Thursday, February 7, 2013

Densha

Takadabashi eki
Ini cerita pengalaman pertama saya naik densha 電車 (kereta/train) di Jepang, waktu saya pergi untuk interview pekerjaan di sebuah pabrik yang bernama Wakana yang terletak sangat dekat dengan stasiun Haba, kota Kakamigahara, propinsi Gifu. Karena istri saya bekerja dan tidak ada kendaraan, untuk mencapai pabrik itu saya pergi sendiri dengan densha.

Stasiun terdekat dari apartement saya bernama Takadabashi Eki, sekitar 20 menit jalan kaki dari apartement. Karena saya tidak pernah naik densha, istri saya pada hari sebelumnya mengantar saya ke Takadabashi Eki dan menerangkan cara beli tiket dan masuk stasiun. Karena Takadabashi bukan stasiun besar, petugas stasiun yang berjaga tidak ada sama sekali. Cukup bingung juga awalnya, karena kalau tidak mengerti, tidak ada orang di stasiun yang bisa membantu. Nah loh, ditambah lagi semua nama stasiun tujuan ditulis dengan kanji.

Untuk memudahkan mengingat cara beli tiket secara otomatis, masuk stasiun dan keluar, saya catat semua perkataan istri saya mengenai cara naik kereta di Jepang, ke dalam sebuah memo, yang isinya sebagai berikut:
  1. Lihat stasiun tujuan di peta yang berada di atas mesin jual tiket otomatis, stasiun dimana saya berada berwarna merah bertuliskan 高田橋 (Takadabashi), angka atau nomer dibawah tulisan nama stasiun menunjukkan jumlah ongkos perjalanan. Dalam hal ini, stasiun yang saya tuju adalah 羽場 (Haba) ongkos sebesar 290 yen.
  2. Masukkan uang ke dalam mesin penjual tiket otomatis.
  3. Pilih jumlah tiket yang akan dibeli, default adalah satu. Jadi kalau pergi sendiri bisa melewati langkah ini. Terdapat pilihan bagi orang yang mau beli tiket 2, 3 orang atau dengan anak kecil. Biasanya anak kecil membayar setengah harga.
  4. Di layar pencet tombol jumlah ongkos stasiun yang dituju, dalam hal ini 290 yen.
  5. Ambil tiket dan kalau ada kembalian akan keluar.
  6. Waktu masuk gerbang, masukkan tiket kedalam slot, berjalan melalui pintu gerbang dan ambil tiket di sisi lain. Hati-hati, bila memasukkan tiket dengan salah, gerbang akan menutup dan alarm akan berbunyi.
  7. Waktu sampai di stasiun tujuan, masukkan tiket di slot gerbang tiket di pintu keluar, berjalan ke pintu gerbang dan tiket tidak usah diambil lagi (otomatis dimakan mesin gerbang tiket).
Peta stasiun
Mesin penjual tiket otomatis
Gerbang tiket otomatis
Masuk dan keluarnya tiket
Sebelum berangkat saya memeriksa jadwal keberangkatan densha di Iphone aplikasi peta, bahwa densha dengan tujuan Takadabashi - Haba, jam 12.38 akan tiba di Takadabashi.
Saya datang lebih awal sekitar 12.15, dan akhirnya densha pun tiba, tapi bukan jam 12.38 melainkan jam 12.25. Saya pikir, wah kok datang lebih cepat ya, mungkin aplikasi iphone saya tidak akurat. Akhirnya saya naik densha yang datang jam 12.25.
Tiket densha
Densha yang saya naiki
Suasana di dalam densha, banyak orang yang tidur
Karena pertama kali naik densha, saya terus memandangi layar ini
yang menunjukkan kecepatan densha dan nama stasiun berikutnya
Kereta di Jepang paling terkenal dengan ketepatan waktunya. Saya amati dan hitung, di setiap stasiun hanya berhenti, menaikkan dan menurunkan penumpang selama 15 detik saja. Jadi kalau diumumkan stasiun yang akan dituju, harus segera menuju ke pintu keluar densha. Kalau tidak cepat-cepat, pintu akan menutup dan alhasil turun di stasiun berikutnya.

Setelah lama menunggu dan melihat, ada pemberitahuan bahwa berikutnya adalah stasiun terakhir, stasiun Inuyama. Lho kok, saya jadi bingung, kaget dan sedikit panik, karena saya selalu lihat terus dan dengar pengumuman, mengapa nama stasiun Haba kok tidak disebut? Dan saya perhatikan beberapa stasiun kecil tidak berhenti, hanya dilewati saja. Akhirnya saya bertanya kepada petugas yang mengemudikan densha, yang tentunya dengan bahasa Jepang.

"Permisi pak, saya dari stasiun Takadabashi mau ke stasiun Haba pak, kok ini sudah stasiun terakhir pak?".

"Oh, stasiun Haba ya, densha ini memang tadi tidak berhenti di situ, tapi tetap saja di densha ini ya", kata petugas densha.

Akhirnya densha berangkat lagi kembali ke arah berlawanan. Sekedar informasi, densha di Jepang bagian paling depan dan belakang adalah lokomotif. Di dalam densha hanya ada 2 petugas, di bagian paling depan bertugas menjalankan densha, dan di bagian paling belakang bertugas sebagai mengumumkan nama stasiun berikutnya dan mengawasi orang yang naik-turun densha.

Saya putuskan duduk di bagian belakang dekat dengan petugas yang mengumumkan stasiun berikutnya. Setelah melihat layar dan ada nama stasiun Haba, saya sedikit lega. Akhirnya saya tiba di stasiun Haba dengan perasaan sangat lega.
Stasiun Haba
Setelah turun dari densha saya segera telepon istri saya, "Densha yang saya naiki tidak berhenti di Haba lho, Haba dilewati terus sampai Inuyama. Lalu saya tanya ke petugas densha, disuruh tetap di densha. Akhirnya densha kembali dan berhenti di stasiun Haba".

"Lho masa sih, kamu tidak lihat dan dengar pengumuman mungkin?".

"Tidak kok, aku lihat terus dan dengar pengumuman, dan aku perhatikan beberapa stasiun kecil dilewati lho! Kenapa ya?" tanya saya

"Masa sih, perasaan di setiap stasiun pasti berhenti deh. Kamu naik densha yang jam berapa?"

"Naik yang jam 12.25, bukannya semua densha yang lewat di Takadabashi densha biasa ya? Bukan densha ekspress yang hanya berhenti di stasiun besar kan?"

"Iya, saya rasa juga begitu, saya sudah lama sekali tidak naik densha soalnya. Sebentar saya cek dulu di internet ya", kata istri saya.

Telepon saya pun berdering lagi, "Oh, benar. Maaf, aku juga baru tahu lho. Yang berangkat jam 12.25 memang densha biasa bukan ekspress tapi tidak berhenti di Haba. Yang berangkat jam 12.38 baru berhenti di Haba." jelas istri saya.

Ah, ternyata aplikasi iPhone saya benar, dan saya salah naik densha. Akhirnya saya keluar dan memasukkan tiket ke slot pintu gerbang otomatis stasiun dan merasa beruntung gerbang tidak menutup dan tidak meminta tambahan ongkos. Karena bila ongkos kurang, gerbang akan menutup dan harus bayar kekurangan ongkos di mesin Fare Adjustment. 
Mesin Fare adjustment di dekat gerbang keluar stasiun
Hitung-hitung jalan-jalan gratis lihat pemandangan pegunungan Jepang yang sangat indah sampai Inuyama dan kembali ke Haba.

Setelah interview selesai, saya kembali cek jadwal densha dari Haba ke Takadabashi di iPhone saya, dan hasilnya tepat jam 2 densha yang menuju dan berhenti di Takadabashi akan tiba di Haba.
Persis tepat jam 2, tidak lewat dan kurang 1 menitpun densha berhenti di depan saya. Memang ketepatan waktu yang luar biasa.


NB : Perusahaan densha yang saya naiki bernama Nagoya Railroad Co Ltd atau lebih dikenal dengan nama Meitetsu yang hanya beroperasi di wilayah propinsi Aichi dan propinsi Gifu saja.

Sunday, January 27, 2013

Shikaribetsuko kotan

Apakah anda mau mandi air panas di atas danau yang membeku?
Kolam air panas buatan ini bagian dari 然別湖コタン(SHIKARIBETSUKO-KOTAN), sebuah proyek yang dibuat oleh orang lokal Shikaoi-cho, Tokachi, Hokkaido.

Berada di ketinggian 810 meter dari permukaan air laut, Shikaribetsu-ko (danau Shikaribetsu) ini merupakan danau tertinggi di Hokkaido dan membeku dari bulan Desember hingga Mei.

Setelah danau membeku seluruhnya dan ketebalan es di danau lebih dari 15 cm, pada awal bulan Januari yang bersuhu -30℃ pada malam hari dan pada pagi hari -20℃, panitia lokal mengumpulkan orang-orang lokal dari dalam maupun luar Hokkaido yang bersedia menjadi sukarelawan untuk membangun dan membuat desa dari es di atas danau selama kurang lebih 3 minggu. KOTAN yang berarti "desa" dalam bahasa Ainu, suku asli yang berada di Hokkaido.

Bagaimana awal cerita kotan ini bisa lahir?
Pada tahun 1980, penduduk setempat, karyawan hotel dan lain-lain, awalnya hanya untuk membuat tempat bermain di atas danau yang membeku, merekapun mulai membuat bangunan dari es salju. Sejak saat itu, setiap tahun berlanjut, hingga sekarang banyak orang dari luar propinsi datang dan menyebutnya "Shikaribetsuko kotan" (desa danau shikaribetsu).



Dalam 1 hari kira-kira ada 30 orang yang bekerja gotong royong membangun desa
Selama dibuka untuk umum, karena suhu sangat dingin, tentu saja tidak selalu bisa dihuni oleh manusia. Namun bangunan yang dibangun dari es salju ini menjadi ciri khas kotan tersendiri.

Desa di atas danau
Di desa inipun, anda bisa melakukan berbagai macam aktifitas seperti,
Minum wine di sebuah bar yang terbuat dari balok-balok es salju
Mengadakan pesta pernikahan di chapel salju
Tidur di dalam rumah salju (igloo)
Menonton live musik

Bagaimana cara kotan (desa) ini dibuat, anda bisa melihatnya melalui link video di bawah ini.

Event ini akan berakhir hingga akhir Maret setiap tahunnya.
Di tahun 2013 ini, Shikaribetsuko kotan dibuka untuk umum sejak tanggal 26 Januari 2013 hingga 31 Maret 2013.

Alamat:
Hokkaidou Katougun Shikaoichou Shikaribetsu kohan
Hokkaido Nature Centre
Telepon 0156-69-8181

住所 北海道河東郡鹿追町然別湖畔
㈱北海道ネイチャーセンター内
電話 0156-69-8181

Untuk lebih jelasnya silahkan kunjungi Official Website Shikaribetsuko kotan
http://www.nature-center.jp/2013winter/kotan-index.htm

Saturday, January 26, 2013

Yakuza Mafia Jepang


YAKUZA yang disebut juga dengan "Gokudo", adalah organisasi kriminal (mafia) tradisional Jepang. Polisi sering menyebut mereka dengan sebutan 'Boryoukudan", sedangkan mereka sendiri menyebut dirinya "ninkyo dantai".

Sejarah awal mula Yakuza
Dimulai pada tahun 1612, saat Shogun Tokugawa berkuasa dan menyingkirkan Shogun Kasai sebelumnya. Pergantian ini mengakibatkan kira-kira 500.000 orang samurai yang sebelumnya disebut hatomo yakko (pelayan shogun) menjadi kehilangan tuan, atau disebut kaum ronin. Banyak dari mereka yang menjadi penjahat, samurai nyentrik urakan yang kemana-mana membawa pedang sehingga mereka disebut sebagai kabuki mono. Mereka bicara satu sama lain dengan bahasa yang diketahui oleh mereka sendiri dan kode rahasia. Karena kesetiaan tinggi di antara sesama ronin, kelompok ini sangat sulit untuk dibasmi.

Untuk melindungi kota dari para kabuki mono, banyak kota-kota kecil di Jepang membentuk machi yokko (satuan tugas (satgas)). Satgas ini terdiri dari para pedagang, pegawai dan orang biasa yang mau menyumbangkan tenaganya secara sukarela untuk menghadapi kaum kabuki mono. Walaupun mereka kurang terlatih dan jumlahnya sedikit, tetapi ternyata para anggota machi yoko ini sanggup menjaga daerah mereka dari serangan para kabuki mono. Di kalangan rakyat abad ke-17, kaum machi yoko ini dianggap seperti pahlawan.

Masalah menjadi rumit, karena setelah berhasil menggulingkan para ronin, para anggota machi yoko yang telah meninggalkan profesi awal mereka ini, giliran mereka yang menjadi menganggur. Dari sinilah cikal bakal lahirnya kelompok Yakuza.

Asal nama Yakuza
Ada dua kelas profesi para machi yoko, yaitu kaum Bakuto (penjudi) dan Tekiya (pedagang). Kaum pedagang ini suka menipu dan memeras sesama pedagang. Walaupun begitu kaum ini punya sistem kekerabatan yang kuat. Ada hubungan kuat antara Oyabun (Bos/Bapak), dan Kobun (bawahan/anak), serta Senpai/Kohai (Senior/Junior) yang kemudian menjadi kental di organisasi Yakuza.

Sebagian lagi dari golongan machi yoko itu memilih berprofesi sebagai kaum Bakuto, penjudi dengan permainan kartu Hanafuda dengan sistem permainan mirip Black Jack. Tiga kartu dibagikan dan bila angka kartu dijumlahkan, maka angka terakhir menunjukkan siapa yang menang. Di antara sekian banyak kartu sial, kartu berjumlah 20 adalah yang paling sering disumpahi orang, karena berakhiran dengan 0. Salah satu konfigurasi kartu ini adalah dengan nilai 8-9-3 yang dalam bahasa Jepang menjadi Ya-Ku-Za yang kemudian menjadi sebutan populer untuk golongan ini.

Dari kaum Bakuto ini muncul 2 tradisi :

Menandai diri dengan irezumi (tato di sekujur badan, biasanya diseluruh punggung, sampai lengan dan dada). Tato mereka itu dibuat dengan cara tradisional, tanpa menggunakan mesin. Digambar menggunakan tangan, dengan alat buatan sendiri dan jarum dari bambu. Pengerjaannya pun mahal dan sangat lama, bisa memakan waktu sampai bertahun-tahun. Karena itu, tato itu menjadi kebanggaan tersendiri bagi mereka. Mereka selalu menutupi tatonya dengan baju berlengan panjang, dan akan memamerkan tatonya saat sedang bermain kartu judi bersama dengan anggota lainnya.


Yubitsume (potong jari) sebagai bentuk penyesalan ataupun sebagai hukuman karena gagal melaksanakan tugas, kewajiban dan janji yang dimulai. Awalnya hukuman ini bersifat simbolik, karena ruas atas jari kelingking yang dipotong membuat pemilik tangan menjadi lebih sulit memegang pedang dengan mantap. Hal ini menjadi simbol ketaatan terhadap pimpinan.

Waktupun berlalu, kaum Bakuto dan Tekiya menjadi satu identitas sebagai Yakuza. Kaum yang awalnya bertugas melindungi masyarakat, menjadi ditakuti masyarakat. Karena itu di dalam masyarakat umum, kata Yakuza ini biasanya jarang disebut dengan terang-terangan dalam percakapan sehari-hari, apalagi kalau percakapan dilakukan di luar rumah. Sebagai gantinya mereka biasanya memakai kode dengan menggoreskan telunjuk membentuk garis miring ke pipi sendiri seakan membuat goresan pedang atau dengan menyebut angka 893, yang artinya sama saja. Dalam bahasa yang lebih formal, seperti berita di televisi, koran dan lainnya biasanya disebutkan dengan kata "Bouryokudan" atau grup kekerasan. Kelompok ini menjadi sangat kuat dan sulit diberantas, yang salah satu penyebabnya adalah karena mempunyai sistem kekerabatan dan kesetiaan yang sangat tinggi.

Ciri dan penampilan umum
Kalau dilihat sepintas penampilan mereka sedikit susah dibedakan dengan orang kebanyakan. Sehari-hari mereka mengenakan pakaian kerja standar yaitu jas, dasi dan tas kerja. Tentu saja karena mereka juga adalah pekerja, bukan pengangguran. Namun tambahan identitas yang membuat penampilan mereka menjadi berbeda seperti berkacamata hitam, rambut dicukur cepak pendek ala militer atau sedikit panjang dan disisir sangat rapi kebelakang. Sepatu juga bukan hitam standar seperti pilihan orang Jepang kebanyakan, namun hitam bermotif. Pakaian atau jas juga kadang bukan hitam, tapi putih dari atas sampai bawah (warna norak). Yang paling kentara biasanya cara jalan yang sombong (langkahnya besar-besar dan seenaknya sendiri) serta bahasa dan pilihan kata mereka yang sangat khas, juga cara hormat yang diluar kebiasaan walaupun masih dengan membungkukkan badan juga. Khusus untuk jabatan tertinggi, atau The Big Boss biasanya memakai pakaian tradisional Jepang yaitu kimono.

Di setiap daerah biasanya ada tempat-tempat tertentu yang merupakan daerah kekuasaan mereka. Di tempat itu mereka mendirikan berbagai tempat usaha mulai dari kantor, bar, restaurant dll. Sebagian besar berlokasi di kota besar atau kota menengah.

Bidang Usaha
Usaha mereka sangat beragam. Usaha mereka ada yang berhubungan dengan hal-hal yang bersifat ilegal seperti penyelundupan senjata, obat-obat terlarang, perdagangan gelap, pemerasan, perjudian dan prostitusi. Sedangkan usaha mereka yang bersifat legal seperti pachinko, dunia malam dan memproduksi film porno. Mereka juga menguasai bisnis properti, perdagangan, konstruksi, perbankan dan bahkan saham. Belakangan ini bidang politik juga tidak lepas dari cengkramannya. Namanya saja penjahat, dalam menjalankan usahanya mereka pasti mencampurnya dengan intimidasi, ancaman, bahkan tidak jarang disertai dengan kekerasan dan pembunuhan seperti kejadian belakangan ini, seorang gubernur suatu daerah dibunuh karena menolak meloloskan tender proyek dari salah satu perusahaan golongan ini.

Hutang piutang yang tidak tertagih atau kredit macet biasanya besar kemungkinan pihak kreditor akan memanfaatkan organisasi mereka untuk jasa penagihannnya, karena sering cara kerja mereka lebih efektif dari cara normal.

Sampai saat ini penghasilan mereka yang paling besar didapat dari penjagaan keamanan seperti tempat belanja, bar, diskotik dll. Ternyata banyak orang yang lebih suka menyewa Yakuza menjadi pengaman dalam bisnis dibanding polisi. Karena mereka tidak mau repot berurusan dengan polisi.

Tidak seperti mafia di negara lain atau penjahat seperti biasanya yang menyembunyikan identitas dirinya dari kejaran pihak berwajib, Yakuza justru tampil sebaliknya, tampil beda dengan gaya pakaian, bahasa khusus dan tato di sekujur tubuhnya. Walaupun mereka digolongkan sebagai penjahat, tetapi kejahatan yang mereka lakukan lebih teroganisir dan rapi, tidak asal bacok sana sini tanpa alasan. Mereka juga tidak mau berurusan dengan hukum untuk sesuatu urusan yang tidak mendatangkan uang. Bahkan golongan Yakuza untuk level pimpinannya ternyata berpendidikan sangat tinggi untuk mengimbangi bidang usaha mereka yang semakin komplek. Tidak hanya aktif di Jepang saja, Yakuza juga banyak berkeliaran di negara-negara luar Jepang, seperti Amerika Serikat, Mexico dll.

Pengalaman saya bertemu dengan Yakuza bisa teman-teman baca di artikel saya yang berjudul Cerita Tentang Yakuza.

Saran saya kalau bertemu dengan anggota Yakuza, kalau tidak kenal lebih baik hindari tatap mata langsung atau memandang dengan penuh penasaran, sedangkan kalau ada yang mengenalkan ambil sifat biasa saja, dan kalau tidak ingin terlibat masalah dikemudian hari lebih baik hindari dan jangan pernah berhubungan dengan mereka.

Semoga bermanfaat.


Referensi:
http://id.wikipedia.org/wiki/Yakuza
http://www.eonet.ne.jp/~limadaki/budaya/jepang/artikel/utama/khusus_yakuza.html
http://kodokoala.blogspot.jp/2012/08/foto-foto-langka-geng-yakuza-yang.html

Thursday, January 24, 2013

Cerita tentang Yakuza 1

Ini pengalaman saya pertama kali bertemu dengan Yakuza.

Semenjak saya di Jepang, saya belum bertemu dengan teman istri saya yang bernama Agu chan, yang tahun lalu datang ke Bali untuk menghadiri pernikahan kami. Karena itu, semalam kami membuat janji dengan Agu chan untuk bertemu dan makan malam bersama di sebuah yakitori restoran. Sesampai di restoran Agu chan menelepon temannya lebih tepatnya mantan pacarnya yang bernama Ichi kun, yang katanya penasaran dan ingin bertemu dengan saya, karena foto pernikahan kami pernah Agu chan perlihatkan kepada Ichi kun. Meskipun telah putus, mereka masih berhubungan baik dan bahkan sering makan bersama di restoran untuk sekedar mengobrol. Setelah memesan menu yakitori yang begitu banyak macamnya, Ichi kun pun datang.

Saya langsung berkata," Hajime mashite".

Tiba-tiba dia mengulurkan tangan dan menjabat tangan saya dan berkata, "Nice to meet you".

Karena selama saya di Jepang, saya tidak pernah menemukan orang Jepang yang bisa bahasa Inggris, saya pun sedikit kaget karena Ichi kun pintar berbicara dengan bahasa Inggris. Makanan pun datang, 3 gelas bir dan 1 gelas teh pun datang,

Ichi kun pun bertanya kepada istri saya, "Kenapa tidak minum bir?",

istri saya pun menjawab, "Oh, karena saya nyetir mobil".

Sekedar informasi, di Jepang orang yang minum minuman beralkohol dilarang menyetir mobil, kalau ketahuan polisi bisa di denda dan Surat Izin Mengemudi (SIM) bisa dicabut ijinnya sehingga tidak bisa nyetir untuk beberapa bulan bahkan tahun.

Istri saya pun bertanya, "Lho, Ichi kun ke sini naik mobil kan?"

Ichi kun pun menjawab, "iya saya bawa mobil, tetapi tidak apa-apa karena saya kuat minum, nyetir pun handal sehingga polisi tidak tahu kalau saya minum".

Meskipun ada alat untuk mengukur kadar alkohol di dalam tubuh yang selalu polisi bawa, saya berprasangka kalau cara nyetir mobil handal pasti tidak di stop polisi untuk di tes kadar alkohol di dalam tubuh.

Sambil makan dan minum kami bercengkerama panjang lebar dan saling bertukar nomor telepon. Ternyata waktu kecil Ichi kun pernah tinggal di Australia, dan pernah datang ke Bali untuk bertamasya dan bermain surfing. Perawakan Ichi kun memang berbadan besar dan keren sekali, seperti atlit. Kesan saya pertama bertemu dengan Ichi kun, "orang ini menakutkan". Hal ini disebabkan karena Ichi kun berbadan besar dan suaranya yang kuat dan tegas. Tetapi setelah bercengkerama panjang lebar dengan Ichi kun, rasanya menyenangkan. Dia tidak pernah membiarkan gelas bir saya kosong, dan makanan pun selalu disodorkan ke piring saya. Setelah minum beberapa gelas,  Agu chan pun bertanya kepada Ichi kun

"Bilang ke Rei kun (penulis), boleh tidak ya?",

Ichi kun pun menjawab, "Boleh-boleh saja".

Agu chan pun bercerita kalau sebenarnya Ichi kun itu mantan mafia Jepang,

Saya pun bilang, "Yakuza?".

Agu chan pun berkata, "Iya, benar Yakuza, tapi itu dulu sekarang dia sudah berhenti".

Saya pun jadi semakin tertarik dengan Ichi kun dan bertanya, "Berarti Ichi kun punya tato di sekujur tubuh donk?.

"Iya punya", jawab Ichi kun sambil memendekkan lengan baju dan memperlihatkan perut dan dadanya yang penuh dengan tato.

"WOW, Kerennnn", kata saya.

Saya bukannya takut, tetapi malah merasa beruntung karena baru dua bulan saya di Jepang saya punya teman mantan Yakuza. Sayapun teringat dorama Jepang tentang Yakuza yang berjudul My Boss My Hero yang dibintangi Nagase Tomoya.

Sontak saya pun berkata, "ANIKI", yang berarti kakak tertua.

Ichi kun pun sedikit kaget, sambil tertawa "Benar, saya Aniki.. hahaha".

Di dunia yakuza,  setiap anggota semua dianggap saudara dan memanggil sebutan kakak untuk orang yang lebih tua dan Boss untuk pimpinan yakuza.

Handphone Ichi kun pun berbunyi, katanya ada kakak Ichi kun yang akan datang untuk makan bersama dan minum bersama kami.

"Rei kun, ayo makan yang banyak dan minum yang banyak", kata Ichi kun.

Karena jari Ichi kun masih lengkap, saya pun bertanya, "Apakah tradisi potong jari untuk orang yang melakukan kesalahan atau melanggar janji itu masih ada sampai sekarang?"

"Oh, itu. Saya melakukannya". jawab Ichi kun, yang maksudnya dulu dia yang memotong jari-jari tangan orang.

"Misalnya, kalau Rei kun berjanji lalu tidak menepatinya, maka jari Rei kun akan dipotong", kata Ichi kun.

"Oh begitu ya, kalau 10 jari sudah abis, terus masih melanggar apa berlanjut ke jari kaki".

"Oh, kalau 10 jari sudah habis ya, sudah habis nyawamu, alias dibunuh. Tetapi potong jari itu tidak satu jari, melainkan satu ruas jari, tergantung kesalahanmu, misalnya kalau kamu berselingkuh dengan istri anggota yakuza, maka satu ruas jari tengahmu akan dipotong", kata Ichi kun.

Pintu restoran pun terbuka, sosok laki-laki  berumur sekitar 40 tahunan pun muncul dan bergabung bersama kami.

Saya pun bilang, "Hajime mashite".

Sontan Aguri chan berkata, "Rei kun, orang ini adalah yakuza lho. Yakuza jaman sekarang".

"Masa, beneran nih?".

Agu chan pun meminta teman Ichi-kun untuk menunjukkankannya.
Teman Ichi-kun yang kami panggil oniichan (berarti kakak laki-laki) pun, memperlihat jari-jarinya yang telah terputus dan tato di badannya.  Saya pun terpesona dan merasa begitu beruntungnya saya hari ini karena bukan hanya mantan Yakuza saya temui, tetapi Yakuza yang sesungguhnya pun saya temui. Saya tidak menyangka kalau Oniichan itu yakuza, karena kesan saya pertama kali melihatnya, sama sekali tidak menakutkan seperti pertama kali saya melihat Ichi kun, tampangnya seperti seorang komedian yang lucu.

Sambil makan dan minum, kami berempat pun bercengkerama panjang lebar, dan saya seringkali pergi ke toilet karena sudah terlalu banyak minum bir dan karena mulai merasa mengantuk, dan mual saya pun berhenti minum.
Tak terasa waktu telah berlalu, kami pun keluar restoran dan berpisah dengan Oniichan. Bukannya pulang kami malah pindah ke sebuah restoran lain untuk minum dan makan bersama lagi. Di dalam mobil, saya pun menerima amplop hadiah perkenalan dari Ichi-kun yang mulai saat itu saya panggil ANIKI.

Saya pun bertanya, "Ini apa?"

"Uang", jawab Aniki dengan tegas.

"Aduh, saya tidak bisa terima uang"

"Bercanda kok, itu teh Jepang", kata Aniki.

Aniki-pun memarkir mobilnya, diikuti pula dengan istri saya. Setelah menyerahkan hadiah perkenalan kepada istri saya, kamipun masuk ke dalam restoran. Aniki pun memesan makanan dan minuman, karena saya merasa sudah mual dan tidak bisa minum lagi, saya memesan air putih panas. Setelah makanan dan minuman datang ke meja, entah mengapa kepala saya merasa berat dan akhirnya saya merebahkan kepala saya di meja. Saya sangat salut dengan Agu chan dan Aniki yang begitu kuat minum, dan mengakui kekalahan saya. Selang beberapa lama, saya pun ke toilet dan mengeluarkan cairan alias muntah. Ini pertama kalinya saya mabuk berat di Jepang.
Akhirnya kami keluar dari restoran, dan menuju tempat parkir untuk pulang. Saya melihat Agu chan berjalan sedikit sempoyongan, tetapi saya tidak melihat Aniki berjalan sempoyongan. "Kuat benar orang ini", kata saya dalam hati. Kami pun pulang ke rumah kami masing-masing.

Di hari berikutnya, pada waktu saya kerja, saya menerima telepon dari Aniki.

"Rei kun, kamu tidak apa-apa, kemarin banyak minum ya".

"Oh, tidak apa-apa, sekarang baik-baik saja"

"Baguslah kalau begitu, sekarang lagi kerja ya? Nanti kalau ada waktu kita keluar sama-sama ya" kata Aniki.

"Oh iya, tentu saja", kata saya.



BERSAMBUNG

Monday, January 21, 2013

Nakuna Hara chan

Karakter manga yang bernama Hara chan
Sabtu, 19 Januari 2013, saya menonton dorama Nakuna Hara chan yang kebetulan tayang perdana (episode pertama) yang dibintangi oleh aktor film dan penyanyi dalam grup band Tokio yang bernama Nagase Tomoya. Saya sangat menggemari dan bisa dibilang nge-fans berat dengan Nagase Tomoya semenjak aktingnya di dalam dorama My Boss My Hero dan Unubore Deka. Yang menurut saya, benar-benar konyol dan lucu.


Nakuna Hara chan (泣くなはらちゃん) yang berarti "Jangan Menangis Hara chan", ini merupakan dorama musim dingin yang disiarkan setiap hari Sabtu jam 21.00 di NTV Jepang.
Alur cerita dorama ini sangat menarik dan lucu, sehingga saya tidak sabar menunggu untuk menontonnya Sabtu depan.

Berawal dari seorang ilustrator yang bernama Echizen san yang bekerja di pabrik kamaboko (sejenis jajan Jepang), yang selalu mendapat tekanan dari rekan kerja, meskipun apa yang dilakukannya benar tetap disalahkan. Meskipun begitu Echizen dengan polosnya menerima semua perlakuan, mengalah dan menyimpannya di dalam hati. Karena tidak tertahankan dan stres, Echizen melampiaskan isi hatinya dengan membuat manga.
Dunia manga yang dibuat Echizen san merupakan dunia kecil yang hanya terdiri dari satu ruangan seperti bar, dimana Hara chan hanya mengeluh dan mengeluh tentang hal pahit yang dialami Echizen san. Sehingga Hara chanpun merasa frustasi dan ingin mengubah dunia kecilnya menjadi bahagia.
Pada suatu hari keajaiban terjadi, Hara chan bisa tembus ke dunia sesungguhnya, dan untuk pertama kalinya, Hara chan merasakan kehangatan mentari, indahnya laut dan enaknya kamaboko. Kemudian, Hara chan bertemu Echizen san dan memanggilnya sebagai Tuhan. Hara chan pun menginginkan Echizen san bahagia sehingga dunia yang diciptakan Echizen san melalui manga pun menjadi bahagia.
Di episode 1, Hara chan berhasil membuat Echizen san sedikit bahagia dan menggambar gitar bersenar enam yang mempunyai melodi, sebelum Hara chan bertemu dengan Echizen san, gitar Hara chan hanya bersenar tiga dan kalau Hara chan bernyanyi selalu false.

Menarik bukan?

Berhasilkah Hara chan membuat Echizen bahagia dan mengubah dunianya?
Tunggu dan lihat saja doramanya.

Mirip tidak ya?



Referensi:
http://blog.livedoor.jp/eyemaimi/archives/1513991.html

Saturday, January 19, 2013

Haruna Ai


Haruna Ai (はるな愛)
Ini cerita pada waktu Natal 2012, yang kebetulan pada malam itu saya menonton acara 嵐にしやがれXMASスペシャル (Arashi ni shiyagare Xmas Special), sebuah acara talk show spesial natal di televisi bersama dengan Arashi (grup boyband yang paling terkenal di Jepang). Yang menarik adalah di antara 5 pembawa acara yang "okama" semua, ada satu yang saya ragu-ragu apakah itu wanita atau pria. Karena paras wajah dan bentuk tubuhnya benar-benar cantik seperti wanita, kalau becanda memang konyol tapi kok sambil memperlihatkan celana dalamnya yang tentu saja disensor oleh televisi. Setelah saya tanyakan pada istri, ternyata orang tersebut bernama Ai chan dan seorang "nyuuhaafu" (ニューハーフ).

Apa itu "nyuuhaafu" dan siapa itu Ai chan?


Nyuuhaafu  (ニューハーフ) dalam ejaan bahasa Inggris yang benar "new half" adalah pria yang merubah dirinya seutuhnya menjadi wanita melalui operasi.
Sedangkan Okama (お釜) adalah pria yang memakai pakaian wanita dan berdandan layaknya wanita (kalau di Indonesia dikenal dengan sebutan bencong). Bagi penggemar manga One Piece pasti tahu istilah "okama" karena di manga tersebut cukup banyak menampilkan karakter okama.

Haruna Ai (はるな愛) atau yang biasa dipanggil sebagai Ai chan ini dilahirkan di Osaka, 21 Juli 1972 sebagai seorang laki-laki bernama Onishi Kenji (大西賢示), adalah seorang nyuuhaafu, artis, penyanyi, dan penulis blog dari Jepang. Merupakan pemenang kontes waria tahun 2009 di Thailand.

Kalau istri saya tidak memberitahu kepada saya kalau dia nyuuhaafu, saya tidak akan tahu kalau sebenarnya dahulu dia adalah seorang laki-laki.  Saya tertipu, oleh kecantikan, tubuh indah dan suaranya yang seperti wanita sesungguhnya. Bagaimana dengan teman-teman?

Kembali ke topik, acara Arashi ni shiyagare Xmas Spesial.
Acara ini benar-benar menarik dan lucu, karena sebenarnya Ai chan ngefans dan suka sekali dengan salah satu member dari Arashi yang bernama Matsumoto Jun (pemeran utama di dorama Hana Yori Dango berperan sebagai Doumyoji Tsukasa). Karena acara natal, Ai chan dan Matsumoto Jun pun saling bertukar kado.

Matsumoto Jun
Saya lupa Matsumoto Jun memberikan apa ke Ai chan, yang saya ingat adalah hadiah pemberian Ai chan kepada Matsumoto Jun yang berupa nefukuro (sleeping bag/kantong tidur) untuk dua orang. Maksudnya untuk Matsumoto Jun dan kekasihnya. Ai chan pun meminta Matsumoto Jun untuk mencobanya, apakah nyaman atau tidak. Saat Matsumoto Jun mencobanya, Ai chan pun tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk masuk ke nefukuro dan tidur bersama Matsumoto Jun.



Alhasil para penggemar Matsumoto Jun yang berada di studiopun gempar.
Sangat menarik dan lucu memang Ai chan ini yang sifatnya hampir sama dengan Dorce Gamalama.


Referensi:
http://ameblo.jp/haruna-ai/
http://ja.wikipedia.org/wiki/はるな愛
http://talent.yahoo.co.jp/pf/detail/pp4644
http://yaplog.jp/aya0515/archive/40

Friday, January 18, 2013

Tekken (鉄拳)

倉科 岳文 (Kurashina Takefumi)
alias 
鉄拳 (Tekken)
Pada awal Januari saya melihat acara televisi yang menyiarkan sosok komedian Jepang bernama Tekken. Bukan acara komedi yang saya lihat tetapi acara berita yang menunjukkan hasil karya Tekken yang berupa パラパラ漫画 (para-para manga = sketsa yang digambar sedemikian banyak sampai ribuan lembar sehingga kalau dilihat seperti bergerak/anime).

Jujur saya belum pernah melihat bagaimana komedian ini berkomedi tetapi saya begitu tersentuh sampai meneteskan air mata dengan hasil karyanya yang bernama 振り子 (Furiko yang dalam bahasa Indonesia berarti bandul). Karya ini begitu menyentuh hati sehingga grup band asal Inggris bernama Muse menjadikannya video klip di karyanya yang berjudul Exogenesis: Symphony Part 3 (Redemption) di album Resistance. Yang kemudian menjadi sensasional di Youtube.


Pagi ini di televisi, saya melihat Tekken untuk kedua kalinya karena itu saya berniat untuk menuliskannya di blog saya, Sekedar informasi Tekken tidak pernah memperlihatkan wajah aslinya ke publik dan akhir-akhir ini pekerjaan sebagai komedian sebagian besar tidak dilakukannya karena terlalu sibuk dengan pekerjaannya membuat para-para manga yang katanya gajinya lebih besar.
Bukan hanya musisi di Jepang saja, tetapi banyak musisi dunia yang memintanya membuatkan para-para manga untuk dijadikan video klip.


Referensi:
http://tekkenparapara.seesaa.net/article/309947042.html
http://blog.livedoor.jp/rika_x/archives/6530961.html
https://twitter.com/muse/status/202407515420508161

Entri Populer