Saturday, May 11, 2013

Sawada Farm

Sarapan yuk
Hari terakhir liburan Golden Week 2013 yang jatuh pada tanggal 6 Mei, saya refreshing santai bersama dengan keluarga besar Jepang saya ke kebun strawberry yang bernama Sawada Farm yang terletak di dekat Bandara Sentoria (Chubu Centrair International Airport) Prefektur Aichi.

Rencana awalnya sih, tidak ke kebun strawberry tapi ke pantai untuk mengambil Asari (sejenis kerang yang biasanya digunakan untuk membuat miso shiru), tapi karena air laut pasang kami membatalkannya dan pergi ke kebun strawberry.
Dari Gifu kami berangkat pukul 7:30 menggunakan mobil, menjemput otousan kemudian berangkat menuju ke kebun Strawberry yang terletak di kota Handa prefektur Aichi. Naik jalan tol, lama perjalanan kurang lebih sekitar 1 jam 15 menit. Kalau tidak naik jalan tol bisa 2 jam baru sampai, karena banyaknya lampu merah. 

Karena kebun strawberrynya baru buka jam 10:00, jadi di tengah perjalanan kami istirahat di pemberhentian jalan tol untuk pergi ke toilet, beli minuman makanan ringan dan santai sejenak.

Kebun strawberry Sawada
Kami dapat kebun nomer 8

Tiba di Sawada Farm sekitar pukul 09:50, kami langsung beli tiket masuk ke kebun strawberry yang sebesar 1200 yen/orang. Kebun strawberry ini hanya buka di musim strawberry saja yaitu pada bulan pertengahan Desember sampai akhir Mei. Buka dari pukul 10:00 sampai 17:00 (kalau musim dingin tutup jam 16:00).

Strawberry yang kita ambil tidak boleh dibawa pulang lho. Peraturannya petik strawberry dan makan sepuas nya selama 1 jam. Ya, makan sepuas-puasnya sampai mampus. Hehehe.



Kebun Strawberry Sawada nomer 8 
Strawberry Sawada Jepang rasanya manis dan lezat 
Saya lagi petik strawberry 
Strawberry pakai coklat
Rasa strawberry Jepang sangat enak dan manis, saya makan kenyang sekali sampai tidak bisa bergerak. Saran saya kalau petik strawberry, pilih yang besar, jangan yang kecil. Karena yang kecil banyak dijual di supermarket.

Jadi menu makan pagi saya pada waktu itu bukan nasi, tapi strawberry, strawberry dan strawberry.

Semua puas dan kenyang.... Kalau pembaca berada di kawasan Aichi atau sekitarnya dan suka strawberry saya sarankan mampir bersama keluarga deh. 

Untuk informasi mengenai Sawada Farm bisa dilihat di sini.

Alamat : 
〒475-0953 愛知県半田市金山町2−145 
Kanayama-cho 2-chome, Handa-shi, Aichi-ken, 475-0953, JAPAN
Telp :0569-27-6430

Saturday, May 4, 2013

Ninja Museum of Igaryu

Liburan Golden Week saya, dimulai tanggal 3 Mei - 6 Mei 2013. Hari pertama GW saya dan istri pergi berdua ke Ninja Museum yang terletak di Iga Ueno shi Mie ken Jepang. Karena saya kerja liburnya hanya hari Minggu saja, sedangkan istri saya tidak ada liburnya, sangat jarang sekali kami pergi berdua (kencan). Maka saya memutuskan untuk ke desa Ninja berdua dengan naik densha.

Dari rumah jam 06:30 kami naik sepeda ke stasiun Nagamori (kaya kencan anak SMA Jepang saja.. hehe), maklum selama ini kami selalu berpergian naik mobil, jadi biar ada kesan tersendiri kami naik sepeda (jangan ditiru ya, soalnya naik sepeda berboncengan berdua itu sebenarnya tidak diperbolehkan di Jepang, kalau ketemu polisi bisa dimarahi). Perjalanan naik sepeda ke stasiun memakan waktu 20 menit, lalu kami naik kereta JR dengan rute Nagamori - Gifu - Nagoya - Kameyama - Igaueno, kemudian lanjut naik kereta Iga dengan rute Iga Ueno - Ueno shi. 5 kali pindah kereta, dengan lama perjalanan 3 jam 30 menit, biaya kereta 1 orang 2460 yen. Cukup jauh juga, tapi karena berdua jadi terasa menyenangkan.

Tiba di Ueno shi sekitar jam 10:30, benar-benar suasananya desa banget, stasiunnya tidak seperti stasiun tapi seperti halte bis. Tapi suasana ninjanya sangat kental sekali. Jangan kaget kalau di sekitar stasiun ada boneka ninja bergelantungan di atas dan banyak sekali orang-orang yang berpakaian Cosplay Ninja, bahkan anjing-anjing yang dibawapun berpakaian ninja lho.

Setelah keluar dari stasiun kami melewati gedung tempat untuk menyewa pakaian ninja, langsung saja saya sewa dengan biaya 1000 yen dan harus dibalikin pada hari itu juga paling lambat jam 17:00. Karena cuaca cukup dingin, istri saya enggan untuk bercosplay Ninja, tetapi setelah saya berubah jadi Ninja, istri saya ingin Cosplay kimono. Jadi kami pergi ke tempat penyewaan kimono. Di tengah jalan istri saya lihat ada tempat pembuatan hanko (stempel khusus buat tanda tangan orang Jepang), karena saya belum punya hanko atau juga disebut inkan, maka saya buat hanko yang terbuat dari batu dengan biaya sebesar 500 yen. Setelah itu, kami pergi ke tempat penyewaan baju kimono, tapi setelah di sana istri saya berubah pikiran untuk mengenakan Hakama, karena sudah lama sekali dia tidak pernah memakainya. Dan katanya pemilik toko sih, hari ini belum ada yang sewa hakama, jadi baru dia sendiri.

Kereta Iga designnya Ninja banget
Kami naik kereta ini
Stasiun Iga shi
Berubah
Sensei sedang membuatkan saya Hanko
 Jenis hanko di Jepang ada beberapa, antara lain jitsu-in, ginko-in, dan mitome-in. Jadi satu orang kadang memiliki beberapa jenis inkan, untuk berbagai keperluan.  Jitsu-in adalah inkan yang dipakai untuk keperluan yang sangat penting, seperti beli rumah, beli mobil, untuk jadi guarantor, dsb. jenis ini diregisterkan ke shiyakusho. Ginko-in adalah jenis inkan yang dipakai untuk khusus membuat account di bank. inkan ini diregisterkan ke bank. Mitome-in dipakai untuk keperluan sehari-hari, dan tidak diregisterkan.
Ini hanko saya dan rencananya akan saya jadikan satu jadi Jitsu in, ginko in dan mitome in
Hakama dan Ninja
Anjing Ninja
Ninja-ninja berkeliaran di sudut desa
Setelah kompakan memakai kostum, kami langsung pergi ke Ninja Museum yang terletak tidak seberapa jauh dari penyewaan kostum. Biaya untuk masuk Museum sebesar 700 yen/orang, sedangkan untuk anak-anak sebesar 400 yen.

Setelah masuk museum, di jelaskan ruangan di rumah ninja, dimana ada pintu rahasia, dan bila ada serangan mendadak ada tempat menyimpan senjata secara rahasia. Cukup mencengangkan juga, tapi sangat disayangkan buat turis asing, karena semuanya dijelaskan dengan bahasa Jepang. Setelah itu baru masuk ke Museum tempat dimana alat-alat senjata Ninja dan pakaian Ninja asli berada. Tapi baru saja memasuki museum, ada pemberitahuan kalau acara Ninja Show akan segera dimulai, langsung saja kami pergi ke tempat show. 

Untuk melihat Ninja show, dikenakan biaya 300 yen/orang. Cukup keren dan lucu juga lho, selain dijelaskan senjata rahasia apa saja yang dipakai dan cara menggunakannya (seperti payung bisa jadi pedang dan sapu bisa jadi pedang juga, cara melempar shuriken dll), para ninja juga punya selera humor yang lucu, seperti loncat bersalto kemudian rambut palsunya lepas. Alhasil penonton pada ketawa semua. Sayang sekali show ini tidak diperbolehkan untuk merekam video dan durasinya hanya 15 menit, pengennya 1 jam apa 2 jam gitu.. Setelah show selesai, penonton diperbolehkan untuk mencoba melempar shuriken di panggung. Karena banyak yang mengantri, saya tidak mencoba melempar shuriken, dan balik melanjutkan lihat isi Museum. 

Tiket masuk
Tempat menyimpan senjata di lantai rahasia
Mengeluarkan senjata rahasia 
Masuk ke Ninja Show 
Ninja show
Senjata yang digunakan asli lho
Di dalam museum terdapat koleksi senjata-senjata dan pakaian yang dikenakan Ninja.

Bentuk ninja dalam penyamaran
Sandal untuk berjalan di atas air 
Alat untuk memanjat tembok tinggi
Senjata untuk membobol tembok
Alat untuk membuka gembok
Senjata-senjata 
Senjata cakar 
Tongkat 
Rumah ninja dan istrinya :)
Sekitar jam 16:00 setelah melihat semuanya, kami pulang menggunakan kereta. Tentu saja mengembalikan kostum dulu. Yang sangat disayangkan di desa Ninja Iga ini, rumah makan sangat minim sekali. Bahkan sulit sekali untuk mencari makanan, yang banyak hanya toko jajan Jepang (wagashi). Alhasil kami beli oleh-oleh wagashi, dan makan roti saja. Baru setelah sampai di Nagoya kami mampir ke Osu Kannon untuk belanja dan makan Unagi, lalu pulang ke Gifu.

Kereta yang kami naiki dari Ueno shi ke Igakanbe
Rute kereta yang kami gunakan berbeda dari rute keberangkatan. Menggunakan kereta Iga dengan rute Ueno shi - Igakanbe, baru oper naik Kintetsu dengan rute Igakanbe - Isenakagawa - Nagoya, kemudian setelah jalan-jalan di Osu Kannon naik chikatetsu, kembali ke stasiun Nagoya JR dengan rute Nagoya - Gifu - Nagamori.

Sunday, April 28, 2013

Iron Man 3 4DX

Film ‘Iron Man 3′ telah diputar sejak Jumat (26/4/2013) di bioskop Jepang. Menariknya, film ini jadi film PERTAMA yang akan ditampilkan dalam format 4DX.

‘Iron Man 3′ tampil dalam format 4 dimensi berkat pengoperasian oleh ‘Korona World’ yang berencana merancang 12 film dalam format baru setiap tahunnya. Teknologi 4D adalah sistem yang disertai oleh efek cahaya dan peralatan yang diletakan di atas penonton.

Sehingga, penonton film dapat merasakan ketika ada gelembung yang jatuh langsung ke hadapannya. Teknologi ini juga dilengkapi dengan kursi yang dapat bergerak, efek bau-bauan, angin juga kabut.


Pada hari Minggu (28/4/2013) saya berkesempatan untuk menikmati film Iron Man 3 (4DX)(3D) ini. Karena 4DX adalah teknologi terbaru, belum semua bioskop di Jepang terdapat teknologi ini. Yang saya tahu hanya ada di KORONA WORLD, yang kalau di Nagoya terletak di 名古屋市中川区江松丁目110番地 (Nagoya shi nakagawa ku ematsu 3 tei me 110 banchi). Untuk tempat lain lebih jelasnya bisa dilihat di website resmi Korona World atau bisa di search di Google.


Korona World Nagoya
Pemutaran perdana Teknologi 4DX di Jepang
Berangkat dari Gifu jam 9 dan tiba di Nagoya Eki jam 10, kemudian naik bis ke Korona World tiba jam 10:35, saya berencana nonton show ke 2 jam 11:55. Tapi sayangnya tiket sudah habis, dan hanya tersedia show ke 4, 5 dan 6 saja. Jadi terpaksalah saya beli tiket show yang ke 4 yaitu jam 17:45. 

Harga tiket dibagi jadi 2 macam yaitu, tiket untuk (4DX) (2D) sebesar harga tiket masuk biasa + 1000 yen, sedangkan untuk yang (4DX)(3D) sebesar harga tiket masuk biasa + 1300 yen sudah termasuk kacamata 3D. Karena hari Minggu, harga tiketnya 1500 yen, dan saya ambil yang (4DX)(3D) plus 1300 yen, jadi totalnya 2800 yen.
Tiket counter dan Food&Drink counter
Tiket sebelah kiri akan disobek dan diminta oleh petugas bioskop pada waktu masuk
dan yang sebelah kanan saya bawa.
Sambil menunggu dan menghabiskan waktu, saya bermain di area Game Center, baca manga sambil ketiduran di Rest Roomnya Pachinko, makan siang di konbini yang terdapat di dalam area Korona World. 

Setelah mendekati jam pemutaran film saya menuju ke cinema 2 tempat pemutaran film, dan masuk ke dalamnya.
Penyerahan tiket masuk
Cinema 2 Iron Man (4DX)(3D)
Kacamata 3D 
Kursi 4DX yang bisa goyang, mengeluarkan percikan air dan angin
Petugas bioskop sedang menerangkan teknologi 4DX
dan melarang untuk menaruh minuman&makanan di kursi dan dibawah kursi
 
Yap, inilah IRON MAN 3.. hehe
Cara penggunaan kacamata 3D tepatnya
Awalnya saya agak takut, karena begitu film Iron Man dimulai, kursi langsung bergerak naik ke atas sedikit (kaya mau take off pesawat aja). Tapi 4DX benar-benar luar biasa dan mencengangkan. Ketika rumah Tony Stark ditembaki dan dihancurkan oleh musuh, efek peluru terbang sangat terasa karena terasa ada angin kencang yang bertiup dari kursi dan kursi bergetar kencang seperti ledakan benar-benar terjadi. Asap pun muncul di depan layar dan lightning di kiri kanan ruangan pun ikut menyala sehingga benar-benar seperti berada di dalam film. Dan ketika Iron Man masuk dan tenggelam ke dalam air pun, ada percikan air yang menyemprot sehingga muka dan baju saya basah. Apalagi waktu Iron Man menyelamatkan orang-orang yang jatuh dari pesawat, sungguh menegangkan dan benar-benar "real".

Kesimpulannya, teknologi 4DX ini seperti teknologi yang diterapkan di wahana 3D-nya Tokyo Disneyland dan Universal Studio Jepang. Sungguh era baru dalam menonton film.

Lebih jelasnya untuk teknologi 4DX mungkin bisa dilihat di iklan Korona World di YouTube

Tuesday, April 23, 2013

Hanami

Chidoriga - Tokyo
pemandangan buka sakura di dekat Gunung Fuji
Hanami  (花見) adalah salah satu tradisi tradisional Jepang yang populer baik di Jepang atau di dunia. Aktivitas utama dalam tradisi ini adalah menikmati keindahan bunga yang sedang mekar, dan pada umumnya bunga yang dimaksud adalah bunga sakura atau bunga plum (ume). Bunga sakura mekar diseluruh Jepang dari akhir bulan Maret hingga awal bulan Mei dan sekitar bulan Febuari untuk Pulau Okinawa. Biasanya jadwal merkarnya bunga sakura ini selalu diumumkan oleh badan cuaca di Jepang setiap tahunnya. Mekarnya bunga sakura selalu diawasi oleh orang-orang yang menanam bunga ini, karena waktu mekar bunga sakura hanya 1 atau 2 minggu saja.
sakura malam (yozakura)
Di dalam dunia modern sekarang ini, Hanami juga dapat berarti mengadakan pesta dibawah pohon pada siang atau malam hari. Hanami juga dapat berarti jalan-jalan di bawah pepohonan. Hanami yang diadakan pada malam hari juga disebut dengan yozakura (夜桜) atau sakura malam.

bunga plum/ ume
Sebuah bentuk kuno dari Hanami juga masih ada di Jepang, yaitu Umemi. Umemi mirip dengan Hanami, hanya saja yang dinikmati disini adalah bunga plum atau ume. Pada Umemi biasanya dihadiri oleh orang-orang berusia tua, karena Umemi tidak seramai Hanami yang banyak dihadiri oleh orang muda dan lebih meriah.

Sejarah

Hanami sudah ada di Jepang berabad-abad lamanya. Tradisini sudah ada sejak periode Nara (710-794), dan ketika itu bunga plum atau ume yang dinikmati. Keika periode Heian (794-1185), bunga sakura menjadi  lebih menarik untuk dinikmati dan sejak saat  itu Hanami identik dengan bunga sakura.
Hanami pada jaman Edo
Bunga sakura awalnya digunakan untuk menandakan hari panen tahunan dan menandakan musim tanam padi. Orang Jepang ketika itu percaya pada roh suci yang di dalam pohon sakura dan membuat persembahan. Kemudian orang Jepang akan minum sake untuk merayakannya. Kerajaan Saga pada periode Heian, mengadopsi kepercayaan kuno ini, sehingga mereka mengadakan Hanami sambil minum sake dan mengadakan pesta di bawah pohon sakura. Kemudian puisi akan ditulis untuk menggambarkan keindahan bunga sakura. Siklus bunga sakura dianggap sebagai cerminan hidup manusia, dimana dilihat indah dan bercahaya namun hanya sekilas/ singkat. 
Hanami pada jaman Edo
Hanami pada awalnya terbatas hanya untuk kalangan orang elit kerajaan tetapi kemudian menyebar ke kalangan samurai. Pada jaman Edo, warga Jepang biasa dapat mengikuti Hanami. Tokugawa Yoshimune kemudian menanam banyak pohon sakura untuk mendukung kebiasaan Hanami ini.  

Ada pepatah yang mengatakan bahwa "kue lebih menarik daripada bunga" (花 より 団子 hana Yori Dango). Pepatah ini menggambarkan bahwa orang Jepang lebih fokus pada makanan dan pesta yang diadakan daripada menikmati bunga itu sendiri.
Motojiro Kajii
"Di bawah pohon sakura" adalah cerita terkenal yang dikarang oleh Motojiro Kajii. Cerita ini mengatakan bahwa terdapat mayat di bawah pohon sakura.

"Mayat dikubur di bawah pohon sakura. Kamu harus percaya ini! Jika tidak, kamu tidak dapat menjelaskan keindahan bunga Sakura. Akhir-akhir ini aku gelisah, karena aku tidak bisa percaya pada keindahan ini. Tetapi sekarang aku mengerti: mayat dikubur di bawah pohon ceri! Anda harus percaya - Motojiro Kajii"

Hanami Saat Ini

istirahat siang
orang banyak berkumpul
Orang Jepang terus mengadakan tradisi Hanami hingga saat ini. Banyak orang berkumpul ditaman dimanapun pohon sakura dapat ditemukan. Mereka mengadakan pesta yang meriah dibawah pohon. Bahkan pesta ini dapat terus berlangsung hingga malam hari. Lebih dari setengah wilayah Jepang, waktu mekarnya bunga sakura datang tepat ketika waktu masuk sekolah dan mulai kerja setelah musim libur. Sehingga Hanami dijadikan sebagai pesta untuk menyambut hari yang baru.
bercanda untuk memeriahkan suasana
makanan untuk merayakan tradisi Hanami
Dalam Hanami, orang Jepang merayakannya dengan makan dan minum, mendengarkan lagu, dan juga sambil bermain. Makanan-makanan khusus juga disediakan untuk perayaan Hanami ini seperti dango, bento, dan sake.
hanami pada malam hari
hujan tidak menyurutkan minat warga untuk berkumpul
Warga Jepang biasanya menaruh tikar biru dibawah pohon Sakura untuk memesan tempat untuk mereka sehingga tidak berebut dengan warga lainnya. Biasanya mereka sudah datang 12 jam sebelum acara dimulai. Kadang-kadang karyawan baru disebuah perusahaan diberikan tugas oleh atasannya untuk misi penting ini. Warga Jepang melepas alas kaki sebelum menginjak tikar biru ini.
karyawan baru yang sedang ditugasi memesan tempat di taman
mulai mempersiapkan pesta 
pemandangan dari atas
Ketika Hanami berlangsung, tidak aneh jika menemukan banyak festival makanan yang diadakan di pinggir jalan kota. Kalian dapat menemukan banyak jenis makanan / jajanan tradisional Jepang disini.
festival makanan Jepang

Tempat Hanami Terbaik di Tokyo

Berikut ini kami berikan tempat-tempat terbaik untuk menikmati Hanabi di kota Tokyo ^_^

1. Shinjuku Gyoen

Shinjuku Gyoen (144 hektar) adalah sebuah taman yang besar dekat Shinjuku. Taman ini memiliki 1.500 pohon sakura. Taman ini cukup besar untuk dapat menemukan tempat/ spot yang sepi. Taman ini juga sangat ideal untuk mengadakan Hanami dengan skala besar. Taman ini juga memliki banyak jenis bunga Sakura yang indah.
Shinjuku Gyoen

2. Sungai Meguro

Terdapat kurang lebih 800 pohon sakura berjajar di pinggir sungai Meguro. Pohon-pohon ini terlihat begitu indah pada malam hari karena dihiasi oleh penerangan yang romantis. Tetapi didaerah ini tidak banyak terdapat tempat untuk mengadakan pesta. Tempat ini cocok untuk jalan-jalan. Terdapat juga beberapa toko, cafe dan juga restoran di daerah ini.
Sungai Meguro

3. Chidorigafuchi

Tempat ini terletak di parit sungai Istana Edo sekitar taman Kitanomaru. Kalian boleh menyewa perahu kecil untuk menikmati indahnya pohon sakura. Pada malam hari tempat ini juga diterangi oleh lampu-lampu yang indah.
chidorigafuchi

4. Taman Menara Bukit Roppongi

Terdapat 75 pohon sakura muda di lereng belakang taman Roppongi. Sangat romantis pada malam hari. Populer dikalangan pasangan kekasih.
Taman Roppongi

 5. Taman Botanis Koishikawa

Tempat yang cukup sepi untuk menikmati beberapa jenis pohon sakura. Tempat ini tidak buka pada malam hari.
taman botanis Koishikawa

 6. Taman Timur Istana Kerajaan

Taman ini terletak di timur istana kerajaan di Tokyo. Tempat ini terbuka untuk umum.
taman tirmur istana kerajaan

 7. Taman Ueno

Taman Ueno (133 hektar) adalah tempat yang pas jika kalian mau melihat pesta Hanami dalam skala besar. Biasanya tempat ini sangat ramai sekali. Taman ini memiliki sekitar 1000 pohon sakura ditambah dengan kolam Shinobazu yang sangat indah. Pohon Sakura di taman ini termasuk yang lebih dahulu mekar di Tokyo.
taman Ueno

 8. Taman Yoyogi

Taman Yoyogi (134 hektar) adalah sebuah taman yang besar yang memiliki sekitar 600 pohon Sakura. Tempat ini merupakan tempat favorit bagi anak-anak muda sekitar daerah Harajuku dan Shibuya
taman Yoyogi

9. Taman Koganei

Taman kedua terbesar di Tokyo (196 hektar) dengan 2000 pohon sakura di area taman.
Taman Koganei

 10. Ark Hills Sakura

Sebuah jalan dengan panjang 700 meter yang dihiasi oleh pohon Sakura. Jalan ini terletak di belakang komplek perkantoran Ark Hills. Tempat yang bagus untuk jalan-jalan ketika musim Hanami.
Ark Hills Sakura

 11. Pemakaman Aoyama

Di tempat ini memiliki beberapa ratus pohon Sakura yang menghiasi di pinggir jalan. Para pekerja kantor menikmati waktu makan siang disini dan juga mengadakan pesta pada malam hari. Cukup aneh juga merayakan sebuah pesta di daerah pemakaman. Mungkin untuk menghibur mereka yang sudah ditinggalkan.
pemakaman Aoyama

12. Jalan Kitazawagawa di Setagaya

Jalan sejauh 4,2 km ini dihiasi oleh bunga sakura yang indah di pinggir jalan. Setagaya adalah komplek perumahan elit di kota Tokyo. Kalian akan menemukan pesta Hanami kecil-kecilan di daerah ini.
jalan Kitazawagawa di Setagaya

13. Kuil Yasukuni

Kuil ini memiliki sekitar 600 pohon Sakura. Kuil ini megadakan festival Sakura yang dihadiri oleh 200 pegulat Sumo. 
kuil Yasukuni

14. Taman Shiba

Sebuah taman kecil di dekat menara Tokyo yang memiliki sekitar 70 pohon Sakura. Sebuah taman kecil yang ramai dikunjungi orang pada saat Hanami.
taman Shiba

14. Taman Inokashira

Sebuah taman besar (95 hektar) dengan 1000 pohon sakura. Taman ini banyak dikunjungi oleh  mahasiswaa-mahasiswa. Juga popular bagi pasangan kekasih untuk menikmati pemandangan dari kolam dengan menggunakan perahu angsa.
taman Inokashira 

15. Taman Omiya Koen di Saitama

Taman ini terletak di Saitama (30 menit dari Tokyo) memiliki 1.200 pohon sakura
taman Omiya Koen

15. Taman Sumida

Sebuah taman kecil dekat sungai Sumida. Sekitar 1.000 pohon sakura menghiasi pinggiran sungai. Taman ini terletak dekat Tokyo Sky Tree
taman Sumida

Perkiraan Musim Hanami 2013

Yoshinoyama
Berikut ini adalah prediksi musim Hanami di Jepang pada tahun 2013
LocationOpeningEstimated Best Viewing  
TokyoOpened March 16March 22 to 31
KyotoOpened March 22March 30 to April 6
KagoshimaOpened March 15March 23 to 31
KumamotoOpened March 16March 20 to 29
FukuokaOpened March 13March 20 to 30
HiroshimaOpened March 22March 29 to April 6
TakamatsuOpened March 22March 30 to April 6
OsakaOpened March 21March 29 to April 6
NaraOpened March 22March 29 to April 6
YoshinoOpened March 29April 4 to 10
NagoyaOpened March 19March 28 to April 5
YokohamaOpened March 18March 22 to 31
KanazawaOpened March 30April 5 to 13
TakayamaOpened April 7April 16 to 22
MatsumotoOpened April 3April 7 to 14
FukushimaOpened April 5April 13 to 21
SendaiOpened April 9April 14 to 22
KakunodateApril 28April 30 to May 9
HirosakiApril 26May 1 to 9
HakodateMay 3May 7 to 14
SapporoMay 6May 10 to 17

Momen-momen Indah

Berikut ini adalah beberapa gambar yang berhasil diambil ketika Hanami berlangsung
Pemandangan Gunung Fuji dengan buka Sakura
Membawa sepeda di bawah pohon Sakura
Hanami Girls
Hanami Love
Kyoto
Sakura Girl

Entri Populer