Tau sendiri doong Jepang itu semuanya serba kawaii dan menggoda iman?
Gak cuma cewek Jepang dan fashion doang yang kawaii, tapi juga makanannya. Makanan/snack di Jepang terkenal bukan hanya karena rasanya yang enak, tapi juga bentuk dan pengemasannya yang sangat unik.
Contohnya snack yang satu ini, namanya Tezukuri Doubutsuen. Snack ini sejenis manju (manju itu apa ya dalam Bahasa Indonesia?), yang dibentuk menyerupai hewan yang imut2, dan diisi dengan selai kacang merah, cokelat susu, dan strawberry.
Terdiri dari 2 seri, seri kebun binatang dan seri akuarium.
Seri kebun binatang
Seri akuarium
Teknik penjualan yang bagus, soalnya jadi bingung mau beli yang mana dan akhirnya tergoda buat beli dua-duanya. Hahaha..
Kalau kamu perhatikan gambarnya dengan teliti, setiap manju dibungkus dengan plastik tersendiri lho! Begitulah manner penjualan makanan di Jepang, setiap piece-nya harus dibungkus agar kebersihannya terjaga.
Setiap piecenya dibungkus dengan plastik
Sudah gitu, bungkus luarnya pun cantik banget! Dibungkus menggunakan wrapping paper (kertas kado) yang sayang banget kalo dibuang.
Bungkus luarnya, lucu banget bukan?
Karena dikemas dengan sangat menarik, snack2 di Jepang sangat cocok untuk dijadikan oleh-oleh. Saya belinya di toko oleh-oleh di Stasiun Shinagawa seharga 1.782 yen/ box (isi 12pcs).
Biar semangat di Selasa yang mendung ini, mari kitaa ngobrol soal jalan2.
Kali ini saya ingin membahas mengenai Fuji Shibazakura Festival yang saya datangi musim sakura lalu.
Festival tahunan ini diselenggarakan pada bulan April-Mei selama kurang lebih 5 minggu. Jadwal tiap tahun berubah2 mengikuti situasi perkembangan bunga.
Shibazakura sendiri dalam Bahasa Jepang secara harafiah memiliki arti shiba (rumput) zakura (sakura) yang jika digabungkan kira2 bermakna “sakura yang tumbuh menyerupai rumput”, karena bunga ini tumbuh menjalar menutupi tanah seperti rumput.
Shibazakura memiliki bermacam-macam jenis dan warna seperti merah, pink, putih, atau ungu. Dengan hanya membayar 520 yen kita bisa melihat 800.000 bunga Shibazakura sekaligus menikmati pemandangan gunung Fuji yang sangat cantik.
Spot foto terpopuler disini adalah “Mini Shibazakura Fuji”, yaitu gundukan tanah yang ditumbuhi bunga yang dibuat menyerupai gunung Fuji, dan dibelakangnya kita bisa melihat pemandangan gunung Fuji yang asli.
Sehingga kalau difoto akan terlihat gunung Fuji berdampingan dengan “gunung bunga Fuji.” Cantik lah pokoknya!
Selain spot tersebut, masih banyak tempat-tempat menarik lainnya, seperti Panorama Plaza (sejenis observatory deck dimana kita bisa melihat Shibazakura dari ketinggian), danau yang sangat cantik, kebun bunga, bunga, bunga, bunga, daaan bunga.
Ini dia mini shibazakura fuji Kalau ga ketutupan awan, pemandangan ini beribu-ribu kali lebih cantik
Banyak banget kembangnya!
Kalau beruntung mungkin kamu juga bisa menemukan “kembang desa”. Hahaha..
Ngemil cantik
Selama periode berlangsung disini juga banyak kedai-kedai makanan dimana kamu bisa menikmati cemilan ataupun makan siang.
Ada juga toko souvenir kalau kamu ingin membeli oleh-oleh untuk saya. (kaliii aja gituuu..) Jadii kalau kamu ingin menikmati pengalaman menikmati bunga sakura yang berbeda, datanglah kesini.
Tips dari saya, datang kesana 1-2 minggu setelah event dibuka, tunggu sampai bunga nya mekar semua. Karena pas saya datang sayangnya belum mekar sempurna, walaupun tetap saja cantik memukau.
Website resmi Shibazakura selalu meng-update perkembangan bunga setiap mingunya, jadi sering-sering cek sebelum pergi kesana.
Tiket masuk
Pintu masuk menuju kebun bunga Sayang waktu itu berawan, jadi tidak terlihat jelas gunung Fuji nya
Akses kesana paling nyaman memang menggunakan mobil, karena lebih cepat (sekitar 1 jam 25 menit). Tapi tentu bisa juga dengan kereta (2jam-an) ataupun bus (2.5 jam-an).
Mungkin menggunakan bus lebih mudah, karena selama periode festival ini berlangsung, mereka menyediakan bus yang langsung menuju tempat festival dari Shinjuku. Nama bus ini adalah Chuo Highway tujuan Fuji Shibazakura.
Kalau naik kereta, naiklah kereta apapun yang menuju Lake Kawaguchi, lalu dari stasiun Kawaguchiko ganti kereta dengan Shibazakura Liner, yang juga hanya beroperasi selama periode berlangsung.
Untuk lebih lengkapnya bisa dilihat di screencap akses transportasi.
Akses menggunakan mobil
Akses menggunakan kereta Harap diperhatikan tidak semua kereta beroperasi tiap hari ya
Akses menggunakan bus
Alamat: Fuji Motosuko Resort 212 Motosu, Fujikawaguchiko, Minamitsuru Yamanashi (masukkan keyword “Fuji Motosuko Resort” atau “Motosu Highland” saat mencari di google maps atau GPS mobil)
Kuil ini sempat muncul dalam scene film populer Memoirs of a Geisha (2005) juga dalam Anime yang saya lupa judulnya hehe..
Beberapa minggu lalu saya sempat kesana dan naik hingga ke atas gunung nya, melelahkan juga menyenangkan.
Fushimi Inari Taisha (伏見稲荷大社) adalah kuil Shinto yang berada di Fushimi-ku, Kyoto, Jepang. Kuil ini merupakan kuil pusat bagi sekitar 40.000 kuil Inari yang memuliakan Inari. Kuil utama (honden) terletak di kaki Gunung Inari, dan tanah milik kuil mencakup gunung yang tingginya 233 meter. Di kuil ini dimuliakan Ukanomitamabersama pendampingnya, Satahiko no Ōkami, Ōmiyanome no ōkami, Tanaka no ōkami, dan Shi no ōkami (四 大神).
Inari dipercaya sebagai dewa pertanian, sehingga kuil ini dipercaya membawa berkah bagi panen palawija, kesukesan dalam perdagangan bisnis, dan keselamatan di bidang transportasi. Kuil Fushimi Inari masuk dalam peringkat kuil menurut Jinmyōchō (daftar nama kuil) yang diterbitkan bersama Engishiki. Selain itu, kuil ini berada dalam kelompok 7 kuil papan atas dari daftar 22 kuil utama (Nijūnisha). Dalam sistem lama peringkat kuil Shinto, kuil ini merupakan salah satu dari kampeisha (kuil resmi yang didanai pemerintah Jepang).
Kuil utama yang ada sekarang dibangun tahun 1499 setelah bangunan yang lama habis terbakar sewaktu terjadi Perang Ōnin. Aula utama kuil ini ditetapkan pemerintah Jepang sebagai warisan budaya yang penting. Sejak abad ke-17, penganut kuil Fushimi Inari memiliki tradisi membangun torii. Sekitar 10.000 torii yang berderet-deret di Gunung Inari merupakan hasil sumbangan umat. Di antaranya, Senbon torii (deretan seribu torii) telah menjadi salah satu obyek pariwisata.
SEJARAH
Pada tahun 711, Hata no Iroku menerima perintah kaisar untuk mendirikan kuil untuk sanza (tempat bertahta tiga Kami) di Gunung Inari. Menurut literatur Nijūni shaki, ketiga Kami tersebut adalah Ōmiyame no mikoto, Ukanomitama no mikoto, Sarutahiko no mikami.
Kisah serupa juga ditulis dalam catatan sejarah (fudoki) Provinsi Yamashiro yang masih tersisa. Dalam bagian Jinmyōchō dari Engishiki, nama kuil ini ditulis sebagai Inari Jinja Sanza (稲荷神社三座?).
Pada tahun 1871, berdasarkan sistem derajat kepentingan kuil (Kindai shakaku seido), kuil ini ditetapkan sebagai kuil resmi (kampeisha), dan nama kuil secara resmi diganti menjadi Inari Jinja atau Kampei Taisha Inari Jinja.
Seusai Perang Dunia II (1946), kuil ini berdiri organisasi keagamaan yang terdaftar sebagai badan hukum, dan terpisah dari Asosiasi Kuil Shinto yang berafiliasi dengan Ise Jingu. Nama kuil diganti menjadi Fushimi Inari Taisha, dan terus digunakan hingga sekarang.
Hai para jones akut ada berita gembira buat kalian..
Kalian punya lagu kebangsaan di Jepang.. haha
Iya, lagu ini sangat populer di kalangan anak SMP, SMA dan Mahasiswa yang berstatus jones akut di Jepang. hehe..
Sebenarnya lagu ini lagu dari band Kana Boon yang berjudul nai mono nedari
Yang kemudian liriknya di plesetin menjadi jones banget..
Liriknya akan saya coba tulis dengan romaji dan artikan... Maaf kalau translate saya agak kacau, maklum sulit untuk menemukan kata-kata gaul bahasa Jepang ke Indonesia.. hehe..
届きそうで 届かない Todokisou todokanai Kelihatannya bisa sampai tapi tidak sampai
掴めそうで 掴めない Tsukamesou de tsukamenai Kelihatannya bisa pegang tapi tidak bisa
えへへ/// 女性のおっぱい ehehehe josei no oppai Hehehe susu cewek
This is the Cry for the moon.
ミクチャでイチャついてるカップルを見ると、 Mikucha de icha tsuiteru kappuru wo mita Melihat couple berdua-duaan di mikucha
胸の中の傷が痛むんだ。 Mune no naka no kizu ga itamunda dalam dadaku sakit
今すぐに浮かれているカップル全てを、 Ima sugu ukareteiru kappuru subete wo Sekarang juga semua couple yang sedang bahagia
簡単に別れさせる方法を…教えて!! Kantan ni wakaresasewu houhou oshiete Tolong kasih tahu cara buat mereka putus
「まぁ、ここはシンプルに彼氏の悪口を彼女にメッセしましょう。」 Maa, koko wa sinpuru ni kareshi no waruguchi ni messe shimashou disini kasih tau saja omongan jelek si cowok ke ceweknya
「あいつ脇汗やべぇぞ…」 aitsu waki ase yabee so orang itu keringat ketiaknya gawat banget
「足めっちゃ臭い」 ashi meccha kusai Kakinya bau banget
これ俺じゃねぇかよ!! Kore ore ja nee ka yo ini bukan guaaa
狭い歩道で並んで歩く Semai houdou de narande aruku berjalan berdampingan di trotoar yang sempit
カップルの真ん中走り去りたい Kappuru no mannaka hashiru saritai Pingin lari di tengah-tengah couple
メンズは彼女がほしいだけ Menzu wa kanojo hoshii dake Cowok hanya ingin punya cewek
女は恋したいだけ Onna wa koi shitai dake Cewek hanya ingin mencintai
即効で別れさせる方法を…答えて!! sokkou de wakaresaseru houhou kotaete Tolong segera jawab cara supaya mereka putus
「ここはもう開き直り、思い切って告白をしましょう。」 Koko wa mou hiraki naori, omoi kitte houkoku shimashou Disini ambil sikap langsung aja tembak
「俺の達郎を取るな。あいつを一番愛してるのは俺だ。」 Ore no Tatsuro wo toru na, aitsu wo ichiban ai shiteru no wa ore da Jangan ambil tatsuro (nama cowok) gua (cowok), Yang paling dicintai Tatsuro (cowok) adalah gue (cowok)
「別にいいわよ。穴は掘ったし///」 Betsu nii ii wa y0 anna wa hotta shi Ga papa sudah buat lubang
「やった!!!作戦成功だ!!!」 yatta sakusen seikou da hore rencana saya berhasil
「皆ホモじゃねぇか!!(喜)」 minna homo ja nee ka (yorokobi) atau semua ga homo ya?? (senang)
イチャイチャイチャイチャしているカップル icha icha icha icha shite iru kappuru couple yang sedang berdua-duaan
うんち踏んじゃえ unchi funjaee injak aja taii
「彼氏の温もり あったかいんだからぁ///」 Kareshi no nugumori attakain dakara Karena berduaan dengan cowok itu hangat
まじでうぜえ!!! maji de usee benar benar berisikkkkkk
イチャイチャイチャイチャしている彼氏の icha icha icha icha shite iru kareshi no cowok yang sedang berdua-duaan dengan ceweknya
鼻毛が出ますように…! Hanage ga demasu you ni Semoga bulu hidungnya keluar
セルカ棒で自撮りをしている奴等に seruka bou de jidori wo shite iru yatsu ra ni orang orang yang sedang narsis pake tongsing
写り込む Utsuri komu ikut-ikutan narsis
俺も楽しい青春を過ごした時期が Ore mo tanoshii seishun wo sugoshita jiki ga gue juga masa muda yang bahagia
あったと思ったがそりゃ間違いだった atta to omotta sorya machigai datta gue kira ada tapi gue salah
School Loveとか制服で行くDisney School love toka seifuku de iku disney Kisah cinta di sekolah atau pergi ke disneyland pake seragam
思い出のページには、そのようなもんはありませんっ! omoide no peeji wa sono you na mon de wa arimasen Kenangan gua ga seperti itu
チャリのケツに座るのは男 Chari no ketsu ni suwaru no wa otoko Yang duduk di pantat sepeda gua yah cowok
リア充のLINEに歯ぎしり ria juu no line ni hagi shiri kenyataan liat teman di Line gigit jari
記念日ツイートに歯ぎしり kinenbi tsuito ni hagishiri hari jadian teman di tweet gigit jari
我慢して言うのは「記念日おめでとう^^」 gaman shite iu noha kinenbi omedeto cuma bisa sabar sambil bilang selamat hari jadian ya
Buat kalian pecinta ice cream, kedai ice cream "Daily Chico" di Nakano ini cocok banget untuk kalian kunjungi selama di Tokyo.
Cuma disini kalian bisa menemukan ice cream 8 tingkat.
IYA, 8 TINGKAT!
Dalam 1 cone es-krim, kalian bisa menikmati 8 rasa es krim; strawberry, chocolate, vanilla, mocha, melon, grape, green tea, dan ramune (kayak soda gitu). Rasanya enaaak, es krim nya lembut, dan paling penting harganya mure murehe..
Cuma 390yen!
Kalo ga sanggup ngabisin porsi ekstra besar ini, kalian bisa pilih yang ukuran normal dengan maksimal 2 pilihan rasa (harga 230an yen kalo ga salah inget).
Hari ini saya akan menceritakan pengalaman saya ke salon yang tentu saja ada di Jepang.
Karena pertama kali ke salon yang bernama La Donna, saya disodorkan formulir yang isinya tentang data pribadi saya, masalah rambut saya, dan bagaimana saya tahu salon La Donna.
Seharusnya sebelum ke salon harus telepon untuk "yoyaku" (reservation) dulu, supaya tidak menunggu lama, tapi berhubung karena "okyakusan" sedang sedikit, saya tidak perlu menunggu lama untuk menunggu giliran.
Bisa dibilang tidak jauh berbeda dengan salon di Indonesia, hanya saja stylish yang menangani saya cewek jepang cantik putih berambut kuning. asyikkk ... hehe..
Saya mengambil menu potong rambut saja seharga 4320 yen.
Rambut dipotong, di keramasi, dipijat kepala, dipijat pundak, selesai rambut di wax. Tidak ada yang istimewa, hanya saja yang namanya OMOTENASHI sangat kental sekali.
OMOTENASHI itu adalah saya diberi 3 kartu yaitu
Yang pertama kartu diskon untuk berkunjung kembali dan setelah 3x berkunjung akan mendapatkan Gold Card member dengan harga khusus
Kartu nama sang stylish yang menangani saya, bila berkunjung kembali stylish cewek cantik berambut super saiya dipastikan menangani saya. Bisa dibilang stylish tetap saya.. asyikkk .. betah dah betah dah.. hehe
Kartu message dari stylish saya, mengenai bagaimana saya menata rambut dan saran untuk memelihara keindahan rambut saya.. aduh gue banget cyinn...
Dan yang terakhir sang stylish mengantar pulang saya sampai rumah saya, eh salahh dink.. haha.. Hanya sampai pintu depan salon sambil membungkuk mengucapkan, "terima kasih, ditunggu kedatangannya kembali ya."
Mendapat perlakuan seperti itu bagaimana tidak mau datang kembali??? hehe..
Hakone (箱根) adalah bagian dari Taman Nasional Fuji-Hakone-Izu, berlokasi kurang lebih 100km dari Tokyo. Hakone terkenal dengan pemandian air panas (Onsen), keindahan alam dan pemandangan gunung Fuji membuat Hakone menjadi tempat liburan popular bagi turis lokal maupun mancanegara yang ingin rehat sejenak dari sibuknya kota Tokyo.
Saya ke Hakone waktu Golden Week kemarin, dan semuanya serba mendadak. Kita membuat rencana malam sebelum berangkat dan karena kita ada acara lain keesokan harinya, jadi saya hanya 1 day trip aja ke Hakone. Rasanya ga puaaas. Karena banyak banget tempat menarik di Hakone. Saran saya minimal 2 hari penuh kalau mau kesini, atau kalau kesini pas musim panas dan kalian suka trekking ke gunung, 3 hari waktu yang paling pas. Tapi kalau kalian cuma punya 1 hari seperti saya, mungkin bisa mengikuti itinerary saya yang lumayan mencakup tempat-tempat penting di Hakone.
Saya kesini dengan suami saya menggunakan mobil, tapi di artikel ini saya juga akan memberi informasi transportasi umum kok! Mohon maaf saya justru ga inget jalur mobil karena kami bergantung sama GPS mobil dan saya kerjaannya cuma nyanyi2 ga jelas (plus berusaha supaya ga ketiduran). Waktu tempuh dengan mobil dari Tokyo seharusnya adalah sekitar 2 jam (kalau gak macet). Tapi karena kami nyasar, kami butuh waktu 4 jam untuk sampai lhoooo.. (kok bangga?). Tol di Jepang sangat tricky, mungkin saya akan bahas di kesempatan lain. Begitu sampai Hakone, tujuan pertama kami adalah Hakone Ropeway, dimana kami bisa menaiki ropeway (kereta gantung) untuk menuju Owakudani dan Lake Ashi. Kalau takut ketinggian alternatif nya bisa naik bus kok. Kami memarkir mobil di Stasiun Sounzan, yang juga merupakan stasiun untuk Hakone Tozan Cable Car (beda sama kereta gantung).
Untuk menaiki ropeway, kita harus membayar 2.410 yen untuk return ticket (St. Sounzan – Lake Ashi). Bisa juga beli one way kalau kamu mau naik bus pulangnya). Dan saya membeli “Hakone Sightseeing Cruise+Ropeway 1-day Pass” seharga 2.940 yen (989 yen untuk anak2). Tiket ini termasuk tiket PP menggunakan Ropeway dan tiket PP sightseeing tour menggunakan Pirate Ship (yang harga normalnya adalah 1.840 yen). Jadi kalau beli terpisah, kamu mesti membayar 4.250 yen. Lumayan bingit bedanya kan! Dengan tiket ini kamu juga mendapatkan diskon tiket masuk Hakone Gora Park, Narukawa Art Museum, dan Hakone Checkpoint. Tiket bisa dibeli langsung di Stasiun Sounzan.
Penampakan Limited Express Romance Car
Pemandangan di St. Sounzan
Stasiun Sounzan
Penampakan Ropeway
Pemandangan kawah dilihat dari Ropeway
Abaikan gambar orangnya :D
Wujud Ropway dilihat dari Owakudani
Di dalam Ropeway
Pemandangan dari restoran tempat kita makan siang di Owakudani
Dari stasiun Sounzan saya naik ropeway dan berhenti di pemberhentian pertama Stasiun Owakudani. Gak lama kok, cuma beberapa menit. Di Owakudani ini lah kamu bisa membeli telur hitam yang sensasional itu! Kenapa sensasional? Karena cangkang telur ini berwarna hitam akibat direndam di sumber air panas belerang di kawah gunung merapi, dan legenda mengatakan kalau kamu memakan telur ini, hidup kamu akan lebih panjang 7 tahun. Jadi kalau kamu makan 10 telur, kamu dapat tambahan umur 70 tahun! Kalau nenek saya yang makan, berarti beliau bisa sampe umur 140 tahun dong ya? Hahahah… Telur ini oleh-oleh paling laris disini. Kalau musim liburan, tengah hari aja bisa udah laku terjual. Hanya saja pada saat saya kesana, aktifitas gunung merapi sedang tinggi sehingga para pekerja tidak bisa merendam/mengambil telurnya karena jalurnya ditutup. Sediiiih... Ga bisa nambah umur 70 tahun. Tapi saya beruntung, karena hari saya pergi adalah hari terakhir dimana Hakone Ropeway beroperasi. Hingga saat ini (dan entah sampai kapan) HAKONE ROPEWAY TIDAK BEROPERASI karena aktivitas gunung merapi Hakone yang meningkat. Walau kamu ga bisa ke Owakudani Valley, kamu tetap bisa ke Lake Ashi dengan menggunakan bus kok!
Setelah foto-foto cantik dan makan siang di Owakudani, kami naik ropeway lagi untuk melanjutkan perjalanan ke Togendai (Lake Ashi). Kali ini waktu tempuh lebih lama, sekitar 20menit, dan melewati 1 stasiun lain yang saya lupa namanya. Setelah sampai, saya langsung menuju Pirate Ship karena waktu keberangkatan sebentar lagi (cek jadwalnya di website). Di dalam kapal saya membeli tiket kelas 1 seharga 750 yen PP (worthed banget!). Dengan tiket ini kamu bisa akses dek bagian depan dengan pemandangan yang lebih super, plus dijamin dapat tempat duduk di dalam kabin karena tiket ini terbatas. Kalau ga beli tiket, kamu cuma bisa akses dek bagian belakang, lebih padat, dan berebut tempat duduk. Tour ini cukup lama, 1 jam-an, dan percayalah, kamu bisa masuk angin kalau sepanjang perjalanan kamu berdiri di dek. Anginnya kencenggggg cinnnn…Saya yang tadinya pengen foto dengan bergaya bak Jack & Rose di Titanic, jadi lebih mirip Tessa Kaunang & Komeng di iklan motor anu.
Wujud pirate ship, cuma ada 2 dan bergantian berangkatnya
Tiket 1 day pass untuk ropeway+pirate ship dan tiket tambahan di kapal
Interior di kabin kelas 1
Setelah tour selesai, saya sempat jalan-jalan kesekitar Togendai sebentar, karena saya harus mengejar ropeway terakhir untuk kembali ke Sounzan. Togendai sendiri ada banyak resort/penginapan yang berarti banyak onsen juga, dengan banyak permainan air seperti kano, perahu bebek (yang romantis di awal dan betis gede di akhir), dll. Untuk kembali ke Sounzan tinggal duduk manis sampai pemberhentian terakhir. Kalau masih mau mampir ke Owakudani ya tinggal turun aja.
Karena hari mulai sore, dari Sounzan kami ingin mencoba salah satu onsen terkenal di Hakone yang kami baca reviewnya di website. Yunessun ini sendiri adalah kawasan Spa Resort, yang memiliki 2 area pemandian, yang satu Yunessun Water Park (dengan konsep kolam bermain dengan 25 jenis kolam), dan Mori no Yu (onsen tradisional). Di water park gender dicampur dan kamu harus pake baju renang, dan di onsen tradisional gender dipisah dan kamu harus benar2 telanjang. Jangan sampai kebalik ya!! Bisa ditangkep ntar.. Untuk Yunessun akan saya bahas di postingan tersendiri karena unik dan menarik.
Setelah puas bermain di Onsen hari sudah malam, jadi kami harus kembali ke Tokyo. Setelah seharian capek bermain, sungguh saya kasihan sama suami yang harus menyetir lagi. Tapi apa daya, karena saya gak punya SIM Jepang dan SIM A saya ga berlaku disini, saya ga bisa gantiin nyetir.
Sebenernya masih banyak tempat menarik di Hakone yang patut dikunjungi, misalnya Open Air Museum, Hakone Checkpoint, Gora Park, dan juga hiking di gunung Hakone yang mana kamu bisa lihat air terjun super cantik. Saya harus kembali lagi ke Hakone suatu hari nanti!
How to go there:
1. Kereta
Limited Express “Romance Car” jalur Odakyu Stasiun Shinjuku –> Stasiun Hakone-Yumoto (2.080 yen / 85 menit)
Express jalur Odakyu Stasiun Shinjuku -> Stasiun Hakone-Yumoto (1.190 yen / 2 jam)
Shinkansen “Kodama” atau “Hikari” jalur JR Tokaido Shinkansen Stasiun Tokyo/Shinagawa -> Stasiun Odawara (3.500yen / 30 menit) * Gratis bagi turis pemegang JR Rail Pass.
Local/Rapid jalur JR Tokaido Main Line Stasiun Tokyo/Shimbashi/Shinagawa -> Stasiun Odawara (1.500 yen/70-90 menit) * Gratis bagi turis pemegang JR Rail Pass, JR East Pass, dan JR Kanto Area Pass.
Local/Rapid jalur JR Shonan Shinjuku Line Stasiun Ikebukuro/Shinjuku/Shibuya -> Stasiun Odawara (1.500 yen/70-90 menit)
Catatan: ・Kalau sudah sampai di Stasiun Odawara / Stasiun Hakone, untuk kemana2 bisa naik bus Hakone atau kereta jalur Tozan. Silahkan lihat gambar peta jalur. ・Untuk pulang ke Tokyo tinggal cari arah sebaliknya. Semua harga yang disebutkan harga sekali jalan ya.
2. Bus Odakyu Highway Bus (2.000 yen / 2-2.5jam) Terminal Odakyu Highway Bus Shinjuku –> Stasiun Gotemba –> Hakone/Togendai *Di stasiun Gotemba cuma berhenti sebentar, gak perlu ganti bus.
Tips hemat:
1. Hakone Free Pass (5.140 yen untuk 2 hari / 5.640 yen untuk 3 hari) Kalau kalian beli “Hakone Free Pass”, kalian mendapatkan keuntungan sebagai berikut:
1x tiket PP Shinjuku-Hakone menggunakan jalur Odakyu (selain Romance Car)
Bebas menggunakan 8 jenis transportasi di Hakone (Hakone Tozan Train, Hakone Tozan Cable Car, Hakone Ropeway, Hakone Sightseeing Cruise, Hakone Tozan Bus, Odakyu Hakone Highway Bus, Numazu Tozan Tokai Bus, Hakone Tozan “Kanko Shisetsu-Meguri” Bus).
Diskon tiket masuk tempat-tempat atraksi di Hakone (museum, onsen, dll) Hakone Pass ini dapat di beli di stasiun jalur Odakyu mana saja. Keterangan lebih lengkap silahkan cek di http://www.odakyu.jp/english/deels/freepass/hakone/
2. Jenis pass yang lain adalah “Hakone Tozan Train & Cable Car 1-day Pass” (1.540 yen). Dengan tiket ini kamu bisa naik kereta jalur Tozan dan cable car sesering yang kamu mau dalam 1 hari. Ekonomis menurut saya, karena kamu kemana2 harus naik kereta/bus, dan kalau beli satuan pasti lebih mahal. Contohnya, dari Stasiun Odawara (kalau kamu naik JR line) ke Sounzan kamu harus bayar 2.180 yen/PP.
Lebih murah kan jadinya? Tiket bisa dibeli di Stasiun Odawara, Stasiun Sounzan, dan Stasiun jalur Tozai mana saja.
Penulis adalah admin Page Kehidupan di Jepang April・Saitama