Wednesday, November 14, 2012

Tradisi Musim Panas di Jepang : Yomise, Yatai dan Demise



Festival kembang api di Jepang adalah salah satu hal yang harus Anda alami paling tidak sekali dalam seumur hidup Anda. Anda mengenakan yukata atau jinbei dan menikmati makanan-makanan lezat khas Jepang di Yomise (atau orang-orang menyebutnya Demise dan Yatai), minum bir dan menyaksikan atraksi kembang api yang indah dan mengagumkan. Seperti itulah musim panas di Jepang.
Jika Anda pernah menonton satu film Ghibli berjudul Spirited Away, Anda pasti akan mengerti apa itu Yomise dan Yatai. Ingat adegan ini?
Tempat orangtua Chihiro makan semua makanan yang tampak lezat itu, itulah yang disebut Yatai. Yatai adalah warung makan. Yomise berarti Yoru (senja dan malam) Mise (toko), jadi dapat diartikan toko makanan yang muncul di malam hari yang menyediakan jajanan jalanan khas Jepang yang lezat.
Yatai, Demise dan Yomise selalu berhubungan dengan kembang api. Kapanpun ada festival kembang api musim panas, selalu akan ada banyak sekali jajanan jalanan seperti okonomiyaki , yakisoba, takoyaki dan yakitori, serta hal-hal lain seperti permainan-permainan untuk anak-anak. Salah satu permainan yang menjadi favorit di sana adalah kingyo sukui atau permainan menangkap ikan mas.
Festival kembang api musim panas selalu memberikan kenangan yang indah hingga kita yang pernah mengalaminya selalu memiliki keinginan untuk menyaksikan dan mengalaminya lagi.


Serunya Kompetisi Kendama di Jepang

Jika Anda pikir Kendama adalah permainan untuk anak kecil, pikir sekali lagi. Permainan ini tidak semudah yang terlihat, dan menguasai teknik yang dibutuhkan untuk permainan ini mungkin lebih sulit dari yang Anda bayangkan.
Japanese Kendama Association (JKA) didirikan di Jepang pada tahun 1975. Organisasi ini berfungsi sebagai indikator untuk spesifikasi Kendama supaya kita dapat berpartsipasi dalam berbagai kejuaraan dan mengerti peraturan-peraturannya.
Peringkat dalam Kendama sama dengan peringkat yang digunakan dalam seni bela diri; untuk Kendama, peringkat-peringkat ini disebut Kyu dan dimulai dari peringkat paling bawah, peringkat 10, dan terus naik hingga peringkat 1, peringkat tertinggi yang dapat diraih oleh seseorang.
Untuk naik satu peringkat lebih tinggi, Anda harus melakukan gerakan yang dikhususkan unutk level tersebut dengan sukses paling tidak sekali dalam sepuluh kali percobaan yang diberikan.
Sebagai tambahan, jika peringkat yang ingin Anda capai bukanlah peringkat pertama, Anda harus melakukan gerakan yang dikhususkan untuk peringkat sebelumnya juga dengan sukses sebanyak dua kali dalam sepuluh kali percobaan. Jika peringkatnya lebih tinggi dari peringkat kedua, maka Anda harus melakukan gerakan yang dikhususkan untuk peringkat sebelumnya sebanyak tiga kali dengan sukses dalam sepuluh kali percobaan.
Untuk peringkat 6 hingga 1, Anda diharuskan melakukan gerakan tambahan pada setiap peringkatnya, yang disebut moshikame.
Kini, untuk mendapatkan peringkat Kyu pertama (ranking 10), Anda harus menggantung bola hingga benar-benar tidak bergerak pada talinya. Kemudian, bola tersebut harus ditangkap dalam sekali ayunan sehingga bola itu akan jatuh pada salah satu lubang yang ada di kedua sisi.

10 Besar Film Horor Jepang (Yang Mungkin Belum Pernah Anda Lihat)




Semua orang pastinya pernah melihat, atau paling tidak mendengar, nama-nama besar film horor Jepang. Sebut saja Ringu, Ju-On, Chakushin Ari (One Missed Call), dan Kairo (Pulse) yang semuanya telah dibuat remake-nya oleh Hollywood dan cukup menimbulkan bekas di benak para penontonnya.
Tidak semua film dengan cerita bagus dapat masuk ke pasar Amerika. Di bawah ini adalah 10 (tidak berdasarkan urutan peringkat) film horor Jepang yang memiliki cerita yang bagus yang mungkin tidak terlalu dikenal oleh para penikmat film. Mungkin sebagian dari mereka terlewat atau kurang mendapat apresiasi yang semestinya mereka dapatkan. Beberapa film ini mungkin sulit untuk didapat, namun mereka layak unutk dicari dan ditonton.
Fu-Rai (White Panic)
 
Suatu hari, empat orang muda-mudi – tiga orang pria dan seorang wanita – terbangun di suatu pagi dan mendapati bahwa mereka berada di dalam sebuah ruangan kecil yang dipenuhi oleh bubuk putih dan mereka semua telanjang bulat. Mengapa mereka semua berada di ruangan itu? Apa arti ruangan tersebut? Siapa yang membawa mereka ke dalam ruangan itu? Dan yang lebih penting, bagaimana cara mereka untuk dapat keluar dari ruangan itu?
Cerita lebih lanjut akan menjadi spoiler, jadi hanya ini yang dapat diceritakan.
Tales of Terror From Japan: Four Roads To Hell
Saat tengah malam…jangan bekerja di kantor hingga larut malam! Jangan tinggal sendirian di kamar hotel! Jangan gunakan elevator! Jangan melihat ke cermin! Jangan hiraukan percakapan di rumah sebelah! Jangan pergi sendirian ke garasi awah tanah! Jangan biarkan orang yang tidak dikenal masuk ke dalam mobilmu! Jangan bercanda atau bertaruh membawa nama keluargamu yang telah meninggal! Jika kau melakukan hal-hal tersebut, jalan menuju neraka akan terbuka untukmu…
Film ini sedikit mirip seperti film Creepshow, dimana film ini menyajikan 4 cerita horor pendek dengan twist-nya di masing-masing akhir cerita. Cerita-cerita tersebut dibuat berdasarkan berbagai legenda di Jepang yang akan memuaskan sebagian besar penonton, terutama jika kita tidak terlalu mengenal kebudayaan Jepang.
Noroi – The Curse
Sebuah kota kecil ditargetkan untuk dihancurkan dan direlokasi untuk memberi jalan pada pembangunan sebuah bendungan. Para penghuni kota tersebut melakukan ritual setan yang misterius untuk terakhir kalinya, namun sesuatu yang sangat tidak beres terjadi. Beberapa tahun kemudian, seorang wartawan TV yang memiliki ketertarikan untuk mendokumentasikan hal-hal yang bersifat paranormal, menerima sepucuk surat dari seorang wanita yang mengeluhkan suara-suara aneh yang datang dari rumah tetangganya. Wartawan tersebut memutuskan untuk memperkenalkan dirinya pada sang tetangga, Junko Ishi, yang ternyata adalah wanita terakhir yang mengambil bagian dalam ritual setan itu…
Kisah ini diceritakan dengan gaya dokumenter dan merupakan tipe film “found footage”. Tontonan yang sangat bagus jika Anda menyukai jenis film seperti itu, dan tidak akan mengecewakan.
Paranormal Activity 2: Tokyo Night
Gelisah dengan rentetan kejadian aneh yang mengikuti kepulangan kakak perempuannya dari Amerika, Koichi membujuk kakaknya itu untuk memasang sebuah kamera video di kamar kakaknya. Kamera video itu terhubung dnegan komputer Koichi hingga ia dapat melihat apa yang terjadi, dan jika dibutuhkan, akan segera datang untuk memberi bantuan pada kakaknya. Yang ditemui oleh Koichi merupakan serentetan kejadian di luar nalar manusia. Mulai dari suara aneh di malam hari, gelas di atas meja pecah tanpa ada siapa-siapa di dekatnya, bahkan seorang teman dekat mereka, yang dikenal tidak pernah goyah, menjadi sangat ketakutan. Situasi semakin memburuk dengan seluruh anggota keluarga mulai terancam bahaya, hingga akhirnya sebuah fakta yang menakutkan pun terungkap…
Film ini dibuat dengan nafas yang sama dengan film-film Paranormal Activity di Amerika. Jika Anda menggemari film-film seperti itu, film ini kurang lebih akan terasa sama (walau bagus atau jeleknya tergantung selera masing-masing). Akting para pemainnya cukup baik, walau plotnya tidak terlalu orisinil.
Tomie Unlimited
Dipersembahkan untuk Anda oleh orang yang menyutradarai Machine Girl dan RoboGeisha, Tomie Unlimited bercerita mengenai sebuah entitas/hantu/setan jahat dalam bentuk seorang gadis SMA yang sangat menggoda, bernama Tomie.
Silakan baca review lengkap dari Tomie Unlimited dengan mengklik link ini.
Shibuya Kaidan (The Locker)
The Locker adalah sebuah film berdasarkan sebuah legenda yang menyatakan bahwa di suatu tempat di Shibuya (satu daerah di Tokyo tempat berkumpul dan bergaulnya para muda-mudi), terdapat sebuah loker yang dioperasikan menggunakan koin, yang akan memberi keberuntungan pada siapapun yang menggunakannya saat menyatakan cintanya pada orang yang disayanginya. Ternyata legenda ini telah berubah, dan 6 orang siswa perguruan tinggi akan segera mengetahui rahasia dan kebenaran yang mematikan di balik loker #0009.
Film ini sedikit mudah ditebak, namun legenda yang unik yang mendasari cerita film ini membuat mudah ditebaknya film ini menjadi satu hal yang tidak terlalu penting diperhatikan. Jika Anda menyukai film ini, Anda dapat menyaksikan sekuelnya yang berjudul The Locker 2.
Purei (Pray)
Dua preman menculik seorang gadis kecil dengan harapan mendapatkan uang tebusan dalam jumlah yang besar. Rencana mereka yang beresiko itu menjadi berantakan ketika orang tua gadis tersebut mengatakan bahwa anak mereka telah meninggal beberapa tahun yang lalu. Mencoba memikirkan apa yang harus dilakukan selanjutnya saat berhenti untuk beristirahat di sebuah gedung sekolah yang telah tidak dipakai, kejadian-kejadian aneh dan mengerikan mulai terjadi, sementara salah seorang penjahat tersebut makin terpesona dengan gadis yang nampaknya tidak berbahaya itu.
Sebuah film lain yang orisinil, berkat perbedaan budaya dan teknik penceritaan. Walaupun pada awalnya film ini memiliki rasa sebuah B-movie, saat-saat yang menghibur dan plot yang menarik segera menghilangkan rasa itu. Sebuah film yang sangat layak ditonton untuk para penggemar film horor yang merasa bosan dengan film-film yang biasa-biasa saja.
Rinne (Reincarnation)
Bertahun-tahun lalu, sejumlah pembunuhan brutal terjadi di sebuah hotel milik sebuah keluarga. Beberapa tahun kemudian, seorang sutradara film horor memutuskan untuk membuat sebuah  film tentang pembantaian tersebut. Saat ia memulai proses produksi, seorang aktris muda yang disewa untuk membintangi peran utama dihantui oleh roh para korban pembantaian.
Film ini lebih masuk ke genre thriller daripada horor. Namun berkat elemen-elemen supranatural yang terdapat di dalamnya, film ini masih dapat dimasukkan ke dalam genre horor. Ini adalah film yang dikemas dengan baik walaupun terdapat sedikit bias pada genre-nya.
Carved – The Slit-Mouthed Woman
Tiga puluh tahun yang lalu, legenda menyatakan bahwa sebuah kota diteror oleh roh seorang wanita yang wajah cantiknya telah dirusak dengan sangat sadis oleh suaminya yang cemburu. Berkeliaran di jalanan mengenakan penutup mulut untuk bedah dan mantel panjang, hantu wanita itu akan mendekati korban-korbannya yang masih muda, dan sambil membuka penutup mulutnya ia bertanya, “Apakah aku cantik?” Jawaban para korban itu selalu berakhir dengan kematian mereka yang brutal. Kini, satu persatu anak-anak kecil mulai lagi menghilang. Saat para guru dan pihak kepolisian mulai menyelidiki kasus ini, kepanikan mulai terjadi saat roh wanita itu kembali untuk sebuah urusan yang belum selesai.
Film ini termasuk film dengan gaya slasher yang banyak dibuat oleh pembuat film horor. Namun jangan sampai hal ini membuat Anda kecewa karenanya. Walau premis film ini tidak orisinil, namun cerita dan plotnya termasuk orisinil. Film ini didasarkan pada legenda/kisah rakyat Jepang populer lainnya.
Kowai Onna (Unholy Woman)
Kowai Onna adalah kumpulan dari 3 cerita horor pendek terpisah yang ditulis dan disutradarai oleh 3 sutradara berbeda. Rattle Rattle disutradarai oleh Keita Amemiya, Hagane disutradarai oleh Takuji Suzuki, dan The Inheritance oleh Keisuke Toyoshima.
Film ini mungkin adalah satu antologi terbaik yang ada di Jepang selama sekitar 6-7 tahun terakhir ini. Cerita yang disajikan dalam koleksi ini sangat orisinil, dan akting para pemerannya dilakukan dengan sangat baik.

Panduan Etika Jepang Untuk Para Wisatawan



Orang Jepang sangat memahami ketika orang asing secara tidak sengaja tidak mematuhi aturan atau tata krama kehidupan atau pergaulan di sana. Namun mematuhi sebanyak mungkin peraturan – baik itu di ruang rapat atau di kamar mandi – akan membuat mereka kagum dan dapat membuat urusan bisnis menjadi lebih lancar.
Salah satu etika Jepang yang masih terpelihara sejak dahulu kala adalah pergi ke onsen atau tempat pemandian air panas, baik itu sebagai bagian dari liburan atau sebagai gestur dari seorang kolega kerja setelah seharian berada di meja perundingan.
Bangsa Jepang telah membuat kegiatan mandi menjadi sebuah kegiatan sosial. Setelah membuka pakaian dan menutupi tubuh dengan handuk yang hanya sebesar saputangan, pengunjung mengambil bangku kecil serta gayung, sabun cair dan sampo. Setelah membersihkan tubuh, baru mereka masuk ke kolam yang dapat dipilih, apakah kolam air dingin, air panas atau sedang. Atau mungkin juga seseorang ingin berendam di kolam air bermineral yang dapat menghilangkan beberapa penyakit ringan. Satu hal yang harus diperhatikan adalah jangan mengotori air kolam atau tempat mandi dengan sisa sabun dan sampo yang kita gunakan. Jagalah kebersihannya untuk orang lain yang juga mandi di tempat itu.
Sementara itu di dunia bisnis Jepang, istilah “Bisnis adalah sebuah peperangan” menunjukkan bahwa mereka menganggap hal itu dengan sangat serius – dimana sangat penting untuk memperhatikan ketepatan waktu dan kecerdasan.
Mungkin terasa biasa saja, tetapi jangan pernah terlambat datang untuk pertemuan, kenakan jas dengan dasi dan jangan pernah lupa membawa persediaan kartu nama bisnis – diserahkan dan diterima menggunakan kedua tangan, sedikit membungkuk dan disimpan dengan hati-hati di atas meja di depan kita selama pertemuan. Akan dianggap meremehkan jika kartu bisnis yang kita terima langsung disimpan di dalam dompet dan dimasukkan ke dalam saku belakang.
Walau sebuah pertemuan tidak berjalan seperti yang diharapkan dan transaksi nampaknya tidak akan terjadi, bertahanlah dari godaan menaikkan volume suara kita. Tersenyum dan mengangguklah – hilang kendali berarti kehilangan muka.
Setelah jam kerja selesai, bisnis kemungkinan akan dilanjutkan secara informal di sebuah restoran, dan kemudian akan berlanjut lagi ke sebuah bar. Jika ada seseorang yang merikues kita untuk menyanyikan sebuah lagu Barat di tempat karaoke, penuhilah. Aturan untuk pebisnis dan wisatawan pada saat tidak bekerja berpusat di sini, dan dimulai dari segelas bir. Hal yang sangat penting untuk diingat adalah jangan pernah menuang bir dari pitcher untuk diri kita sendiri, tetapi tuanglah untuk rekan-rekan kita di sana dan biarkan seseorang menuangkan bir ke dalam gelas kita. Dan ingatlah selalu untuk mengatakan “kampai” yang berarti “mari kita bersulang.”
Setelah acara makan dimulai, jangan pernah menaruh sumpit Anda di antara makanan di dalam mangkuk karena menaruh seperti itu adalah bagian dari ritual pemakaman tradisional Jepang dan akan mendatangkan kengerian dari semua yang hadir. Peganglah selalu sumpit Anda, hal itu akan menimbulkan kekaguman dan mereka akan terus memuji kita – orang Jepang nampak sering memuji namun pujian mereka pun pastinya didasari akan ketulusan.
Biarkan saja jika ada suara menyeruput yang keras terdengar saat Anda berada di restoran yang menyajikan ramen karena seperti itulah cara menikmati ramen di Jepang – dan hal yang menyenangkan untuk anak-anak yang selalu diberi nasihat untuk tidak menyeruput makanan yang mereka santap dengan keras.
Pengunjung restoran akan selalu diminta untuk menanggalkan sepatu saat masuk ke restoran tradisional Jepang (ini juga berlaku saat kita masuk ke dalam rumah penduduk Jepang), namun jangan sampai membuat kesalahan mengenakan sandal plastik yang disediakan untuk masuk ke toilet saat kita kembali ke meja makan, karena hal ini akan menimbulkan rasa jijik bagi orang Jepang.
Satu lagi tip : sebisa mungkin jangan membuang ingus di hadapan publik, segeralah pergi ke toilet jika kita perlu melakukannya.
Pengunjung ke Jepang seringkali mengungkapkan keprihatinan mereka akan besarnya kemungkinan mereka melanggar tatacara dan etika yang mereka hadapi, namun hal yang penting untuk diingat adalah bahwa sebuah senyuman, anggukan kepala dan perasaan menyesal yang tulus dengan mengucapkan “sumimasen” (maaf) akan melancarkan setiap peristiwa yang mungkin saja terjadi.

Aturan Menyantap Sushi

Seperti kebanyakan hal dalam kehidupan Jepang, terdapat aturan-aturan yang tepat dan formalitas yang harus dituruti saat kita menyantap sushi sebagai hidangan nasional mereka. Persiapan, penyajian dan cara mengonsumsinya terikat oleh beberapa aturan yang cukup mengejutkan.
Berikut ini adalah beberapa etiket sushi yang paling penting.
Wasabi
Dicampur atau tidak dicampur? Teknik yang benar adalah dengan menempatkan sejumlah kecil wasabi pada setiap potongan sushi dengan sumpit Anda sebelum mulai menyantapnya. Akhir-akhir ini menjadi hal yang sangat umum bagi orang-orang di luar Jepang untuk mencampur wasabi mereka dalam soy sauce (kecap asin) sebagai saus untuk sushi. Meskipun tidak secara teknis benar, hal itu dapat diterima.
Mencelup
Bagaimana cara yang benar untuk mencelupkan sushi ke kecap? Bagian beras sushi tidak boleh menyentuh kecap karena telah dibumbui dan akan cenderung berantakan dengan mudah dalam saus. Hanya ikan, seafood atau bagian lain dari sushi yang diperbolehkan menyentuh saus.
Berapa kali gigitan?
Sushi diciptakan untuk dimakan dalam satu gigitan. Merupakan hal yang tidak sopan untuk menggigit sushi dalam dua gigitan atau lebih. Jika potongan sushi yang disajikan terlalu besar, mintalah pada koki untuk memotongnya menjadi dua. Mereka tidak akan tersinggung dan dengan senang hati akan membantu kita.
Jari atau Sumpit?
Sushi pada awalnya dimakan hanya dengan tangan. Akhir-akhir ini kebanyakan orang menyantap sushi menggunakan sumpit. Bagaimana kita bisa tahu mana yang harus digunakan? Jika Anda mengunjungi sebuah restoran di mana Anda diberi sebuah handuk tangan untuk menyeka jari-jari Anda, berarti restoran itu menyarankan Anda menyantap sushi menggunakan tangan Anda.
Mulai dari mana?
Percaya atau tidak, ada urutan yang benar untuk menyantap sushi. Mulailah pertama dengan sushi ikan yang dibumbui tipis dan secara bertahap dilanjutkan ke rasa yang lebih kuat atau ikan yang lebih berlemak seperti tuna atau belut, dan menyelesaikan proses menyantap sushi ini dengan sushi telur manis.
Mengapa ada Jahe?
Jahe berwarna merah muda yang disediakan itu dimaksudkan untuk dimakan di antara suapan sushi yang kita makan, berguna untuk menetralkan kembali rasa, menyegarkan kembali selera kita supaya kita siap untuk rasa berikutnya dan juga untuk membantu pencernaan.
3 Aturan Kunci
Jangan pernah lupakan 3 aturan kunci ini : jangan tusuk sumpit anda di nasi dalam sushi, jangan memotong sushi menjadi dua menggunakan sumpit Anda dan jangan mencampur wasabi dalam saus Anda.

Ingin Merasakan Jepang Tahun 1920-an?



Tentunya sebagian dari kita ada yang merasa penasaran, bagaimanakah bentuk Jepang jaman dulu itu. Di Taito-ku, Tokyo, ada sebuah museum bernama Shitamachi Museum, yang di dalamnya kita dapat melihat bagaimana Jepang, tepatnya daerah Shitamachi jaman dulu itu. Shitamachi adalah sebuah distrik pusat perdagangan tradisional, hiburan dan perumahan di Tokyo. Seratus tahun yang lalu, area ini masih memiliki rasa jaman Edo (tahun 1603 hingga 1868), namun kemudian berubah drastis sejak Perang Dunia ke-2.
Di Shitamachi Museum, kita dapat merasakan bagaimana kehidupan di Shitamachi di masa Taisho (tahun 1912 hingga 1926). Toko-toko dan perumahan pada masa itu direproduksi di museum ini, dan peralatan yang sering digunakan oleh orang-orang tua masa itu juga dipamerkan di museum ini.
jinrikisha (rickshaw)
blacksmith’s house
tatami mats living room
candy store
Menariknya, Anda dapat masuk ke dalam berbagai ruangan di dalamnya dan menyentuh benda-benda yang dipamerkan. Hanya saja, jangan lupa bahwa Anda harus membuka alas kaki Anda di rumah Jepang. Museum ini mengganti benda-benda yang dipamerkan mengikuti peristiwa musiman, sehingga selalu ada nuansa yang berbeda sepanjang tahunnya.
Biaya masuk ke museum ini adalah 300 yen (sekitar 3,60 dolar). Jika Anda beruntung Anda dapat menyaksikan demonstrasi pembuatan kerajinan tradisional di museum ini.
Untuk mengetahui lebih lanjut bagaimana mengakses museum itu, Anda dapat mengunjungi situs Shitamachi Museum (dalam bahasa Inggris).

Kisah-kisah Teror Menyeramkan dari Jepang



Meski hari Halloween sudah ewat, namun kita masih akan membahas hal apa yang lebih baik kita dapatkan pada Hari Halloween daripada dosis yang tepat dari hal-hal mengerikan yang bisa membuat bulu kuduk kita berdiri dan kita bergidik ketakutan? Dan saat kita berbicara mengenai hal-hal yang menakutkan, tidak ada yang bisa membuat kita begitu ketakutan selain Jepang. Lupakan saja hantu biasa, mereka memiliki wanita yang bagian bawah tubuhnya hilang dan masih bisa dengan kejam membunuh para pejalan kaki di malam hari. Peringatan: Anda mungkin harus menyalakan lampu kamar Anda saat tidur malam ini. Peringatan kedua: jangan menoleh ke belakang…
Tenome (a.k.a. Creepy Hand-Eye Man)
Seorang pria buta diserang dan dipukuli hingga meninggal. Ia sangat murka hingga akhirnya hantunya kembali untuk mencari orang yang menyerangnya. Bagian yang paling mengerikan? Ia sekarang dapat melihat, tapi matanya berada di kedua telapak matanya, seperti dalam film Pan’s Labyrinth. Anda mungkin berpikir Anda akan selamat karena Anda bukan orang yang menyerang pria buta itu bukan? Salah. Tenome sebenarnya tidak melihat siapa penyerangnya, jadi ia menyerang siapa saja yang ada di dekatnya.
Kuchisake Onna (a.k.a. Slit-Mouthed Woman)
Seorang wanita yang dimutilasi oleh suaminya yang cemburu kembali dari kematian untuk menakut-nakuti anak-anak yang berkeliaran di malam hari. Ia memiliki luka di wajahnya – mulutnya robek di kedua belah sisi hingga mencapai telinganya. Ia bertanya pada para korbannya apakah ia cantik atau tidak. Jawaban “ya” atau “tidak” akan berujung sama – kematian. Cara terbaik untuk melarikan diri darinya adalah dengan mengatakan bahwa ia “begitu-begitu saja”, atau melemparkan permen untuk mengalihkan perhatiannya karena satu-satunya hal yang tidak dapat ditahan oleh hantu yang penuh rasa dendam adalah camilan yang manis.
Teke Teke (a.k.a. Saw)
Seorang gadis malang jatuh/melompat (tergantung versi mana yang Anda dengar) di depan sebuah kereta yang sedang berjalan kencang dan tubuhnya terbelah menjadi dua bagian. Alih-alih menyimpan nasib buruknya (atau pilihan buruknya) untuk dirinya sendiri, kini ia malah mencari korban dan memotong tubuh korbannya menjadi dua bagian supaya mereka, sama seperti dirinya, hanya tinggal setengah badan saja. Nama “Teke Teke” mengacu pada suara yang dihasilkan oleh batang tubuhnya saat diseret di tanah. Kisah yang mengharukan, bukan?
Gashadokuro (a.k.a. Giant Nom-Nom Skeleton)
Anda tahu suara dering aneh yang Anda dengar dari waktu ke waktu? Rupanya itu adalah peringatan yang Anda dapatkan bahwa Anda akan diraup oleh Gashadokuro – kerangka setinggi 30 meter – dan dimakan olehnya seperti seseorang yang memakan camilan. Dikatakan bahwa Gashadokuro tercipta dari mereka yang menderita kelaparan hingga meninggal dunia. Karenanya, mungkin saja ia lebih membutuhkan camilan itu daripada Anda.

Entri Populer