpa pemilik dan keluarganya, itu sebabnya akhirnya pemilik terakhir menyerahkannya ke kuil.

Rupanya kutukan telah menyertai mumi ini. Siapapun yg memilikinya/menyimpannya akan terkena bencana. Kini mumi itu 'dijaga ketat' di kuil dan hanya diperlihatkan pada masyarakat pada waktu waktu tertentu saja.

Selain dua mumi iblis itu, ternyata masih banyak mumi berwujud iblis yang telah ditemukan. Sebagian disimpan di museum, sebagian lagi disimpan di kuil-kuil.




Baby demon mummy at Rakanji temple





Mermaid mummy at the National Museum of Ethnology, Leiden



Kappa mummy at the National Museum of Ethnology, Leiden (Netherlands)


Kappa mummy at Zuiryūji Temple, Osaka

Wednesday, May 11, 2011

Pyramid Kuno Di Dasar Laut Jepang ?


Selama ini, orang menganggap piramida hanya terdapat di Mesir. Padahal di berbagai wilayah lainnya di dunia juga secara berturut-turut telah ditemukan piramida zaman prasejarah. Seperti misalnya peradaban bangsa Maya di Amerika Selatan, peradaban bangsa Yunani di Eropa, wilayah Asia dan lain-lain, telah ditemukan piramida yang bentuk dan besar kecilnya tidak sama.

Artikel ini memperkenalkan sebagian piramida yang ditemukan di Jepang, piramida-piramida ini sepertinya tidak ada hubungan apa pun dengan bangsa Jepang modern, mungkin dibuat oleh manusia prasejarah yang jauh sebelum adanya sejarah.
Sejumlah piramida dan bangunan batu raksasa ditemukan di dasar laut lepas pantai Jepang. Peradaban maju itu tidak ada hubungannya dengan peradaban Jepang sekarang ini



Sejak tahun 1950-an, di berbagai wilayah Jepang secara berturut-turut telah ditemukan peninggalan piramida dalam jumlah besar dan bangunan batu raksasa, dari masa sejarah yang sangat lama, di antaranya beberapa piramida karena permukaannya tertutup oleh debu dan tanah, serta dipenuhi dengan berbagai macam tumbuh-tumbuhan, bagian luar tampak seperti sebuah gunung yang tinggi. Orang Jepang Jiujing Shengjun bahkan menemukan adanya hubungan tertentu antara bangsa Jepang dengan bangsa Yahudi pada zaman dahulu.


Tidak hanya demikian, pada tahun-tahun terakhir ini di dasar laut lepas pantai Jepang telah ditemukan banyak sekali peninggalan peradaban zaman purbakala. Sejak Maret 1995, penyelam menemukan 8 tempat peninggalan yang tersebar di sekitar Hiroshima hingga lautan Pulau Yonaguni.

Tempat peninggalan pertama adalah sebuah konstruksi persegi empat yang sangat menarik, namun tidak begitu jelas dan ditutupi oleh karang sehingga bagian buatan manusianya tidak bisa dipastikan. Setelah itu, seorang atlet penyelam di musim panas tahun 1996 di luar dugaan menemukan sebuah teras beruncing raksasa di kedalaman 40 kaki di bawah permukaan laut Oklahoma Selatan, dipastikan merupakan hasil buatan manusia.



Dan melalui pencarian lebih lanjut, tim penyelam lainnya menemukan lagi sebuah monumen lain dan lebih banyak lagi bangunan buatan manusia. Mereka mendapati jalan yang panjang dan luas, tangga dan pintu lengkung yang tinggi dan megah, serta batu raksasa yang dipotong dengan sempurna. Semua ini dipersatukan selaras dengan gaya bangunan berbentuk garis lurus yang belum pernah ditemukan sebelumnya.

Dalam beberapa bulan selanjutnya, kalangan arkeologi Jepang ikut serta dalam penggalian yang membangkitkan semangat ini. Tidak lama kemudian, mereka menemukan lagi sebuah konstruksi yang berbentuk piramida yang sangat besar di kedalaman 100 kaki di bawah permukaan laut tidak jauh dari pegunungan Sinaguni yang berjarak 300 mil dari Hiroshima.




Benda raksasa ini terletak di sebuah kawasan luas yang kelihatannya digunakan untuk penyelenggaraan upacara, pada kedua sisinya terdapat pintu menara raksasa, bangunan ini panjang 240 kaki, lebar 600 kaki, dan tinggi 90 kaki, dan sejarahnya dapat dilacak kembali minimal 8.000 tahun SM.


Oleh karena visibilitas normal adalah 100 kaki di bawah permukaan laut, maka tingkat kejernihan pandang peninggalan ini cukup untuk pengambilan foto dan rekaman video. Gambar-gambar tersebut muncul dalam berita utama di koran-koran Jepang melebihi satu tahun lamanya, arkeolog berpendapat, bahwa ini mungkin adalah sebuah bukti awal adanya peradaban zaman batu yang masih belum diketahui orang.


Ahli geologi, Profesor Masaki Kimura dari Universitas Hiroshima, yang pertama-tama mengadakan penelitian ini dan mengambil kesimpulan bahwa bangunan yang mempunyai lima tingkat konstruksi ini adalah buatan manusia. Dia mengatakan: Bahwa bangunan ini bukan benda hasil alamiah.

Jika hasil alamiah, seharusnya pecahan yang terbentuk melalui korosi bertumpuk di atasnya, namun tidak ditemukan pecahan batu seperti ini. Dia menambahkan, bahwa sekeliling bangunan terdapat suatu yang mirip jalanan, dan ini semakin membuktikan bahwa ia adalah buatan manusia.




Profesor ilmu geologi Universitas Boston Robert Sketche menyelam dan memeriksa bangunan tersebut. Dia mengatakan, Jika diamati, bangunan itu seperti serentetan tangga raksasa, setiap tangga tingginya kurang lebih 1 meter. Esensial penampang bangunannya mirip dengan piramida model tangga. Ini merupakan sebuah struktur yang sangat menarik.

Pengikisan air yang alami ditambah lagi dengan proses perpecahan batu berkemungkinan menghasilkan struktur seperti ini, namun kami masih belum menemukan proses yang bagaimana dapat menghasilkan penampang tangga yang begitu tajam.

Bukti selanjutnya yang dapat membuktikan bahwa bangunan tersebut adalah buatan manusia adalah beberapa tumpukan kecil dari batu yang ditemukan di sekitarnya. Mirip dengan bangunan utama, piramida-piramida mini ini dibentuk dari batu hampar berbentuk tangga yang disatukan, lebarnya 10 meter dan tinggi 2 meter.

Profesor Kimura berpendapat, bahwa masih terlalu pagi jika ingin mengetahui siapa yang telah membuat monumen tersebut atau apa tujuannya. Dia mengatakan, Bangunan ini mungkin adalah sebuah istana dewa dari agama zaman dahulu, digunakan untuk memuja-muji dewa tertentu, sama seperti penduduk Hiroshima yang percaya pada dewa Nirai-Kanai yang dapat mendatangkan kesejahteraan dari laut kepada mereka.


Oleh karena berdasarkan catatan, 10 ribu tahun lampau tidak ada manusia yang mampu membuat monumen seperti ini, maka ini mungkin adalah sebuah bukti peradaban manusia yang tidak diketahui orang.

Hanya manusia yang memiliki teknologi tingkat tinggi baru mampu menyelesaikan proyek seperti ini, dan sangat mungkin berasal dari daratan Asia yang mengandung peradaban manusia paling kuno. Bangunan yang demikian raksasa harus menggunakan mesin tertentu baru dapat menyelesaikannya, lanjut Profesor Kimura.


Masa peradaban Jepang sekarang ini berawal dari zaman batu baru sekitar tahun 9000 SM. Penghidupan orang-orang pada zaman itu adalah berburu dan mengumpulkan makanan. Tidak mungkin ada teknologi maju untuk membuat bangunan seperti piramida raksasa tersebut.

Dapat disimpulkan bahwa sebelum peradaban Jepang kali ini, di kawasan Jepang ini, pernah ada peradaban manusia yang sangat maju, dan ia dengan bangsa Jepang sekarang tidak mempunyai hubungan apa pun.

Tuesday, May 10, 2011

Mesjid Yang Tak Roboh Oleh Bombardir AS dan Gempa Bumi Di Jepang!

Kobe Mosque merupakan masjid pertama di Jepang. Masjid ini dibangun tahun 1928 di Nakayamate Dori, Chuo-ku. Kobe berarti gate of God atau gerbang Tuhan.

Tahun 1945, Jepang terlibat perang Dunia Kedua. penyerangan Jepang atas pelabuhan Pearl Harbour di Amerika telah membuat pemerintah Amerika memutuskan untuk menjatuhkan bom atom pertama kali dalam sebuah peperangan.


Dan Jepang pun kalah. Dua kotanya, Nagasaki dan Hiroshima dibom Atom oleh Amerika. Saat itu, kota Kobe juga tidak ketinggalan menerima akibatnya. Boleh dibilang Kobe menjadi rata dengan tanah.

Ketika bangunan di sekitarnya hampir rata dengan tanah, Masjid Muslim Kobe tetap berdiri tegak. Masjid ini hanya mengalami keretakan pada dinding luar dan semua kaca jendelanya pecah. Bagian luar masjid

menjadi agak hitam karena asap serangan bom. Tentara Jepang yang berlindung di basement masjid selamat dari ancaman bom, begitu juga dengan senjata-senjata yang disembunyikannya. Masjid ini kemudian menjadi tempat pengungsian korban perang.



Pemerintah Arab Saudi dan Kuwait menyumbang dana renovasi dalam jumlah yang besar. Kaca-kaca jendela yang pecah diganti dengan kaca-kaca jendela baru yang didatangkan langsung dari Jerman. Sebuah lampu hias baru digantungkan di tengah ruang shalat utama. Sistem pengatur suhu ruangan lalu dipasang di masjid ini.

Sekolah yang hancur akibat perang kembali direnovasi dan beberapa bangunan tambahan pun mulai dibangun. Umat Islam kembali menikmati kegiatan-kegiatan keagamaan mereka di Masjid Muslim Kobe.

Krisis keuangan sering menghampiri kas komite masjid. Pajak bangunan yang tinggi membuat komite masjid harus mengeluarkan cukup banyak biaya dari kasnya. Beruntung, banyak donatur yang siap memberikan uluran tangannya untuk menyelesaikan masalah keuangan pembangunan dan renovasi masjid ini. Donasinya bahkan bisa membuat Masjid Muslim Kobe menjadi semakin berkembang.




Kekokohan Masjid Kobe diuji lagi dengan Gempa Bumi paling dahsyat tahun 1995. Tepatnya pada pukul 05.46 Selasa, 17 Januari 1995. Gempa ini sebenarnya bukan hanya menimpa Kobe saja, tapi juga kawasan sekitarnya seperti South Hyogo, Hyogo-ken Nanbu dan lainnya.



Para ahli menyebutkan bahwa gempa itu disebabkan oleh tiga buah lempeng yang saling bertabrakan, yaitu lempeng Filipina, lempeng Pasifik, dan lempeng Eurasia. Meski hanya berlangsung 20 detik, namun gempa ini memakan korban jiwa sebanyak 6.433 orang, yang sebagian besar merupakan penduduk kota Kobe. Selain itu gempa Kobe juga mengakibatkan kerusakan besar kota seluas 20 km dari pusat gempa.


Gempa bumi besar Hanshin-Awaji merupakan gempa bumi terburuk di Jepang sejak Gempa bumi besar Kanto 1923 yang menelan korban jiwa 140.000 orang. Namun hingga kini masjid Kobe tetap berdiri kokoh dan tegak, seakan tidak tergoyahkan meski didera berbagai bencana. Semoga dakwah Islam di Jepang setegar masjid in

Dibuka, Beasiswa Lulusan SMA ke Jepang!

Kedutaan Besar Jepang membuka pendaftaran bagi siswa-siswi lulusan SMA Indonesia untuk mendapatkan beasiswa kuliah mulai tahun akademik 2012 dari Pemerintah Jepang atau Monbukagakusho. Beasiswa dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Olahraga, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi Jepang itu ditawarkan untuk menempuh studi jenjang D-2, D-3, dan S-1.

Bagi yang berminat, pelamar bisa mengambil formulir pendaftaran di Kedutaan Besar Jepang di Jakarta, Konsulat Jenderal Jepang di Surabaya dan Medan, serta Kantor Konsuler Jepang di Makassar mulai 9 Mei. Usia pelamar diutamakan harus lahir antara tanggal 2 April 1990 dan 1 April 1995, memiliki nilai rata-rata ijazah atau rapor kelas 3 semester terakhir minimal 8,0 untuk program D-2 dan D-3. Adapun untuk program S-1 nilai minimalnya adalah 8,4.

Bagi pelamar di luar wilayah kantor Kedutaan Besar atau Konsulat Jepang tetap bisa mendaftar. Mereka dapat melamar melalui surat yang ditujukan kepada Kedutaan Besar Jepang di Jl MH Thamrin 24, Jakarta Pusat, 10350, atau ke konsulat di Surabaya, Medan, dan Makassar.

Adapun surat harus berisi nama, tanggal lahir, alamat, nomor telepon, program pilihan (D-2< D-3< atau S-1), tiga bidang studi yang ingin dipelajari, serta lampiran fotokopi rapor, ijazah, serta nilai ijazah. Pelamar yang lolos syarat administrasi akan dipanggil untuk mengikuti sesi wawancara. Pengembalian formulir paling lambat 10 Juni 2011. Seiko Namba, Atase Pers Kedutaan Besar Jepang di Jakarta, Selasa (10/5/2011), mengatakan pelamar yang lolos akan belajar bahasa Jepang selama enam bulan. Untuk informasi lebih lanjut, pelamar bisa menghubungi Kedutaan Besar Jepang Bagian Pendidikan di 021-3192-4308 Ext 175, 176. Informasi lebih jelas juga bisa dilihat di http://www.id.emb-japan.go.jp

sumber :kompas.com
kedubes jepang

Monday, May 9, 2011

Biei Kota Seribu Bunga

Biei adalah sebuah kota kecil yang terletak diantara kota Furano dan kota Asahikawa di Prefekture Sapporo. Kota ini sebenarnya tidak mempunyai tempat wisata yang terkenal. Tetapi kota ini mempunyai pemandangan yang sangat indah dengan diselingi bukit-bukit kecil yang banyak bunganya Di kota Biei terdapat dua jalan utama yaitu jalan Panorama yang menghubungkan kota Biei dengan kota Furano, dan jalan Patchwork yang menghubungkan kota Biei dengan kota Asahikawa. Selain dua jalan utama juga ada jalan lain yang terkenal yang bernama Refreshline yaitu jalan yang menghubungkan dari stasiun Biei ke Gunung Tokachidake


Untuk mendapatkan map beserta informasi lain kita dapat mendatangi pusat informasi yang bernama "The tower of the four seasons" yang terletak di sebelah timur stasiun.
Untuk mencapai ke sana kita harus naik pesawat dari bandara lain turun di Bandara Asahikawa

Dari bandara kita terus naik bis menuju ke stasiun Biei memakan waktu sekitar 15 menit dengan tiket naik sebesar 360 yen



Jika kita berada di kota Furano atau kota Asahikawa kita bisa naik bis. Dari kota Furano ke stasiun Biei memakan waktu sekitar 30 – 40 menit dengan tiket naik sebesar 620 yen. Dari kota Asahikawa ke stasiun Biei memakan waktu sekitar 30 – 40 menit dengan tiket naik sebesar 530 yen.
Untuk mengelilingi kota Biei kita mempunyai beberapa pilihan :

1.naik bis Twinkle
bis ini hanya beroperasi pada bulan june sampai agustus dan hanya bisa naik di stasiun Biei harga tiketnya sekitar 500 – 1000 yen.


2.Menyewa Sepeda
Ada beberapa tempat penyewaan sepeda di pusat kota Biei dengan harga sewa 200-600 yen perjam.
3.Dengan Jalan Kaki
Cara ini yang paling bagus jika kita mempunyai banyak waktu Karena kita dapat menikmati pemandangan sepenuhnya


Pemandangan Di Biei
















Saturday, May 7, 2011

Permen Unik Khas Jepang


Amezaiku (饴细工) Adalah kerajinan seni permen jepang. . Seniman akan mewarnai gula-gula dan menggunakan tangan serta alat-alat lain seperti pinset dan gunting untuk menciptakan sebuah patung dari permen. Seorang seniman Amezaiku juga memberi warna permen mereka dengan pewarna dapat dimakan untuk memberikan pekerjaan yang lebih menyerupai karakter asli.


Hewan dan serangga adalah bentuk umum yang diciptakan oleh seniman Amezaiku untuk menarik anak-anak . Artis akan sering menciptakan karakter hewan yang rumit dengan kecepatan seorang ahli. Beberapa seniman Amezaiku merupkan artis jalanan yang juga akan melakukan trik sulap dan menceritakan cerita bersama dengan pembuatan kerajinan permen untuk menghibur para pelanggannya.





Desa terindah di jepang

Shirakawa ( Shirakawa-mura?) adalah nama sebuah desa yang terletak di Prefektur Gifu, Jepang.Desa ini paling terkenal dengan adanya sebuah bagian desa kecil yang menjadi tempat berdirinya rumah-rumah tradisional Jepang yaitu gassho-zukuri.

Pada tanggal 1 April 2004, populasi desa ini diperkirakan mencapai1.933 orang dengan kepadatan 5,4 orang per km². Luas totalnya adalah 356.55 km².

Desa ini terletak dekat dengan kota Takayama, juga di Gifu. Desa ini bersama dengan Gokayama di Nanto, Toyama, menjadi Situs Warisan DuniaUNESCO.


Geografis
Shirakawa adalah salah satu tempat yang menerima paling banyak hujan salju di Jepang. Sebagian besar (95,7%) wilayahnya tertutup oleh hutan.Sebelah barat dibatasi oleh pegunungan Ryohaku dan Prefektur Ishikawa serta dengan Prefektur Toyama di bagian utara dibatasi oleh gunung Ningyo. Desa Shirakawa terletak di lembah dimana mengalir sungai Shokawa.





Entri Populer