Wednesday, April 15, 2015
Matsuyama Aki Matsuri
Matsuyama Aki Matsuri - Omikoshi Matsuri (Don't try this at home!)
Kali ini saya sedang berada di Matsuyama, tepatnya di depan pemandian air panas pertama dan tertua di jepang, yakni di Dōgo Onsen.
Saat ini di Matsuyama sedang diadakan perayaan musim gugur yang disebut Matsuyama Aki Matsuri.
Pada perayaan ini banyak sekali arak-arakan dan tari-tarian daerah dan yang tidak kalah serunya adalah Omikoshi Matsuri.
Mikoshi atau omikoshi 「神輿」adalah semacam kuil portabel atau tandu yang dihias dengan megah seperti sebuah yagura, dan dipercaya dinaiki oleh objek pemujaan atau roh dari kuil Shinto di Jepang.
Pada penyelenggaraan matsuri, mikoshi diusung beramai-ramai di pundak oleh para penganut, dan dibawa berpawai keliling kota.
Pada perayaan kali ini, mikoshi yang diusung kemudian saling diadu untuk menentukan siapa yang terkuat.
Seperti layaknya orang berperang, 2 kubu kanan dan kiri yang saling membawa omikoshi kemudian berlari dan menabrakkan omikoshi-nya hingga lawan terpelanting.
Siapa yang paling cepat menaikkan omikoshi-nya kembali dialah yang menang.
Dan tak jarang perayaan ini diakhiri dengan dengan perkelahian antar 2 kubu karena memang kebanyakan orang yang mengikuti dan memikul omikoshi ini dalam keadaan mabuk setelah minum bir jepang.
Sangat berbahaya tapi sangat seru dan menarik.
Sayapun sempat beberapa kali terdorong ke belakang ketika merekam perayaan ini. Satu hal lagi ya sahabat KdJ:
Dont try this at home.
Penulis adalah admin page KdJ
Aditya Ehime
Jisshuusei Indonesia Di Acara TV Jepang
Beberapa hari yang lalu saya sempat menonton acara TV Jepang yang pada saat itu menampilkan seorang jisshuusei Indonesia bernama Alfan.
Mungkin ada sebagian sahabat KdJ di sini yang mengenalnya?
Pada suatu sesi acara yang dinamakan: ニッポンに住む外人に聞いた。ニッポンのいいトコロは? atau dalam bahasa Indonesianya: Bertanya pada orang asing yang tinggal di Jepang.
Tempat yang bagus di Jepang apa?
Alfan kemudian menceritakan pengalamannya waktu ia pergi ke Tokyo dan Osaka.
Hal yang membuatnya terkejut dan kaget yaitu Eskalator.
Sewaktu ia berdiri di bagian kanan eskalator, ia menyadari bahwa hanya dia sendiri yang berdiri di sebelah kanan, lalu dari belakangnya ada orang jepang yang menghampiri dan berkata 「すみません」 atau "permisi".
Setelah itu baru Alfan tahu bahwa eskalator di sebelah kanan digunakan untuk orang yang sedang terburu-buru.
Hal yang unik lainnya yaitu sewaktu Alfan tiba di stasiun Ueno dan masuk ke toilet.
Saat selesai buang air kecil, senpai atau seniornya berkata bahwa ia harus ojigi atau sikap membungkuk seperti saat mengucap salam dan berkata 「終わりました] atau dalam bahasa Indonesianya "selesai" di depan tempat buang air kecil.
Jika melakukannya maka air akan mengalir keluar di tempat buang air kecil secara otomatis. Hahaha... unik yah sahabat KdJ.
Terakhir Alfan berkata bahwa dia akan membawa hal yang baik dan positif yang bisa ditiru untuk dibawa pulang ke Indonesia yaitu "manner" dan "teknologi" jepang.
Wah hebat yah Alfan bisa masuk acara TV Jepang.
Penulis adalah admin page KdJ
~Aditya Ehime~
Sunday, April 12, 2015
Kokoro no tomo
Kokoro no Tomo - by admin page KdJ Aditya Ehime (Zivilia cover)
Video locations: Dogo Onsen (Dogo Spa), Okaido, Matsuyama City, Japan.
Admin page FB KdJ yang satu ini sangat kreatif dalam membuat video klip dengan latar belakang Kehidupan di Jepangnya, cita-citanya mungkin jadi artis kali ya.. :D
Mari kita tunggu video kreatif yang lainnya oleh Aditya Ehime, dan jangan lupa subscribe youtube channelnya.
6 Hal Positif di Jepang
Hal positif di Jepang:(seri 1)
Budaya di Jepang tidak terlalu mengakomodasi kerja-kerja yang terlalu bersifat individualistik. Termasuk klaim hasil pekerjaan, biasanya ditujukan untuk tim atau kelompok tersebut.
Fenomena ini tidak hanya di dunia kerja, kondisi kampus dengan lab penelitiannya juga seperti itu, mengerjakan tugas mata kuliah biasanya juga dalam bentuk kelompok.
Kerja dalam kelompok mungkin salah satu kekuatan terbesar orang Jepang.
Ada anekdot bahwa “1 orang professor Jepang akan kalah dengan satu orang professor Amerika, hanya 10 orang professor Amerika tidak akan bisa mengalahkan 10 orang professor Jepang yang berkelompok” .
Musyawarah mufakat atau sering disebut dengan “rin-gi” adalah ritual dalam kelompok.
Keputusan strategis harus dibicarakan dalam “rin-gi”.
Hal positif di Jepang (seri 2)
Malu adalah budaya leluhur dan turun temurun bangsa Jepang.
Harakiri (bunuh diri dengan menusukkan pisau ke perut) menjadi ritual sejak era samurai, yaitu ketika mereka kalah dan pertempuran.
Masuk ke dunia modern, wacananya sedikit berubah ke fenomena “mengundurkan diri” bagi para pejabat (mentri, politikus, dsb) yang terlibat masalah korupsi atau merasa gagal menjalankan tugasnya.
Efek negatifnya mungkin adalah anak-anak SD, SMP yang kadang bunuh diri, karena nilainya jelek atau tidak naik kelas.
Karena malu jugalah, orang Jepang lebih senang memilih jalan memutar daripada mengganggu pengemudi di belakangnya dengan memotong jalur di tengah jalan.
Mereka malu terhadap lingkungannya apabila mereka melanggar peraturan ataupun norma yang sudah menjadi kesepakatan umum.
Hal positif di Jepang (seri 3)
Jepang bukan bangsa penemu, tapi orang Jepang mempunyai kelebihan dalam meracik temuan orang dan kemudian memasarkannya dalam bentuk yang diminati oleh masyarakat.
Menarik membaca kisah Akio Morita yang mengembangkan Sony Walkman yang melegenda itu. Cassete Tape tidak ditemukan oleh Sony, patennya dimiliki oleh perusahaan Phillip Electronics.
Tapi yang berhasil mengembangkan dan membundling model portable sebagai sebuah produk yang booming selama puluhan tahun adalah Akio Morita, founder dan CEO Sony pada masa itu.
Sampai tahun 1995, tercatat lebih dari 300 model walkman lahir dan jumlah total produksi mencapai 150 juta produk.
Teknik perakitan kendaraan roda empat juga bukan diciptakan orang Jepang, patennya dimiliki orang Amerika.
Tapi ternyata Jepang dengan inovasinya bisa mengembangkan industri perakitan kendaraan yang lebih cepat dan murah.
Hal positif di Jepang (seri 4)
Orang Jepang memiliki semangat hidup hemat dalam keseharian.
Sikap anti konsumerisme berlebihan ini nampak dalam berbagai bidang kehidupan.
Di masa awal mulai kehidupan di Jepang, saya sempat terheran-heran dengan banyaknya orang Jepang ramai belanja di supermarket pada sekitar jam 19:30.
Selidik punya selidik, ternyata sudah menjadi hal yang biasa bahwa supermarket di Jepang akan memotong harga sampai separuhnya pada waktu sekitar setengah jam sebelum tutup.
Seperti diketahui bahwa Supermarket di Jepang rata-rata tutup pada pukul 20:00.
Semoga bisa menambah semangat untuk hidup sederhana ya
Hal positif di Jepang (seri 5)
Sejarah membuktikan bahwa Jepang termasuk bangsa yang tahan banting dan pantang menyerah.
Puluhan tahun dibawah kekaisaran Tokugawa yang menutup semua akses ke luar negeri, Jepang sangat tertinggal dalam teknologi.
Ketika restorasi Meiji (meiji ishin) datang, bangsa Jepang cepat beradaptasi dan menjadi fast-learner.
Kemiskinan sumber daya alam juga tidak membuat Jepang menyerah.
Tidak hanya menjadi pengimpor minyak bumi, batubara, biji besi dan kayu, bahkan 85% sumber energi Jepang berasal dari negara lain termasuk Indonesia.
Kabarnya kalau Indonesia menghentikan pasokan minyak bumi, maka 30% wilayah Jepang akan gelap gulita.
Rentetan bencana terjadi di tahun 1945, dimulai dari bom atom di Hiroshima dan Nagasaki, disusul dengan kalah perangnya Jepang, dan ditambahi dengan adanya gempa bumi besar di Tokyo.
Ternyata Jepang tidak habis.
Dalam beberapa tahun berikutnya Jepang sudah berhasil membangun industri otomotif dan bahkan juga kereta cepat (shinkansen).
Mungkin cukup menakjubkan bagaimana Matsushita Konosuke yang usahanya hancur dan hampir tersingkir dari bisnis peralatan elektronik di tahun 1945 masih mampu merangkak, mulai dari nol untuk membangun industri sehingga menjadi kerajaan bisnis di era kekinian.
Akio Morita juga awalnya menjadi tertawaan orang ketika menawarkan produk Cassete Tapenya yang mungil ke berbagai negara lain.
Tapi akhirnya melegenda dengan Sony Walkman-nya.
Semoga bisa menginspirasi kita untuk pantang menyerah dalam menghadapi persoalan hidup. Semangat!!!
Hal positif di Jepang (seri terakhir)
Budaya minta maaf masih menjadi reflek orang Jepang.
Kalau suatu hari anda naik sepeda di Jepang dan menabrak pejalan kaki , maka jangan kaget kalau yang kita tabrak malah yang minta maaf duluan.
Sampai saat ini orang Jepang relatif menghindari berkata “tidak” untuk apabila mendapat tawaran dari orang lain.
Jadi kita harus hati-hati dalam pergaulan dengan orang Jepang karena “hai” belum tentu “ya” bagi orang Jepang.
Semoga 6 seri hal positif di Jepang ini bisa bermanfaat untuk kita.......
Penulis adalah admin page KdJ
Gun-Mie
Budaya di Jepang tidak terlalu mengakomodasi kerja-kerja yang terlalu bersifat individualistik. Termasuk klaim hasil pekerjaan, biasanya ditujukan untuk tim atau kelompok tersebut.
Fenomena ini tidak hanya di dunia kerja, kondisi kampus dengan lab penelitiannya juga seperti itu, mengerjakan tugas mata kuliah biasanya juga dalam bentuk kelompok.
Kerja dalam kelompok mungkin salah satu kekuatan terbesar orang Jepang.
Ada anekdot bahwa “1 orang professor Jepang akan kalah dengan satu orang professor Amerika, hanya 10 orang professor Amerika tidak akan bisa mengalahkan 10 orang professor Jepang yang berkelompok” .
Musyawarah mufakat atau sering disebut dengan “rin-gi” adalah ritual dalam kelompok.
Keputusan strategis harus dibicarakan dalam “rin-gi”.
Hal positif di Jepang (seri 2)
Malu adalah budaya leluhur dan turun temurun bangsa Jepang.
Harakiri (bunuh diri dengan menusukkan pisau ke perut) menjadi ritual sejak era samurai, yaitu ketika mereka kalah dan pertempuran.
Masuk ke dunia modern, wacananya sedikit berubah ke fenomena “mengundurkan diri” bagi para pejabat (mentri, politikus, dsb) yang terlibat masalah korupsi atau merasa gagal menjalankan tugasnya.
Efek negatifnya mungkin adalah anak-anak SD, SMP yang kadang bunuh diri, karena nilainya jelek atau tidak naik kelas.
Karena malu jugalah, orang Jepang lebih senang memilih jalan memutar daripada mengganggu pengemudi di belakangnya dengan memotong jalur di tengah jalan.
Mereka malu terhadap lingkungannya apabila mereka melanggar peraturan ataupun norma yang sudah menjadi kesepakatan umum.
Hal positif di Jepang (seri 3)
Jepang bukan bangsa penemu, tapi orang Jepang mempunyai kelebihan dalam meracik temuan orang dan kemudian memasarkannya dalam bentuk yang diminati oleh masyarakat.
Menarik membaca kisah Akio Morita yang mengembangkan Sony Walkman yang melegenda itu. Cassete Tape tidak ditemukan oleh Sony, patennya dimiliki oleh perusahaan Phillip Electronics.
Tapi yang berhasil mengembangkan dan membundling model portable sebagai sebuah produk yang booming selama puluhan tahun adalah Akio Morita, founder dan CEO Sony pada masa itu.
Sampai tahun 1995, tercatat lebih dari 300 model walkman lahir dan jumlah total produksi mencapai 150 juta produk.
Teknik perakitan kendaraan roda empat juga bukan diciptakan orang Jepang, patennya dimiliki orang Amerika.
Tapi ternyata Jepang dengan inovasinya bisa mengembangkan industri perakitan kendaraan yang lebih cepat dan murah.
Hal positif di Jepang (seri 4)
Orang Jepang memiliki semangat hidup hemat dalam keseharian.
Sikap anti konsumerisme berlebihan ini nampak dalam berbagai bidang kehidupan.
Di masa awal mulai kehidupan di Jepang, saya sempat terheran-heran dengan banyaknya orang Jepang ramai belanja di supermarket pada sekitar jam 19:30.
Selidik punya selidik, ternyata sudah menjadi hal yang biasa bahwa supermarket di Jepang akan memotong harga sampai separuhnya pada waktu sekitar setengah jam sebelum tutup.
Seperti diketahui bahwa Supermarket di Jepang rata-rata tutup pada pukul 20:00.
Semoga bisa menambah semangat untuk hidup sederhana ya
Hal positif di Jepang (seri 5)
Sejarah membuktikan bahwa Jepang termasuk bangsa yang tahan banting dan pantang menyerah.
Puluhan tahun dibawah kekaisaran Tokugawa yang menutup semua akses ke luar negeri, Jepang sangat tertinggal dalam teknologi.
Ketika restorasi Meiji (meiji ishin) datang, bangsa Jepang cepat beradaptasi dan menjadi fast-learner.
Kemiskinan sumber daya alam juga tidak membuat Jepang menyerah.
Tidak hanya menjadi pengimpor minyak bumi, batubara, biji besi dan kayu, bahkan 85% sumber energi Jepang berasal dari negara lain termasuk Indonesia.
Kabarnya kalau Indonesia menghentikan pasokan minyak bumi, maka 30% wilayah Jepang akan gelap gulita.
Rentetan bencana terjadi di tahun 1945, dimulai dari bom atom di Hiroshima dan Nagasaki, disusul dengan kalah perangnya Jepang, dan ditambahi dengan adanya gempa bumi besar di Tokyo.
Ternyata Jepang tidak habis.
Dalam beberapa tahun berikutnya Jepang sudah berhasil membangun industri otomotif dan bahkan juga kereta cepat (shinkansen).
Mungkin cukup menakjubkan bagaimana Matsushita Konosuke yang usahanya hancur dan hampir tersingkir dari bisnis peralatan elektronik di tahun 1945 masih mampu merangkak, mulai dari nol untuk membangun industri sehingga menjadi kerajaan bisnis di era kekinian.
Akio Morita juga awalnya menjadi tertawaan orang ketika menawarkan produk Cassete Tapenya yang mungil ke berbagai negara lain.
Tapi akhirnya melegenda dengan Sony Walkman-nya.
Semoga bisa menginspirasi kita untuk pantang menyerah dalam menghadapi persoalan hidup. Semangat!!!
Hal positif di Jepang (seri terakhir)
Budaya minta maaf masih menjadi reflek orang Jepang.
Kalau suatu hari anda naik sepeda di Jepang dan menabrak pejalan kaki , maka jangan kaget kalau yang kita tabrak malah yang minta maaf duluan.
Sampai saat ini orang Jepang relatif menghindari berkata “tidak” untuk apabila mendapat tawaran dari orang lain.
Jadi kita harus hati-hati dalam pergaulan dengan orang Jepang karena “hai” belum tentu “ya” bagi orang Jepang.
Semoga 6 seri hal positif di Jepang ini bisa bermanfaat untuk kita.......
Penulis adalah admin page KdJ
Gun-Mie
Tukang parkir di Jepang
![]() |
| Coin parking meter |
Jika ada beberapa ruas jalan tertentu di Jepang yang (agak) lebar, di salah satu sisinya difungsikan sebagai tempat parkir mobil sementara, biasanya di sampingnya disediakan coin parking meter.
Tapi kalau parkir di tempat coin parking meter biasanya hanya terbatas untuk 60 menit saja.
Kalau sudah lebih dari 60 menit dan mobil tetap parkir, maka lampu indikator di coin parking meter tersebut akan menyala kelap-kelip.
Jika sampai ketahuan Polisi atau Chuusakanshin (petugas berseragam hijau yang bertugas menilang mobil yang parkir sembarangan/melanggar peraturan parkir), maka pengemudi dari mobil tersebut akan dikenakan sangsi/tilang sebesar ± ¥15.000 - 18.000 (± Rp. 1.500.000 - 1.800.000)
Dari foto coin parking meter diatas bisa dilihat ada beberapa peraturan dalam memarkir mobil, diantaranya; hanya boleh memarkir kendaraan di tempat tersebut di jam-jam yang sudah di tentukan, ongkos parkir selama 60 menit adalah ¥300 dan membayarnya hanya bisa menggunakan uang koin ¥100.
Heeeeemmm...
Kalau begini ceritanya, tidak ada kesempatan jadi tukang parkir part time nih di sini...???
Penulis adalah admin page KdJ
~Widi Yokohama-Kanagawa~
Buku bahasa Indonesia di Jepang
![]() |
| Berbanggalah menjadi warga negara Indonesia |
Sedikit cerita dari tempat kerja saya yang hampir 25% pekerjanya adalah WNI.
Saya bekerja di perusahaan recycle catridge dengan 75% pekerjanya adalah wanita berusia di atas 40 tahun, dan ada seorang Ibu warga negara Malaysia yang telah menikah dengan orang Jepang.
Kami sebagai WNI di sini mengikuti budaya orang jepang yang selalu memberikan sapaan wajib di pagi hari "Ohayougozaimasu" kepada setiap orang yang kami temui.
Namun lihatlah, ada seorang Ibu-ibu Jepang yang ternyata belajar Bahasa Indonesia hingga sengaja membeli buku ini.
![]() |
| Penulis bukunya orang Jepang |
![]() |
| Peta Indonesia |
![]() |
| Semua makanan favorit saya, ada warteg juga? |
![]() |
| Warisan Budaya Indonesia |
![]() |
| Ada tukang copet, ojek payung, pengamen, joki, dan nongkrong. Segala hal yang khas Indonesia dipelajari juga di buku ini. |
![]() |
| Ragam budaya kita |
![]() |
| Sule aja ada lhoo |
Okubo-san namanya, selain mengajari saya bahasa jepang dia juga rajin belajar kosa kata pendek dalam bahasa indonesia seperti Dingin di ucapkan Ding gin, Panas di ucapkan Panasu dan sapaan "Selamat Pagi" yang selalu ia ucapkan kepada kami, kadang saya sendiri yang biasa menyebut Ohayougozaimasu di balas nya dengan Selamat pagi lalu saya ucapkan juga Selamat pagi.
Beberapa ibu-ibu di sini juga belajar mengucapkan salam selamat pagi, terimakasih, sama-sama, juga selamat siang dalam bahasa Indonesia.
Perusahaan yang 25% nya WNI ini, mungkin tak akan bisa beroprasi jika kami tidak masuk kerja dalam sehari.
Awalnya selain WNI ada juga orang Cina yang bekerja di sini, namun karena alasan tertentu perusahaan memberhentikannya.
Di gantikan dengan WNI yang terus di rekrut setiap tahun.
Penulis adalah admin page KdJ
Nia shiga
@nia.purnama
Tentang yukata, musim gugur dan musim semi
Ada yang tahu yukata?
Yap, pakaian yang serupa dengan kimono namun sangat berbeda.
Yukata, lazim nya di pakai pada musim panas karena bahannya yang relatif tipis dan hanya satu lembar.
Sedangkan musim gugur dan musim semi adalah musim dengan suhu di bawah 20 derajat celcius, suhu yang paling bersahabat menurut saya, di banding suhu minus di musim dingin dan suhu panas di musim panas.
Musim gugur datang sebelum musim dingin dan musim semi datang setelah musim dingin. Musim gugur dengan daun maple/momiji nya dan bunga sakura yang bermekaran di musim semi.
Saya menyukai yukata, momiji dan sakura, ketiga nya terkesan Jepang Banget menurut saya.
Menikmati momiji dan sakura di sini hanya dengan berjalan-jalan ke taman di sekitaran tempat tinggal dengan memakai yukata saja sudah cukup menyenangkan untuk saya, kegiatan yang menurut saya sangat sederhana itu ternyata di anggap tak biasa oleh beberapa warga lokal yang melihat kami, terbukti dengan tatapan tak lazim dari beberapa orang jepang saat melihat saya dengan seorang sahabat saat hanami kemarin, alhasil kami pun di tanya oleh seorang cewe jepang yang sedang menikmati sakura juga.
"Where do you come from?" Sapa nya dengan bahasa inggris yang sangat fasih untuk ukuran orang jepang.
"Indonesia." Jawab kami serempak.
"Do you speak japanese?" Tanya nya.
"Hai sukoshi hanasemasu."
"Samukunai desuka?" Tanya nya gemas karena melihat kami memakai yukata sedangkan ia mengenakan kimono.
"Hehe.. Daijoubu desu." Jawab kami dengan nyengir kuda haha karena sebenarnya memang tak terlalu dingin.
Setelah mengobrol banyak hal dan meminta foto bersama kami pun berpamitan.
Cewe tersebut menyampaikan pesan terakhirnya.
"Kaze o hikanai youni ne!" Ucapnya tulus.
"Hai, arigatougozaimasu~"
Sudah cantik, pintar berbahasa inggris, ramah & baik pula. (^^) perbincangan singkat dengan warga sekitaran tempat tinggal menjadi pengalaman tersendiri yang tak terlupakan untuk saya.
Penulis adalah admin page KdJ
Nia shiga
Follow my ig @nia.purnama
Subscribe to:
Posts (Atom)
Entri Populer
-
Berapa persen dari Perempuan Jepang yg main film porno..??? sebuah artikel meyebutkan tempat penyewaan dan tempat penjualan AV SELALU PENUH ...
-
Haruna Ai (はるな愛) Ini cerita pada waktu Natal 2012, yang kebetulan pada malam itu saya menonton acara 嵐にしやがれXMASスペシャル (Arashi ni shiyagare X...
-
perbedaan jepang jaman dulu ma sekarang Mari kita lihat bagaimana arsitektur Jepang berubah dari akhir abad 19, awal abad ke-20 sampai hari ...
-
Anda pasti sudah tidak asing dengan kata "Samurai". Tapi jika anda berfikir Samurai adalah pedang, anda salah besar. Pedang panjan...
-
Seperti yang kita ketahui dari pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) yang kita terima pada waktu masih duduk di bangku SD, mata uang negar...

















