Sunday, May 3, 2015

Peraturan Buang Sampah di Jepang

Plamfet peraturan buang sampah
Beberapa hari yang lalu saya menerima plamfet mengenai peraturan detail membuang sampah di Jepang.

Berbeda jauh dengan Indonesia, dimana membuang sampah apapun jenisnya tidak diseleksi hanya buang saja di tempat sampah, bahkan (maaf) bangkai tikus ataupun kucing pun ada di tempat sampah, maka di Jepang untuk membuang sampah harus dibagi menurut jenis sampah.

Membuang sampah di Jepang memang ribet dan merepotkan sekali, tetapi itulah yang membuat jalan dan sungai di Jepang bersih dan bebas dari polusi. 

Saya akan menjelaskan aturan-aturan secara detail bagaimana cara membuang sampah di Jepang, sebagai contohnya di wilayah tempat tinggal saya (Gifu shi) berdasarkan dari plamfet yang saya terima.

Sampah Biasa
Sampah Biasa
Di tempat saya tinggal "sampah biasa" (sampah sisa bahan makanan, tisu, kertas dan bahan yang bisa dibakar), diangkut oleh petugas sampah tiap 2 kali seminggu (hari Selasa dan Jumat). 

Sampah dibuang di tempat yang telah ditentukan sebelum jam 8.30, supaya dapat diangkut oleh petugas sampah.

Sebelum dibuang, sampah harus dimasukkan ke dalam kantong plastik transparan kemudian diikat dengan rapat. Kantong sampah berwarna atau bertuliskan daerah lain di Jepang tidak boleh digunakan.

Untuk sampah popok bayi, kotoran bayi setelah dibuang di WC harap dimasukkan ke kantong sampah.

Untuk sampah dari kebun, ranting pohon sebelum dimasukkan ke kantong sampah harap dipotong kurang dari 30 cm.

Bagi yang tidak mentaati peraturan membuang sampah, kantong sampah tidak akan diangkut dan akan ditempel label berwarna kuning.


Sampah Botol kaca, Plastik dan Kaleng
Botol kaca, botol plastik dan kaleng
Di tempat saya tinggal sampah botol kaca, botol plastik dan kaleng diangkut oleh petugas sampah sekali seminggu (hari Rabu).

Sampah dibuang di tempat yang telah ditentukan sebelum jam 8.30, supaya dapat diangkut oleh petugas sampah.

Sebelum dibuang, sampah harus dimasukkan ke dalam kantong plastik transparan kemudian diikat dengan rapat. Kantong sampah berwarna atau bertuliskan daerah lain di Jepang tidak boleh digunakan.

Botol kaca dan botol plastik dimasukkan di kantong sampah yang sama, sedang kaleng dimasukkan di kantong sampah yang lain.

Untuk botol kaca dan botol plastik, tutup botol harus dibuka kemudian bagian dalam botol kaca dan botol plastik harap dibersihkan dengan air sampai bersih. Setelah bersih masukkan botol kaca dan plastik tanpa tutup ke kantong sampah yang sama.

Untuk tutup botol plastik akan dibuang bersama dengan sampah minyak dan stereofom di tempat yang berbeda. Sedangkan untuk tutup botol yang lain dibuang bersama dengan sampah biasa.

Untuk kaleng, sebelum dimasukkan ke kantong sampah bagian dalam kaleng harap dicuci dengan bersih.

Sama seperti sampah biasa, bagi yang tidak mentaati peraturan membuang sampah, kantong sampah tidak akan diangkut dan akan ditempel label berwarna kuning.


Sampah Besar
Sampah besar petugas masuk rumah ambil barang 

Sampah besar dikumpulkan ditaruh di depan rumah supaya diambil petugas

Biaya untuk membuang sampah besar
Sampah besar adalah sampah yang berukuran besar seperti meja, kursi, sofa, payung, sepeda, karpet, radio, kipas angin dan lain-lain.

Untuk membuang sampah ini kita harus membayar dengan cara membeli stiker khusus atau kantong sampah khusus untuk sampah besar yang biasa dijual di Convenience Store atau City Hall.

Cara membuangnya kita harus menelepon terlebih dahulu ke pusat pengambilan sampah besar, memberi informasi sampah yang akan dibuang serta meminta informasi biaya, membeli stiker khusus, kemudian menempelkan stiker khusus ke sampah yang akan dibuang.

Pengambilan sampah besar ada 2 jenis, yaitu 
  1. Petugas datang secara khusus masuk ke rumah sesuai dengan waktu yang disepakati bersama untuk mengambil sampah.
  2. Petugas tidak masuk rumah, tetapi sampah dikumpulkan di depan rumah supaya petugas bisa mengangkut sampah sesuai dengan jadwal petugas mengangkut sampah.


Karena barang seperti mangkok, gelas, mainan anak, sepatu, alat-alat memasak, seterika, termos, jam dinding termasuk golongan sampah besar, untuk membuangnya harus membeli kantong sampah khusus.

Barang yang tidak bisa diangkut adalah spare part dari kendaraan bermotor (roda, aki, dll), barang yang mengandung gas (LPG, tabung pemadam api dll), piano dan lain-lain.

Untuk membuang barang tersebut harus menghubungi tempat penjualan (toko) dari barang tersebut.


Sampah Daur Ulang (Recycle)
Sampah recycle barang elektronik kecil
Sampah barang elektronik kecil yang bisa di daur ulang seperti telepon genggam, tablet, digital kamera, video kamera, dan lain-lain bisa dibuang gratis di kotak recycle yang disediakan di tempat khusus di masing-masing daerah.

Karena ukuran lubang kotak sudah ditentukan, jadi kita tidak bisa memasukkan barang yang lebih besar dari ukuran lubang kotak recycle.

Sampah recycle barang elektronik besar
Barang elektronik besar seperti televisi, AC, kulkas, mesin cuci dan lain-lain untuk membuangnya kita harus menghubungi Recycle Center.

Bila kita membeli baru, sebagai contoh beli TV baru. 

Untuk membuang TV lama kita cukup berkonsultasi dengan tempat kita membeli TV baru.
Ada kemungkinan TV lama kita akan diangkut dan dibuang secara gratis tidak dipungut biaya.

Bola lampu, neon dan baterai
Untuk bola lampu, neon dan baterai bisa dibuang di tempat yang telah ditentukan di atas.


Sampah minyak, Stereofoam dan Tutup botol plastik
Minyak, Stereofoam dan Tutup botol plastik.
Minyak goreng bekas sebelum dibuang dimasukkan ke dalam botol plastik, dan ditutup rapat supaya tidak merembes keluar.

Minyak goreng bekas juga bisa dibuang dengan cara lain, yaitu membeli obat pengeras minyak, setelah minyak bekas menjadi keras bisa dibuang di tempat sampah biasa.

Tempat dan lokasi pembuangan sampah sudah ditentukan, kita harus membawa dan membuangnya disana.

Untuk koran bekas, majalah, karton, buku, komik ada tempat pembuangan khusus di sekitar tempat tinggal anda. Jadi kita harus membawa dan membuangnya di sana.

Untuk buku dan komik bisa juga dijual kembali di toko recycle seperti Hard Off dan lain-lain.
Merepotkan juga bukan?

Bagi saya sangat sangat merepotkan, tapi karena semua orang disini mentaati peraturan membuang sampah maka hasilnya bisa dilihat.

Jepang sangat bersih dan indah.


Baca juga artikel Buang sampah di Jepang


Tilang di Jepang 2


Nagoya, 31 Desember 2013

Hari ini saya bener sial. 

Tempat ini adalah parkiran mobil saya setiap pagi ketika kerja paruh waktu (Arubaito) di salah satu Restoran di Nagoya. 

Kurang lebih 3 bulan saya selalu parkir disini tanpa di tilang. 

Namun hari ini nampaknya saya bernasib sial karna Mobil saya di tilang. Padahal di sekitarnya ada beberapa mobil lain namun kenapa mobil mereka tidak di tilang…

Hmmmmmm bingung. 

Sedikit sharing tentang metode tilang di Jepang, gambar disamping adalah surat tilang yang di tempel di depan kaca mobil saya. 

Tulisannya Kanji dan saya sama sekali tidak bisa membacanya. 

Di bagian bawah ada tulisan Bahasa Inggris yang kira-kira artinya saya harus membayar sejumlah uang atas illegal parking. 

Ilegal parking adalah salah satu pelanggaran lalu lintas yang masuk kategori tidak fatal alias pelanggaran ringan. 

Setelah mendapatkan surat tilang ini beberapa hari kemudian saya akan dikirimkan surat untuk membayaran pelanggaran tilang ini. 

Di tilang di Jepang menurut saya tidak nyesek di dada, karena prosedurnya sudah jelas dan uang denda masuk ke kas Negara. 

Namun berat banget mengeluarkan uang ke pemerintah jepang yang jumlahnya bisa buat beli sepatu baru Nike hihihihihihi.. yah namanya apes ambil hikmahnya saja. 

Tilang Illegal parking ini menurut saya paling ringan, kenapa? Karna saya tidak bertemu langsung dengan polisi yang melakukan tilang tersebut dan tidak dimintai SIM serta tidak dikurangi poin SIM. 

Di Jepang ada sistem pengurangan poin dalam SIM bagi pelanggar lalu lintas, semakin banyak poin yang diambil dari SIM kita, bisa menyebabkan SIM kita dicabut dan tidak boleh mengendarai kendaraan lagi. 

Untuuuung banget ga dikurangi poin apalagi sampai di cabut (ingat susahnya dapet SIM Jepang admin KDJ RGKdJ pasti tahu gimana susahnya hihihihihii).

Di Jepang ada musim-musim razia, yaitu:
1. Haru no Koutsuu Anzen Undo Kikan (Safety Drive Monitoring pada Musim Semi)
2. Aki no koutsuu Anzen Undo Kikan (Safety Drive Monitoring pada Musim Gugur)

Demikian sedikit sharing saya hari ini. 


Berhati-hatilah dalam berkendara.


Penulis adalah admin page KdJ
Rais - Nagoya



Saturday, May 2, 2015

Tilang di Jepang

Surat tilang tampak depan
Saya akan menceritakan pengalaman saya melanggar lalu lintas kemudian di tilang di Jepang. 

Kejadian ini sebenarnya terjadi bulan November 2014. 

Saat itu saya berangkat kerja menggunakan kendaraan roda 4, karena saya masuk malam jadi sekitar jam 16.00 saya berangkat dari rumah saya menuju ke tempat kerja saya yang berada di Mizuho shi Gifu ken.

Melewati jalan rute 21, saya melanggar lampu lalu lintas yang saat itu telah berubah dari warna kuning ke merah. 

Alhasil dari arah belakang ada mobil polisi atau biasa disebut orang Jepang "Pato kaa" (singkatan dari Patroli Car), mengejar dan menghampiri saya serta menyuruh saya ke pinggir jalan.

"Sial" pikir saya, ya apa boleh buat.
Polisi dengan sopan berbicara pada saya, dan meminta untuk menunjukkan SIM saya.

Karena saya bukan orang Jepang, saya mengeluarkan SIM dan Residence Card saya.

Polisi cukup terkejut, karena dia mengira saya orang Jepang.

Kemudian saya berkata, "Pak maaf, saya buru-buru neh, mau kerja".

"Oh begitu, baiklah saya akan secepatnya melakukan prosesnya".

Sumpret, saya bilang begitu supaya dibebasin, ternyata..... Argggggg...

Proses memang cepat, mungkin sekitar 5 menit.

Surat tilang tampak belakang
Saya kena kasus melanggar lampu merah atau orang Jepang bilang 信吾無視 (Shingo mushi), kena denda sebesar 9000 yen serta poin SIM saya yang awalnya 0 bertambah jadi 2 poin,

Sekedar informasi, bila melanggar lalu lintas di Jepang selain kena denda atau hukuman penjara juga menerima poin.

Bila poin terkumpul lebih dari 5 poin dalam jangka waktu 3 tahun maka SIM bisa ditidak berlakukan selama waktu tertentu atau biasa disebut 停止/teishi (bisa 30 hari, 60 hari, 90 hari tergantung pelanggaran yang dilakukan), bisa juga SIM dicabut dan tidak diberlakukan atau biasa disebut 取り消し(tori keshi).

Jumlah poin SIM Teishi dan Torikeshi

Hukuman paling berat adalah mengemudi sambil mabuk, hukumannya masuk penjara, denda dan SIM dicabut serta tidak diberlakukan atau biasa disebut 取り消し(tori keshi).

Tidak memiliki SIM tapi mengendarai kendaraan, hukumannya masuk penjara dan denda.

Info lebih lengkapnya bisa dibaca di sini.


Kembali ke kasus saya.

Pembayaran denda dilakukan di bank terdekat, jadi denda tidak dibayar pada waktu kena tilang seperti di Indonesia.

Aduh sayang banget, uang 9000 yen (sekitar Rp. 900 ribu) melayang percuma.

Yah itulah pengalaman saya ditilang di Jepang.

Semoga sahabat KdJ tidak mengalaminya ya.

Taatilah rambu-rambu lalu lintas

Budaya malu di Jepang

本日また雪山
Hari ini karena hari libur Golden Week, saya pergi main snowboard dan kemudian lanjut untuk berendam di onsen.

Sebenarnya ini bukan pertama kalinya saya ke onsen, tapi setelah saya pikir-pikir sebagai orang Indonesia, orang Jepang itu aneh juga ya.

Mengapa  tidak malu ya, masuk onsen dan mandi bersama orang banyak yang tidak dikenal dengan keadaan telanjang bulat tanpa selembar kainpun hanya handuk kecil untuk membersihkan badan.

Jujur, setiap kali waktu masuk onsen, saya selalu merasa canggung dan malu, lha "anuku" kan jadi dilihat dan jadi tontonan banyak orang.
Piye toh wong Jepang iki? Ora nduwe isin blas..

Setelah saya renungkan, rasa malu atau budaya malu di Jepang sangat berbeda dengan rasa malu atau budaya malu di Indonesia.

Orang Jepang akan merasa malu, bila melanggar norma moral yang ada, seperti buang sampah sembarangan,  malu jika santai, tidak bekerja keras,  malu jika tidak disiplin dan melanggar peraturan, malu jika tidak jujur apalagi korupsi, atau mengambil barang yang bukan miliknya.

Seorang Menteri di Jepang mengundurkan diri setelah ketahuan korupsi.

Perdana Menteri Naoto Kan pada tahun 2011 mengundurkan diri karena malu tidak bisa mengatasi bencana gempa bumi dan tsunami yang menyebabkan krisis nuklir di Fukushima Jepang.

Bahkan lebih jauh lagi angka bunuh diri yang tinggi di Jepang ternyata 70% disebabkan karena rasa malu.

Pada intinya orang Jepang MERASA MALU bila melakukan hal yang merugikan orang lain.


Berbeda terbalik dengan Orang Indonesia seperti saya ini,

Tidak malu buang sampah sembarangan, alasannya ya semua orang khan melakukannya.

Tidak merasa malu bila meminjam barang dari teman,  dan tidak mengembalikannya, dengan alasan lupa atau hilang.

Tidak malu memamerkan harta orang tuanya, alasannya yah kalau tidak punya mobil kurang gaul deh.

Tidak malu bila korupsi, bahkan pelaku korupsi terlihat bahagia bila dirinya disorot oleh televisi. Lebih hebatnya pelaku korupsi bisa memenjarakan orang yang "menuduhnya" korupsi.

Pada intinya Orang Indonesia TIDAK MERASA MALU bila melakukan hal yang menguntungkan dirinya sendiri.

Bangsa Jepang yang sebagian besar tidak beragama dapat menjadi bangsa yang besar hanya dengan bermodalkan rasa malu kepada diri sendiri dan orang lain.

Bangsa Indonesia seharusnya dapat menjadi bangsa yang lebih besar lagi karena ada rasa malu kepada ajaran agama.

Untuk merubah sebuah bangsa itu, berawal dari diri sendiri.



Waktu yang tepat berbelanja di Jepang




Hey sobat Kdj, Konbanwa.

Hidup di Jepang itu harus pintar-pintar, terutama dalam hal berbelanja.

Karena biaya hidup yang tinggi, kita di tuntut untuk hemat!.

Kali ini saya ingin mengajak sobat sekalian berbelanja.

Ayo.... siapa yang suka belanja..!!???

Tunjuk tangannya! hihihi

Pasti sudah banyak yang tau di jam-jam tertentu sebelum toko makanan tutup, ada diskon.

Khususnya untuk makanan sekali pakai (tidak tahan lama).

Diskonnya bisa sampai 70% lhoo...

Seperti sebelumnya, saya akan selalu menyematkan video di setiap cerita saya..

Ayo belanja...!!


Oleh Admin Page KdJ
Helmi Gunma


Kecap manis ABC 275ml di Jepang

Pemberitahuan dari Kaldi Coffe Shop
Sejak tanggal 30 April 2015, kecap manis ABC 275 ml ditarik peredarannya di Jepang.

Dengan alasan mengandung zat pemanis (サイクラミン酸)sebanyak 0.02g/kg atau Sodium Cyclamate yang dapat mengakibatkan kanker.

Memang di beberapa negara seperti China dan Indonesia memperbolehkan konsumsi Sodium Cyclamate dengan batasan tertentu.

Tetapi Jepang sepertinya menerapkan standar yang lebih tinggi lagi untuk konsumsi zat ini.

Bagi yang sudah membeli kecap ini di Kaldi, bisa dikembalikan di Kaldi terdekat dan menerima uang kembali.

Informasi lebih lanjut bisa hubungi:

Perusahaan Kyameru Kohi
Free Dial 0120-415-023(9:00~18:00)


【回収理由】
日本で使用禁止の添加物である人工甘味料(サイクラミン酸)が検出された為

【商品回収に関するお願い】
 お客様のお手元に対象商品がございましたら、誠にお手数ですが下記フリーダイヤルまでご連絡くださりますようお願い申し上げます。

 ※ご連絡いただきましたお客様情報は、本件についてのみ使用いたします。 

また、お近くのカルディコーヒーファームでの回収・返金も承っております。


Kecap manis ABC 275 ml


【本件に関するお客様のお問合せ先】 
株式会社キャメル珈琲 お客様相談室 
フリーダイヤル 0120-415-023(9:00~18:00 年中無休)



Friday, May 1, 2015

Konser Paul Mc.Cartney 2015


Out There Paul Mc.Cartney
Setelah tahun lalu konser Paul Mc.Cartney di Jepang dibatalkan karena kondisi fisik Paul (padahal saya sudah beli tiket konsernya), akhirnya tahun ini konser Paul Mc.Cartney berjalan dengan sukses di Jepang.

21 April 2015 di Osaka Sera Dome.
23, 25, 27 April 2015 di Tokyo Dome.
28 April 2015 di Nippon Budoukan Tokyo.

Saya menonton konser pada tanggal 25 April 2015 di Tokyo Dome.
Meskipun beda generasi, saya dari kecil suka sekali dengan lagu-lagu The Beatles. Bisa di bilang fans berat The Beatles.

Mungkin karena pengaruh ayah saya yang suka The Beatles kali ya.

Bahkan waktu pertama kali belajar gitar, lagu yang diajarkan oleh ayah saya adalah lagu The Beatles karya Paul Mc. Cartney yang berjudul Yesterday.

Seandainya ayah saya berada di Jepang, mungkin akan saya ajak nonton bareng. 

Semoga saja tahun depan Paul datang kembali, sehingga saya dapat mengajak ayah saya ke Jepang untuk menonton konsernya.

3 bulan sebelum konser saya sudah membeli tiketnya melalui PIA dengan sistem undian. 
Dan beruntung bagi saya pada undian pertama saya memperoleh tiketnya.

Harga tiket untuk sang legenda ini bisa dibilang mahal
18.000 yen untuk kursi S


Berangkat pagi hari dari Gifu dengan menggunakan kereta dengan lama perjalanan kurang lebih 7 jam, akhirnya saya sampai di Tokyo Dome jam 15.00.

Sudah banyak orang yang berkumpul, dan antrian untuk membeli merchandise sangat sangat panjang.

Busyet sedemikian legenda kah orang ini...

Saya memutuskan tidak membeli merchandise karena antrian yang begitu panjangnya.

Merchandise konser
Di depan gate Tokyo Dome

Tertera di tiket, pintu gerbang dibuka jam 16.30.

Tetapi meskipun sudah menunjukkan jam 16.30, pintu gerbang tidak dibuka-buka juga.

Heran dan agak jengkel juga tumben ada jam karet di Jepang. Akhirnya pintu gerbang dibuka jam 17.30.

Setelah melewati pemeriksaan barang bawaan dan tiket, saya masuk ke Tokyo Dome dan beruntunglah saya karena ada counter yang jualan merchandise di dalam Tokyo Dome.

Tanpa antri panjang saya membeli handuk syal seharga 1500 yen.

Menuju tempat duduk, sebenarnya Tokyo Dome ini adalah lapangan base ball.
Jadi tempat duduknya agak berdempet-dempetan.


Meskipun harga tiket 18.000 yen, kursi saya jauh dari panggung

Dan lagi-lagi jam karet.

Tertulis konser dimulai jam 18.30, tapi kenyataannya dimulai jam 19.00 lebih sedikit.

Sedikit jengkel juga karena menunggu, ini Jepang kok ada jam karet? pikir saya.

Tapi yah, yang namanya legenda dunia, jadi saya bisa sabar dan memakluminya.




Dan muncullah Paul Mc.cartney dengan bass khasnya.

Konser berlangsung selama 3 jam, dan yang saya sangat kagumkan.

Paul hampir sama sekali tidak mengambil break istirahat. Sungguh kondisi fisik yang sangat mengagumkan untuk seorang kakek berumur 72 tahun.

Serta sebagian besar Paul berusaha untuk menggunakan bahasa Jepang untuk berkomunikasi dengan fansnya.

Aksi panggung yang luar biasa ada pada waktu lagu Live and Let Die, karena begitu banyak ledakan dan kembang api yang dinyalakan.

LUAR BIASA dan PUASS itu kesan saya.

Konser berakhir jam 22.00.


Berikut adalah foto-foto yang saya ambil dari Twitter dan Official Facebook page dari Paul Mc.Cartney

Song list




Live and Let Die


Thank You Paul


Setelah selesai konser perjalanan saya di Tokyo berlanjut ke Clubbing at Ageha Club.


Entri Populer