Wednesday, November 14, 2012

Rumah Super Sempit yang Hanya Ada di Jepang
























sumber

Seorang Mahasiswi Jepang Menciptakan Make Up Lukisan Unik




Tokyo, Jepang – Bosan dengan gambar digital yang disempurnakan, seorang mahasiswi jurusan seni asal Jepang memutuskan untuk membuat gambar-gambar mengesankan pada wajah tanpa sentuhan teknologi sama sekali. Hanya bermodal cat akrilik, dia melukis gambar-gambar realistis yang akan membuat siapapun menoleh pada hasil karyanya.
Chooo-San, seorang mahasiswi tahun pertama di Musashino Art University Tokyo, Jepang, melukis hal-hal menyeramkan antara lain mulut dengan posisi salah, mata ekstra hingga mencipta kesan robot pada bagian tubuh manusia.
Tanpa menggunakan pengolahan secara digital, bagian tubuh dimodifikasi sedemikan rupa hanya menggunakan cat akrilik. Hasilnya, bisa membuat orang yang melihatnya ketakutan.

Gadis 19 tahun ini menemukan bakatnya saat mencoret-coret mata di punggung tangannya sendiri selama waktu istirahat saat ujian masuk universitas. Segera setelahnya, dia pun memberanikan diri melukis tubuh orang lain untuk membuat efek menyeramkan. Ada fitur tambahan pada wajah, seperti mata, mulut, atau fitur robotik dan restleting pada bagian tubuh.

Chooo-San menjelaskan, “Saya tidak punya alasan mengapa saya mulai melukis. Tapi saya merasa bosan dengan gambar komputer dan ingin melihat seberapa jauh saya bisa melakukannya tanpa teknologi seperti Photoshop,” katanya seperti dikutip Daily Mail.
Dia menambahkan, semua karyanya dilukis dengan cat akrilik. “Semua langsung dilukis pada kulit dan tidak menggunakan komputer atau apapun untuk mengubah gambar.”
Selain membuka jurusan seni rupa dan desain industri, Musashino Art University sekarang juga membuka jurusan arsitektur dan fashion.

9 Situasi Anime Yang Tampak Mungkin Terjadi, Tapi Tidak terjadi



anime-situation-to-happen
Berapa kali Anda pernah berlari di pagi hari karena terlambat ke sekolah, bergegas untuk sampai ke kelas sebelum bel berbunyi, lalu berbelok dan bertabrakan dengan seseorang dari lawan jenis, yang akibatnya Anda jatuh cinta padanya?
Jika jawaban Anda adalah lebih dari “tidak ada,” kemungkinannya Anda adalah karakter anime atau Anda adalah penguntit yang sangat terorganisir dengan baik. Sementara ada banyak situasi yang ditemukan di anime atau manga yang tampaknya bisa terjadi dalam kehidupan nyata, sebagian besar tidak akan pernah terjadi kecuali secara alami oleh beberapa kebetulan yang aneh.
Niconico News baru-baru ini bertanya pada 500 pembaca mereka untuk menyebutkan beberapa contoh yang paling umum dari situasi seperti itu. Simak apa yang mereka sebutkan di bawah ini!

9. Memiliki impian Anda menjadi kenyataan – 9,3%
Wow. Suatu cara untuk percaya pada diri sendiri. Sebuah dedikasi dan usaha kecil berjalan jauh dalam mewujudkan impian Anda. Kecuali ‘mimpi-mimpi’ itu termasuk menaklukkan setan atau menyelamatkan dunia.
8. Orang yang lebih tua jauh lebih kuat daripada pemuda – 16,4%
Lelaki tua mesum dengan kura-kura di punggungnya? Guru seni bela diri kuno. Jika ada satu hal yang telah anime ajarkan pada kita, adalah tidak membiarkan Anda lengah terhadap orang yang lebih tua.
7. Musuh yang Anda kalahkan menjadi sekutu Anda – 17,0%
Mengesampingkan hal itu, mudah-mudahan, sebagian besar orang di dunia modern kekurangan “musuh” yang perlu “dikalahkan,” diperlukan kemurahan hati untuk memaafkan, melupakan, dan menggabungkan kekuatan. Meskipun demikian, dengan mengambil pandangan yang lebih luas, Anda mungkin dapat menemukan beberapa contoh. Lihat saja Amerika dan Jepang!
6. Memiliki nama untuk “jurus/teknik khusus” Anda, meskipun Anda hanya berolahraga di sekolah – 18,2%
Coba saja lihat Prince of Tennis. Meskipun Anda menguasai jurus “Hurricane Kick” dan “Dash of the Wind God,” Anda tidak pernah berhasil dalam tim sepak bola.
5. Ditampar oleh seorang gadis setelah Anda mendatanginya saat ia berganti pakaian – 19,8%
Sebagaimana salah satu pria pembaca Niconico katakan: “Ada saat-saat di SMA ketika kita mendatangi gadis-gadis saat mereka berganti pakaian, tapi mereka terlalu sibuk menutupi celana mereka dengan tangan mereka menampar kami” (Di Jepang, Anda berganti pakaian olahraga di kelas).
4. Terpeleset kulit pisang – 25%
Sebuah komedi slapstick utama di Amerika, bahaya kulit pisang juga adalah lelucon di Jepang (coba Anda ingat Mario Kart). Namun, mengingat bagaimana bersih dan terurusnya jalan-jalan di Jepang, Anda mungkin akan memiliki kesulitan menemukan kulit pisang yang dibuang daripada Anda akan terpeleset salah satunya.
3. Seorang gadis yang tampak kusam dan sederhana melepas kacamatanya dan menunjukkan wajah cantiknya – 28,8%
Anda bisa memakaikan kacamata Groucho pada seorang gadis cantik dan ia tetap terlihat cantik. Tempelkan sepasang kacamata Groucho pada seorang gadis menjemukan dan itu akan menjadi cosplay.
2. Mimisan ketika Anda melihat sesuatu yang erotis – 29,0%
anime-situation-to-happen
1. Jatuh cinta dengan gadis yang Anda temui dengan cara bertabrakan saat berbelok dalam perjalanan ke sekolah – 59,8%
Tidak seperti mimisan karena sesuatu yang erotis, situasi ini sebenarnya wajar. Di luar sana, seseorang bisa saja bertemu dengan cara tertentu seperti ini.
Dapatkah Anda memikirkan situasi lainnya?


sumber

Perayaan Hina Matsuri di Jepang




Pada tanggal 2 dan 3 Maret kemarin bagi kalian yang berkunjung ke Jepang mungkin melihat tampilan boneka Hina yang di pajang. Hina Matsuri adalah suatu perayaan untuk memperingati “Girls ‘Day” pada tanggal 3 Maret. Pada hari itu, keluarga berdoa untuk kebahagiaan masa depan dan kesejahteraan anak perempuan mereka dengan menampilkan “hina-ningyo” dan bunga persik.
Kebiasaan menampilkan boneka dapat ditelusuri kembali pada periode Heian (794-1185). Orang percaya bahwa boneka bisa berkorban demi pemiliknya. Hina Matsuri berasal dari kebiasaan Jepang kuno, Hina-nagashi, dimana jerami atau kertas boneka Hina ditempatkan dalam perahu yang dibawa menyusuri sungai ke laut (berharap bisa membuang nasib buruk).
Saat ini, kebanyakan rumah dengan anak perempuan mereka menampilkan boneka Hina. Penyusunan boneka berbeda berdasarkan wilayah, namun pada umumnya berdiri lima atau tujuh tingkat dan ber-alaskan karpet merah.
Semua boneka mengenakan kimono periode Heian dengan aksesoris cantik. Di tingkat atas, kaisar dan permaisuri ditempatkan dengan layar berlapis emas di belakang mereka. Tingkat kedua memegang dayang tiga (“san-nin Kanjo”) yang membawa sake. Di tingkat ketiga adalah lima musisi (“gonin-bayashi”). Tingkat keempat adalah dua menteri (“udaijin” dan “sadaijin”). Pada tingkat kelima, tiga pelayan yang berdiri sebagai pelindung kaisar dan permaisuri. Di tingkat keenam, ada peti untuk menyimpan kimono, laci, cermin berdiri dan set teh untuk upacara. Pada bagian bawah, lapis ketujuh memegang kotak makanan divernis, tandu dan sebuah kereta yang ditarik sapi.
Sangat populer di kalangan para orang tua yang mempunyai anak perempuan untuk memberi mereka satu set boneka. Hal ini dianggap lebih baik bagi keluarga untuk mulai memajang boneka pada bulan Februari dan menyimpannya sesegera mungkin setelah festival usai karena diyakini bahwa meninggalkan boneka tetap terpajang setelah tanggal 4 Maret bisa menyebabkan anak-anak perempuan mereka terlambat menikah.
Pada festival Hina Matsuri, keluarga biasanya makan “chirashi-Zushi” (sushi yang disebar) dan “sakura-mochi” yang terbuat dari tepung beras, pasta kacang manis dan daun ceri asin. “Hina-arare,” kerupuk beras berwarna yang dibumbui dengan gula. Ada juga minuman adat, yang disebut “shirozake,” terbuat dari beras yang difermentasi. Pada kesempatan Matsuri Hina, akan dinyanyikan juga sebuah lagu yang terkenal, “Mari kita menyalakan lentera, mari kita mengatur bunga persik.”
Ada juga festival untuk anak laki-laki pada tanggal 5 Mei, “Tango no Sekku.” Anak-anak perempuan silakan merayakan Hina Matsuri dan menunggu sampai giliran anak laki-laki tiba.. ^_^


sumber

“Maneki Neko” Kucing Pembawa Keberuntungan




Maneki Neko adalah figur kucing “Selamat Datang” yang dipercaya membawa keberuntungan & kesejahteraan. Maneki neko berasal dari Jepang, merupakan patung kucing yang dipercaya membawa keberuntungan bagi pemiliknya. Patung ini menggambarkan kucing lokal dari jepang (Japanese Bobtail) dengan salah satu kaki depan terangkat, seolah olah melambai-lambai. Maneki neko biasanya dipajang di Toko, Restoran dan tempat usaha lain.
Figur kucing ini telah diproduksi menjadi berbagai alat & bentuk seperti gantungan kunci, celengan, pengharum ruangan, dll. Berbagai bahan juga dipergunakan. Dari yang paling purah seperti plastik, kayu dan kertas hingga yang mahal seperti jade atau giok. Berbagai bentuk, warna dan ornamen tambahan dipercaya mempunyai fungsi tertentu.

Kaki Depan

Kepercayaan mengenai kaki mana yang terangkat, berbeda-beda tergantung waktu dan tempat. Kepercayaan yang paling umum biasanya bila kaki kiri yang terangkat berfungsi untuk menarik pelanggan, sedangkan kaki kanan bertujuan menarik kemakmuran dan keberuntungan. Kadang-kadang ada juga yang kedua kakinya terangkat. Ada juga yang menyatakan kaki kiri terangkat, cocok untuk bar/tempat minum sake, sedangkan kaki kanan cocok untuk toko.
  
Dipercaya, semakin tinggi kaki terangkat, semakin besar juga keberuntungan atau kemakmuran yang akan datang. Beberapa bentuk maneki neko dilengkapi dengan baterai atau sel tenaga surya agar dapat menggerakan kakinya ke depan-belakang, seolah melambai-lambai secara terus menerus.

Warna

Meskipun warna aslinya adalah putih, Maneki Neko dibuat dengan warna dan atribut yang berbeda. Setiap warna dipercaya mempunyai manfaat yang berbeda.
Tiga warna (Tricolor/Calico/Tortie & White): warna dasar putih dengan pola warana hitam dan oranye yang acak. Pola warna ini merupakan warna yang paling dikenal dan dipercaya dapat membawa keberuntungan. Kepercayaannini berhubungan dengan jarangnya pola warna ini muncul pada kucing japanese bobtail. Di Jepang warna ini disebut Mi-ke yang berarti tiga warna.

Putih: mengindikasikan kemurnian, kesucian dan merupakan warna paling populer kedua.
Hitam: dipercaya dapat menjaga kesehatan pemiliknya dan mencegah datangnya setan.
Merah: juga merupakan warna pelindung. Dipercaya dapat menghalangi datangnya sakit & arwah jahat.
Emas: berhubungan dengan kemakmuran.
Merah muda/Pink: meskipun bukan warna aslinya, warna ini cukup populer karena berhubungan dengan rasa cinta & kasih sayang.
Hijau: dipercaya dapat meningkatkan pencapaian akademik/karir.
      
Ornamen : kalung, lonceng & syal/scarf
Maneki Neko juga biasanya mempunyai beberapa tambahan ornamen di lehernya. Bisa berupa kalung lengkap dengan lonceng kecil atau bisa juga kain yang diikatkan di leher (scarf). Yang paling populer adalah kalung berwarna merah yang terbuat dari hichirimen (bunga merah) lengkap dengan lonceng kecil. dekorasi ini adalah tiruan dari apa yang biasanya dipakai oleh kucing-kucing yang dipelihara oleh keluarga bangsawan pada zaman Edo.
Kain yang diikatkan dileher berhubungan dengan fungsinya sebagai pelindung. Dekorasi yang mirip juga terdapat pada patung Bodhistwa Jizo, pelindung yang sering ditemukan di gerbang kuil atau tempat pemakaman. Maneki Neko kadang-kadang digambarkan sedang memegang koin yang disebut koban. Koban adalah uang yang dipakai pada zaman Edo. Figur patung ini dipercaya membaya keberuntungan dan kemakmuran, sehingga sering digunakan sebagai celengan.

Legenda Maneki Neko

Banyak legenda Jepang yang mengisahkan asal Maneki Neko. Dari tujuh legenda yang banyak dikenal, ada tiga yang paling terkenal. Yaitu Legenda Kuil Goutokuji, Pramuria Usugumo dari Yoshiwara dan Legenda Wanita Tua dari Imado.
Kuil Goutokuji
Pada awal zaman Edo (abad ke-17) ada sebuah kuil yang terdapat di Setagaya, bagian barat Tokyo. Pendeta kuil tersebut memelihara seekor kucing bernama Tama. Pendeta tersebut sering berbicara dan kadang-kadang sedikit mengeluh kepada Tama mengenai kondisi kuilnya yang miskin.” Tama, meskipun miskin aku memeliharamu di kuil ini, bisakah kamu melakukan sesuatu untuk kuil ini ?”,harap sang pendeta pada Tama.
Suatu ketika, seorang penguasa dari daerah Hikone (bagian barat Tokyo), bernama Naotaka Li pulang berburu. Ia berteduh menghindari hujan di bawah pohon besar yang terdapat di depan gerbang kuil. Seekor kucing memberi isyarat mengundang naotaka untuk berteduh di genbang kuil. Tidak berapa lama setelah naotaka berteduh di gerbang kuil, pohon besar tersebut disambar petir. Nyawa Naotaka terselamatkan berkat Tama.
Setelah kejadian tersebut Naotaka Li dan keluarganya menunjuk kuil tersebut menjadi kuil keluarga dan merubah namanya menjadi Goutokuji. Kuil tersebut menjadi makmur setelah didukung oleh keluarga Li. Tama dikuburkan di pekuburan kucing di kuil tersebut dan diciptakan patung kucing (Maneki Neko) untuk mengingatkan orang kepada Tama.
Legenda Usugumo dari Yhoshiwara
Pada zaman Edo banyak terdapat kota-kota kecil yang penuh berbagai macam hiburan gaya Jepang yang disebut Yuukaku. Salah satu yang terkenal adalah Yoshiwara yang terdapat di bagian timur Tokyo.
Ada dua macam wanita yang bekerja di Yoshiwara. Yang terlatih secara profesional dalam hal musik dan menari disebut Geisha, lainnya adalah pramuria yang disebut Yuujo. Geisha kelas atas yang terlatih dalam berbagai kesenian disebut Tayuu.
Pada pertengahan zaman edo (abad ke-18) ada seorang Tayuu yang bernama Usugumo. Ia terkenal juga sebagai penyayang kucing. Kucingnya selalu berada disampingnya kemanapun ia pergi.
Suatu malam, ketika Usugume hendak memasuki toilet, kucingnya menari-narik bajunya dengan kasar. Meskipun diusir dengan susah payah, kucingnya tidakk mau berhenti mengganggunya. Karena ketakutan usugumo meminta bantuan pemilik rumah. Pemilik rumah tersbut datang dan menebas leher kucing tersebut dengan samurai, karena ditakutkan kucing tersebut adalah kucing setan.
Kepala kucing tersebut terbang ke langit-langit toilet, menggigit dan membunuh seekor ular besar yang sedang mengincar usugumo.
Usugumo sangat menyesal karena telah salah membunuh kucingnya. Untuk mengingatkan jasa-jasa kucingnya, salah seorang tamu menghadiahinya patung kucing yang terbuat dari kayu yang harum. Patung kucing inilah yang kemudian berkembang menjadi Maneki Neko.
Legenda Wanita Imado
Pada akhir zaman Edo (abad ke -19), ada seorang wanita tua yang hidup di Imado, Tokyo bagian timur. Karena keadaannya yang sangat miskin, ia tidak mampu lagi merawat kucingnya. Ia berkata pada kucingnya ” Maaf aku terpaksa menelatarkanmu karena kemiskinan ini”.
Malamnya kuicng tersebut hadir dalam mimpinya dan berkata “buatlah patung diriku dari tanah liat, patung tersebut akan membawa keberuntungan”. Setelah jadi, patung tersebut dibeli orang, semakin banyak ia membuat patung, semakin banyak orang yang membelinya. Patung kucing (Maneki neko) tersebut membebaskannya dari kemiskinan.
 
sumber

Sakura, Bunga Unik Nan Indah




Jika kita berbicara tentang bunga sakura, pasti kita akan mengidentikannya dengan negara Jepang. Faktanya memang Jepang adalah negara dengan varian bunga sakura paling banyak yaitu sekitar 200 lebih, meski demikian bunga ini tak hanya hidup dan berkembang di Jepang, tetapi juga di Korea, China, Canada dan Jerman
Di Jepang sendiri, bunga sakura merupakan simbol yang dikaitkan dengan perempuan, kehidupan dan kematian. Tentu saja dengan berbagai alasan. Sedangkan dalam bahasa Inggris, sakura dikenal dengan nama Cherry Blossoms. Kalau dari bahasa ilmiahnya sendiri, sakura dikenal dengan nama Prunus Jamasakura.
Pohon sakura tidak hanya menghasilkan bunga yang indah, tetapi juga berbuah. Buah dari pohon sakura adalah ceri yang dikenal dengan orang jepang dengan nama Sakuranbo. Tapi buah ini tidak bisa dikonsumsi sama sekali. Tapi tidak mengurangi nilai dari buahnya sendiri, di Jepang buah ceri digunakan sebagai hadiah pada waktu-waktu tertentu.
Bunga sakura sendiri memiliki jenis beragam. tercatat ada ratusan jenis bunga sakura yang hidup di negara Jepang.  Jenis bunga sakura yang paling terkenal adalah Prunus Yedoensis dengan bunga berwarna merah muda dan putih, sakura hutan yang juga berwarna merah muda dan putih, sedangkan Yaezakura berwarna putih atau ungu kemerahan.
  
Di kebanyakan kota di Jepang, bunga sakura mekar dan menunjukan keindahannya pada akhir bulan Maret atau di awal bulan April. Mekarnya bunga ini juga menunjukan sebuah awal musim. Ini merupakan musim bunga terindah di Jepang dan banyak di manfaatkan untuk menghabiskan waktu bersama orang-orang terdekat. walau demikian, musim yang banyak ditunggu-tunggu ini hanya berlangsung dalam kurun waktu sepekan saja.
Bagi kita yang ingin menyaksikan secara langsung keindahan bunga sakura, kita tidak perlu datang jauh-jauh ke Jepang. Di Indonesia, tepatnya di kebun raya Cobodas, Cipanas, Cianjur tumbuh bunga sakura. Konon kabarnya bunga sakura yang ada disana ditanam pada tahun 1953 dan masih tumbuh sampai sekarang, namun berbeda di negara asalnya, bunga sakura yang tumbuh ini mekar dan menampilkan keindahannya pada sekitar bulan Januari dan Februari.

sumber

Warna "Hijau " di Jepang

“Hijau” tampak menjadi warna yang kurang populer di jepang sana. Ada sebagian yang percaya bahwa hijau adalah pertanda kesialan – merah dan putih adalah warna keberuntungan disana. Tapi jangan salah paham dulu, “hijau” tetap bisa kita temukan di Jepang sana, tetapi, hijau sering kali di “baur”-kan dengan warna-warna mencolok yang lain; “hijau” sebagai warna dasar adalah hal yang sangat tidak biasa (aneh). Jarang sekali orang melihat sebuah mobil berwarna hijau, meskipun hal ini perlahan-lahan mulai berubah. Dalam beberapa banyak kasus, kata “hijau” diganti dengan kata “Ao” (biru).
Berikut adalah daftar beberapa warna hijau yang diberi label biru :

1. Ao Nori (rumput laut kering yang dapat dimakan)
2. Ao Ringo (apel hijau)
3. Ao-ba (daun hijau dan pohon-pohon musim panas)
4. Ao Denki (lampu lalu lintas (hijau))
5. Ao Mushi (buku anak-anak, “The Very Hungry Caterpillar” – Karya Eric Carle; sang ulat berwarna hijau)

Masih menjadi teka-teki kenapa orang-orang Jepang sering mengacukan benda-benda hijau sebagai biru. Jika anda bertanya kepada orang Jepang kenapa mereka menyebut “green nori” dengan “blue nori”, jawaban yang akan anda sudah dapat dipastikan “ini sudah menjadi bagian dari budaya kami” – benar-benar bukan jawaban yang kita cari kan?. Ada banyak teori yang menjelaskan kenapa orang Jepang menggunakan “biru” daripada “hijau”, sayangnya alasan yang sebenarnya sampai saat ini masih belum diketahui.

“Ao Nori” yang ditabur diatas okonomiyaki.
“Ao Denki”

Entri Populer