Monday, June 6, 2011

Hotel Tertua Di dunia ternyata ada di Jepang!!!

Memang sebelumnya hotel tertua diklaim adalah Hoshi Ryokan Hotel di daerah Komatsu, prefektur Ishikawa(718). Tetapi baru-baru ini Guiness World Record baru saja mengumumkan Hotel Tertua di dunia berubah, tetapi masih ada di Jepang, yakni Nishiyama Onsen Keiunkan,(705). Berikut ulasannya ,

Berbeda dengan "Hoshi Ryokan Hotel (718)"



Sejarah :
Nishiyama Onsen Keiunkan merupakan penginapan yang dulunya diklaim didirikan oleh Fujiwara Mahito,putra dari Fujiwara Kamatari, pengawal terdekat Kaisar Tenji (626-671).

Letak :
di daerah Hayakawa, di prefektur Yamanishi, berikut lokasinya :


Keunikan :
Merupakan Hotel bersejarah sejak abad ke 8. Yang lebih hebat lagi, Hotel ini ( Nishiyama Onsen Keiunkan ) dinobatkan oleh Guinness World Records sebagai Hotel tertua di Dunia , yakni sejak tahun 705 M, yang mana sebelumnya dipegang oleh hotel di jepang pula, yakni Hoshi Ryokan Hotel (718 M). Tentu saja setelah itu, banyak wisatawan mancanegara yang tertarik ke sana baik untuk menginap atau cuma melihat-lihat.

Tetapi ternyata tidak selamanya kejayaan itu tetap berada di singgasana. Gempa berkekuatan super besar pada tanggal 11 Maret 2011 di Jepang telah merubah segalanya. Di satu sisi masih banyak orang penasaran dengan Hotel tersebut, di sisi lain banyak yang membatalkan penginapan , apalagi untuk turis domestik. Hal ini tentunya sangat merugikan pihak pengelola.

Tetapi pihak pengelola tidak diam saja. Presiden direktur Nishiyama Onsen Keiunkan " Yuji Fukuzawa " optimis hotelnya akan bisa berkembang pasca tragedi dan tetap mempertahankan pengakuan yang didapat dari Guinness World Records. Bahkan beliau bermaksud menambah rekor baru berkaitan dengan hotelnya, yakni adanya Sumber Air panas dengan Volume air terbesar tiap menitnya. Pada tahun 2005 pihaknya menggali sedalam 888 m di bawah tanah, dan menghasilkan 1630 liter air dengan temperatur 52 derajat celcius tiap menitnya.Sungguh luar Biasa.., Semoga Rekor baru bisa tercatat.

Statement Pak Yuji Fukuzawa selaku generasi ke 52 pengelola hotel ini:" Ini adalah cara yang terhormat. Kami ingin mempertahankan kelangsungan peninggalan budaya asli jepang melalui Hotel ini"

























Display Makanan Plastik Restoran

Menu biasa mungkin cukup untuk pengunjung restoran di seluruh dunia, tapi tidak di Jepang. Di sini, citra/tampilan adalah segalanya sebelum mereka menentukan makan dimana, orang jepang ingin melihat apakah makanan yang mereka ingin pesan sesuai dengan di tampilan menu. Dari situlah makanan tiruan dari plastik diciptakan. Model makanan plastik sudah ada pada tahun 1917, tetapi 1926 barulah sebuah pemilik restoran memutuskan untuk menggunakannya dalam casing kaca, untuk menarik lebih banyak pelanggan. Idenya sangat berhasil dan orang-orang berbondong-bondong datang ketempat-Nya berharap untuk mendapatkan makanan lezat seperti yang ditampilkan di luar. Dalam sekejap, restoran lain mengikuti cara restoran ini dan membuat makanan plastik menjadi industri bisnis yang menguntungkan. Pada tahun 1932, Iwasaki Ryuzo mendirikan sebuah perusahaan yang membuat dan menjual makanan plastik untuk restoran, dan sekarang perusahaan dia adalah yang nomer 1 dibidang ini. Bisnis ini sangat menguntungkan, karena perkiraan menunjukkan pendapatan hampir miliaran yen setiap tahun. Apabila detail bentuk sangat mirip restoran mewah tidak akan segan-segan membayar hingga satu juta yen.

Dahulu kala, model makanan plastik yang terbuat dari lilin. Lilin itu mencair dan berpori ke dalam cetakan yang terbuat dari Kanten-寒天 (semacam jelly rumput laut), tetapi produsen sekarang menggunakan cetakan silikon di mana mereka menuangkan plastik cair panas hingga mengeras. Bahan dan teknik modern rupanya membuat makanan jauh terlihat lebih realistis. Restoran mengirim konsep dan bahan makanan yang mereka inginkan direplikasi, bersamaan dengan foto. Silikon dituangkan di didalam kotak alumunium dan mengeras ke dalam cetakan, yang kemudian diisi dengan plastik cair dan dimasak dalam oven. Kemudian ini adalah hal yang tersulit - mendapatkan detail yang tepat. Cat minyak, kuas, cat air, pisau dan alat ukir adalah bagian dari proses pembuatan secara manual, tetapi mereka semua tetap menjaga kerahasiaan teknik mereka.
Model makanan plastik sudah populer di seluruh Jepang dan negara-negara tetangga seperti Korea Selatan dan Cina, mereka juga telah mengadopsi teknik pemasaran seperti ini. Model makanan Plastik sudah lebih dari sekedar iklan makanan yang baik, tetapi tingkat detail telah mengangkat kerajinan ini ke bentuk seni dan beberapa telah dipamerkan di tempat-tempat terkenal seperti Victoria dan Albert Museum, di London.
Restoran sudah menjadi sangat pemilih, sehingga setiap perusahaan pembuat makanan plastik hidangan harus diciptakan sempurna. Pembuat makanan plastik semua mengetahui dasar-dasar perdagangan, tetapi mereka harus berimprovisasi untuk menemukan cara dan membuat makanan plastik tampak sama baik atau lebih baik daripada yang asli dihidangkan. Hal ini membuat dunia yang berbeda kepada pemilik restoran, karena dengan makanan plastik seharusnya menghilangkan keraguan pelanggan. Pelanggan menjadi tidak blur dalam memilih makanan, mereka jadi tau apa yang akan mereka terima untuk dimakan, tidak seperti restoran di seluruh dunia yang kebanyakan mereka hanya menebak-nebak dari menu. Meskipun makanan riil tidak selalu terlihat sempurna seperti model plastik, setidaknya mereka mendapatkan ide yang cukup bagus sebelum memesan.

















Video


Permen Khas dari Jepang


Amezaiku (饴细工) Adalah kerajinan seni permen jepang. . Seniman akan mewarnai gula-gula dan menggunakan tangan serta alat-alat lain seperti pinset dan gunting untuk menciptakan sebuah patung dari permen. Seorang seniman Amezaiku juga memberi warna permen mereka dengan pewarna dapat dimakan untuk memberikan pekerjaan yang lebih menyerupai karakter asli. Hewan dan seranggaadalah bentuk umum yang diciptakan oleh seniman Amezaiku untuk menarik anak-anak . Artis akan sering menciptakan karakter hewan yang rumit dengan kecepatan seorang ahli. Beberapa seniman Amezaiku merupkan artis jalanan yang juga akan melakukan trik sulap dan menceritakan cerita bersama dengan pembuatan kerajinan permen untuk menghibur para pelanggannya.




Friday, June 3, 2011

Apakah Ini Olahraga Tergila di Jepang?


Kita tau di dunia ini banyak olahraga yang berbahaya.

Tapi "Bou Taoshi" atau "Jatuhkan Tiang" boleh dibilang sangat berbahaya karena para pesertanya bebas memukul lawannya sampai jatuh. Bebas dalam arti kata sebenarnya.




Awalnya, Bou Taoshi adalah olahraga yang biasa dimainkan oleh militer Jepang untuk melatih anggota yang baru masuk ke sekolah militer. Tapi sekarang, olehraga ini juga dimainkan oleh para pelajar dan mahasiswa jika ada perayaan tertentu di sekolah mereka.

Dimainkan oleh 2 tim yang masing-masing beranggotakan 75 orang, tim pertama bertugas untuk menjaga tiang dan satu "monyet" diatas tiang agar tidak jatuh apapun yang terjadi. Sedangkan tim kedua harus menjatuhkan tiang tersebut apapun halangannya.

Jadi jangan heran kalau ada pemainnya yang tulangnya bergeser atau patah disana-sini. Seru juga.



Sekolah Untuk Mendapatkan Jodoh di Jepang !

Dalam rangka pencarian Mr atau Mrs Right, puluhan lelaki dan perempuan dewasa di Jepang mengikuti sekolah yang baru saja diresmikan di Tokyo. Sekolah yang diberi nama Infini ini, merupakan sekolah khusus yang menawarkan berbagai kelas untuk para calon pengantin perempuan dan lelaki.

Sekolah ini di luncurkan disaat banyak orang Jepang mulai merasa pesimis berhubungan dengan seseorang dan mengucilkan lembaga pernikahan. Semakin meningkatnya perempuan yang mapan secara ekonomi serta perubahan sikap sosial terhadap pernikahan, menambah jumlah perempuan single di Jepang yang berusia 20-an dan 30-an dibanding sebelummnya. Data statistik pemerintah menunjukkan hampir dua-pertiga perempuan di bawah usia 34 tahun belum menikah.

“Sebelumnya, orang merasa lebih mudah untuk menikah karena keluarga dan masyarakat akan menghubungkan mereka dengan cara tertentu, kadang-kadang mendorong mereka untuk segera menikah. Tapi kini, orang memiliki terlalu banyak pilihan dan tidak bisa menentukan sesuai pikiran mereka,” kata Etsuko Satake, sang kepala sekolah.

Sekolah yang terbuka bagi kaum lelaki dan perempuan ini, mengajarkan para siswanya tentang bagaimana berbicara, berjalan dan menampilkan diri dengan elegan dalam upaya untuk merebut hati calon pasangan dan juga calon mertua, yang seringkali menjadi kendala utama keberhasilan hubungan.

Di sini para instruktur juga akan memberikan tinjauannya mengenai busana yang dikenakan, postur tubuh dari serta hal-hal detail lainnya seperti bagaimana cara menyilangkan kaki atau keluar dari mobil. Laki-laki dan perempuan juga diajarkan keterampilan yang berbeda, diantaranya mengenai cara mengatur meja dengan baik agar terlihat lebih ekspresif secara emosional. Dengan semua fasilitas yang diberikan, para sisiwa dikenakan biaya sekolah per-tahun sekitar 200.000 yen ($ 2.217) untuk akses kelas tak terbatas.

“Saya tidak pernah berpikir kalau ibu pacar saya bisa memainkan peran besar dalam hubungan saya. Tetapi sekarang saya sadar saya harus mulai berpikir serius tentang bagaimana mengesankan calon mertua saya,” kata Kozue Sugawara, siswa berusia 29 tahun yang bergabung dengan sekolah tersebut setelah rencana pernikahan sebelumnya gagal.

Infini yang dibuka bulan lalu, kini telah memiliki sekitar 30 siswa perempuan dengan rata-rata usia 30 tahun. Sebenarnya banyak pula laki-laki yang telah mendaftar, namun yang benar-benar muncul dalam kelas jauh lebih sedikit dibanding dengan rekan-rekan perempuan mereka.

“Saya sedang mencari seorang lelaki yang berpenghasilan lebih dari 10 juta yen (110.000 dolar) per tahun, dan tidak meminta saya untuk tinggal bersama orang tua serta dapat menjaga saya dengan baik,” ujar Oda, salah satu pegawai kontrak yang tertarik mengikuti sekolah Infini.

Gedung di jepang yg di tembus dengan jalan tol


Gedung berlantai 16 di Osaka, Jepang ini terbilang unik karena adanya jalan tol yang menembusnya, tepat di lantai 5 hingga 7. Jalan tol yang menembusnya merupakan jaringan jalan tol sepanjang 293,3 km. Uniknya lagi, penyelenggara jalan tol tersebut merupakan penyewa tetap pada lantai 5 hingga 7 di gedung ini.

Pada tahun 1983, pembangunan gedung baru di area gedung unik berada dihentikan oleh pemerintah setempat, dikarenakan rencana pembangunan jalan tol sudah final. Namun, pemilik gedung ini menolak untuk menyerah, ia tidak mau memindahkan gedungnya. Setelah bernegosiasi dengan penyelenggara jalan tol selama 5 tahun, muncullah solusi ini.

Pemilik gedung menggunakan tiang penyangga ganda untuk melindungi gedung ini dari getaran, dan juga struktur melingkar di sekeliling bagian yang digunakan untuk ditembus jalan tol.


Thursday, June 2, 2011

Cerita Tentang Tradisi Sado Di Jepang


Di Jepang proses membuat teh dan minum teh dilakukan dengan penuh makna dan simbol tertentu. Upacara menum teh ini disebut chado, sado, atau chanoyu, dan kalau dilakukan di luar ruangan disebut nodate.
Upacara minum teh ini pada awalnya adalah tradisi dalam menyajikan teh untuk tamu yang bersifat ritual atau religius. Namun dalam perkembangannya kemudian menjadi tradisi di kalangan bangsawan, dan sampai saat ini masih tetap dipertahankan menjadi budaya Jepang yang sangat dijunjung tinggi. Oleh karena itu tidaklah heran bila anda melihat peralatan untuk membuat dan minum teh, terbuat dari bahan berkualitas dan penuh sentuhan seni.
Saat ini upacara minum teh dapat dilakukan oleh siapapun. Semua lapisan masyarakat boleh melakukan upacara ini setelah mengikuti pelatihan-pelatihan yang dapat anda ikuti bila berkunjung ke Jepang. Banyak orang dari berbagai belahan dunia tertarik dan mempelajari upacara ini, oleh karena itu tidaklah heran apabila upacara minum teh Jepang ini sangat populer.




Bukan sekedar minum teh
Upacara minum teh dilakukan sebagai bentuk penghormatan tuan rumah kepada tamunya. Teh disiapkan secara khusus oleh orang yang mendalami seni upacara minum teh dan dinikmati oleh sekelompok tamu di ruangan khusus untuk minum teh, yang disebut chashitsu. Ruangan ini tidak terlalu besar, bersih, dan pada satu sisi ruang terdapat ceruk (tokonoma) yang dihias dengan lukisan dinding atau kaligrafi yang disebut kakejiku, lalu dilengkapi dengan rangkaian bunga semusim (chabana) dan harum-haruman. Sementara itu di satu sudut ruangan, segala peralatan untuk minum teh juga tertata rapi, mulai dari perapian untuk merebus air (tungku), guci, bubuk teh dan sendoknya, pengocok, dan mangkuk keramik yang sesuai dengan musim dan status tamu yang diundang. Selain itu, tersedia juga kue manis yang akan dibagikan kepada tamu sebelum meminum teh. Teh yang dipakai pada upacara minum teh umumnya, menggunakan teh bubuk matcha yang dibuat dari teh hijau yang digiling halus, tetapi bisa juga menggunakan teh hijau jenis sencha.
Karena upacara minum teh bukan hanya untuk menikmati teh, setiap gerakan dan setiap benda dihadirkan untuk diperhatikan dan diapresiasi. Ketika anda memasuki ruangan upacara pun semua harus dilakukan dengan aturan-aturan yang harus dipenuhi. Anda harus memberikan hormat dan apresiasi terhadap tuan rumah dan apa yang ada di ruangan acara.
Setiap gerakan dalam mempersiapkan teh dilakukan oleh penyaji dengan lambat. Tungku menyala, air mendidih, perangkat diusap dengan saputangan merah yang dilipat segitiga dan dibalutkan ke tangan kiri. Air mendidih, dan teh siap diseduh.
Sementara itu, sebelum nimum teh, disajikan sebuah kue yang manis sekali kepada setiap tamu. Cara menyajikan dan mengambilnya pun ada aturan yang penuh sopan santun. Saling membungkuk antara penyaji dan tamu, saling membungkuk untuk minta izin dan mempersilahkan mengambilnya duluan antara tamu satu dan tamu berikutnya. Cara memegang sumpit, mengambil kue, meletakkan di atas kertas, mengelap ujung sumpit, dan mengembalikannya juga menurut aturan tertentu. Tamu kemudian memakan kue manis yang bentuknya sesuai dengan bunga yang kembang pada musim itu. Untuk bulan Juni misalnya, adalah kue berbentuk bunga ajisai. Kue itu terbuat dari tepung ketan ditambah bahan sayuran, ditengahnya kacang merah tumbuk. Warnanya ungu, hijau dan putih. Kue ini dibuat manis untuk mempersiapkan lidah bagi hidangan teh yang pahit.
Setelah makan kue, nyonya rumah mulai menyiduk air yang sedang mendidih di dalam guci dengan gayung kayu, dituang ke dalam mangkuk yang sudah berisi bubuk teh. Dikocok-kocok hingga berbuih, lalu dihidangkan.
Saat menyajikan teh kepada tamu, tuan rumah memegang mangkuk dengan kedua tangan. Memutarnya dua kali di atas tangan kanan, meletakkannya di atas tatami di hadapan tamu, membungkuk dan mempersilahkan. Tamu membalas membungkuk dengan ucapan penerimaan, mengambilnya dengan dua tangan, memutar mangkuk dua kali di atas tangannya sambil mengamati pola di luar mangkuk, menyeruput teh sedapatnya dengan suara ribut, kemudian memberi komentar tentang mangkuknya.
Bentuk mangkuk untuk minum teh juga disesuaikan dengan musim. Mangkuk yang tinggi untuk musim dingin, supaya kehangatan teh bertahan lebih lama. Mangkuk yang ceper untuk musim panas, supaya teh lebih cepat dingin. Dari pola hiasan di luar mangkuk bisa diketahui zaman pembuatannya.
Ketika upacara berlangsung tidak ada musik pengiring. Hanya bunyi angin menggesek dedaunan di luar, air menetes di pancuran, dan air mendidih di tungku kecil pojok ruangan. Suara alam, ditambah suara percakapan dengan tamu. Biasanya percakapan dilakukan antara tuan rumah dan tamu utama yang duduk paling ujung, paling dekat dengan tungku, paling awal mendapat sajian. Tamu lain semestinya mendengarkan saja percakapan seperti itu, tetapi saat ini terutama untuk tamu asing biasanya semua boleh bertanya.
Sarat dengan makna
Rangkaian pembuatan teh oleh tuan rumah tersebut dilakukan dengan gerakan yang penuh hikmat dan sarat dengan makna. Demikian pula tamu yang menikmati sajian teh. Teh yang sudah siap, dituangkan ke dalam sebuah mangkuk. Sebelum menyerahkan kepada tamu, tuan rumah memutar terlebih dahulu mangkuk tersebut. Maksudnya, agar gambar pada mangkok tersebut menghadap tamu pada saat diberikan. Demikian pula sebaliknya, tamu memutar mangkuk tersebut agar gambar pada mangkuk menghadap tuan rumah pada saat dikembalikan. Ketika akan minum pun, tamu memutar mangkuknya agar gambar pada mangkuk tidak tersentuh oleh mulutnya. Sebenarnya semua ini merupakan simbol nyata sikap saling menghormati antara tamu dan tuan rumah.
Di akhir upacara ini, tuan rumah tetap menunjukkan sikap hormatnya, dengan memperlihatkan peralatan minum dan teh yang baru saja disuguhkan. Hal ini untuk meyakinkan tamunya bahwa yang terbaiklah yang disuguhkan.
Selama upacara minum teh berlangsung anda akan terkesan dengan filosofi masyarakat Jepang yang sangat menghormati tamu ini. Oleh karena itu bila anda diundang sebagai tamu secara formal dalam upacara minum teh, anda juga harus mempelajari tatakrama, kebiasaan, basa-basi, etiket minum teh dan menikmati makanan kecil yang dihidangkan.
Masuk ke dalam ruang upacara minum teh di suatu perguruan minum teh, di Jepang, anda akan merasakan seperti masuk ke dalam dunia yang berbeda. "Alam sesudah ini lebih suci dari sebelumnya", demikian filosofi mereka, sehingga orang yang memasukinya mesti membersihkan terlebih dahulu. Semua perlengkapan yang terbuat dari logam, seperti cincin, jam tangan, anting, dan gelang harus dilepas sebelum masuk ruangan. Perlengkapan minum teh hanya boleh bersentuhan dengan barang-barang lembut. Tangan dan mulut dicuci bersih. Sepatu dilepas. Setiap tamu diberi sebuah kipas sebagai sarana memperkenalkan diri. Kipas itu sebagai ganti pedang bagi para samurai. Aslinya dalam upacara minum teh terbuat dari logam, tetapi saat ini diganti dengan plastik.
Setelah masuk anda duduk melipat kaki dengan rapi, kipas diletakkan di depan lutut, kemudian antara tuan rumah dan tamu saling membungkuk mengucapkan salam. Kemudian dengan tangan kiri, kipas di ambil, disimpan di belakang masing-masing. Setelah itu tuan rumah mengeluarkan perangkat pembuatan teh dan mempersiapkannya.
Dalam tradisi upacara ini, teh disajikan dalam guci atau poci yang terbuat dari tanah liat. Khusus bagian dalam wadah ini tidak boleh dicuci, apalagi disentuh dengan sabun. Aroma sabun akan mempengaruhi aroma teh. Selain itu endapan teh di dalam wadah, akan menambah harum teh yang baru dicelupkan. Dan kenikmatan akan bertambah lagi apabila diminum dengan menggunakan cawan atau mangkuk atau cangkir yang terbuat dari keramik.
Demikian sekilas tentang upacara minum teh yang sarat dengan simbol dan makna, yang bila lebih dalam lagi digali, masih ada makna lain yang bisa diketahui


Entri Populer